Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Mengetahui segalanya



Zayn tidak pernah mengurai pelukan nya pada Azalya yang sudah sangat dia rindukan selama ini. Bahkan dia membayangkan Azalya kedalam pafiliun yang ditempati oleh Azalya selama ini tanpa melepasakan pelukan nya.


"Apa masih tidak mengingat apapun tentang kita berdua, atau keluarga kamu?" tanya Zayn yang duduk memangku Azalya yang masih memeluk pinggangnya dan Azalya mengalungkan tangan nya dileher Zayn.


"Aku sama sekali tidak bisa mengingat apa-apa. Jika mengingatnya maka sudah sejak lama aku kembali pada mereka dan pasti tidak akan menjadi seorang pelayan disini, bersama dengan kedua putriku yang masih baby dulu" jawab Azalya yang mengatakan itu pada Zayn dan membuat hati Zayn semakin sakit dan juga semakin tidak karuan mendengarkan apa yang Azalya katakan padanya.


Zayn tidak mengatakan apa-apa saat Azalya mengatakan itu semua padanya dan tidak mengatakan apapun hanya memeluk pinggang Azalya dan meletakan dagunya dipundak Azalya yang sedang memeluknya juga.


"Maafkan aku yang telat datang kemari dan menemui kamu disini. Maafkan aku" ucap Zayn yang memeluk Azalya dan juga menangis dihadapan Azalya dan ini baru pertama kali dia menangis dihadapan orang lain.


"Kenapa hubby menangis? Jangan menangis By" ucap Azalya yang menangkup wajah Zayn yang sudah berderai air mata yang mengalir dipipinya. Azalya menghapusnya dan dia juga ikut menangis.


"Aku sudah gagal membuat kamu bahagia dan tidak menangis saat dengan ku" ucap Zayn yang langsung masuk menangis dalam diam.


"Jangan mengatakan itu. Karena aku juga memang tidak bisa mengingat itu semua, entah kenapa aku juga tidak tahu kenapa aku bisa melupakan semua orang dan juga masa lalu semua masalah aku dan juga tidak bisa mengingat apa-apa. Jadi jangan menyalahkan diri hubby" ucap Azalya yang memanggil Zayn dengan sebutan hubby tanpa dia sadari.


"Aku akan mencoba untuk memulihkan ingatan kamu dan supaya kamu bisa mengingat semuanya" ucap Zayn yang ingin berusaha untuk memulihkan ingatan kamu lagi" ucap Zayn yang ingin melakukan itu semua pada Azalya.


"Tidak perlu, karena semuanya sudah aku lakukan dan tidak ada yang bisa dilakukan. Karena aku selama bekerja disini sudah berobat kedokter dan juga psikiater sekalipun tidak bisa mengingat semuanya. Dan yang bisa aku ingat adalah masa dimana yang sebelum-sebelumnya, yang aku ingat adalah dimana aku bertemu dan tinggal bersama seorang pria paruh baya hingga aku melahirkan saja. Dan itu sangat membuat aku bingung dengan semua ini" jelas Azalya yang mencoba mengingat-ingat semua yang pernah dia alami dan juga lernah tinggal dengan Mark.


Zayn mengepalkan tangan nya dan dia mengingat dengan kejadian Mommy nya yang dihapus ingatan tertentu, dan ini terjadi pada istrinya yang dia anggap sudah meninggal itu. Zayn memerintahkan Angga untuk menangkap Mark untuk memberikan pelajaran padanya karena sudah memberikan obat yang membuat ingatan seseorang yang tidak akan bisa kembali lagi, walau sudah ditangani oleh dokter dan juga ahlinya.


"Apa pria itu tidak mengatakan apa-apa pada kamu? Seperti mengatakan apa yang kamu ingat?" tanya Zayn yang menatap Azalya dan melihat jari manisnya sudah tidak ada cincin nya dan bekasnya juga sudah memudar dijarinya.


"Dia tidak mengatakan apa-apa hanya mengatakan jika dia menemukan aku sudah tidak sadarkan diri dan tidak menggunakan barang-barang berharga ditubuhnya. Termasuk dengan bekas cincin yang berada dikedua jari ku" jawab Azalya yang menatap Zayn yang juga sedang menatap kearah jarinya yang polos tidak mengenakan apa-apa.


"Apa dia memberikan minuman atau makanan yang membuat kamu curiga dan membuat kamu tidak mengingat segalanya?" tanya Zayn lagi dengan menangkup kedua pipi Azalya dan Azalya hanya menggelengkan kepalanya saja karena dia tidak mengingat semua itu.


"Aku sama sekali tidak mengingat itu semua By. Apa aku tidak akan mengingat semuanya?" tanya Azalya dengan menatap wajah Zayn yang juga sedang menatapnya sambil mengusap pipi Azalya.


"Jika tidak bisa mengingat masalalu, kita akan buat masa depan yang lebih bahagia dan juga dengan adanya twins Z yang akan melengkapi kebahagiaan kita nantinya. Apa kamu setuju untuk hidup dengan ku?" tanya Zayn dengan tatapan teduhnya dan juga sedikit tersenyum.


"Jika hubby tersenyum seperti ini memang lebih tampan dan juga tidak menyeramkan. Aku jadi makan cinta" ucap Azalya tanpa dia sadari ucapan nya sama seperti dulu sebelum kejadian itu terjadi.


"Aku akan selalu seperti ini dihadapan kamu dan juga twins Z. Tapi jangan harap pada orang lain juga sama" ucap Zayn dengan mencubit gemas hidung mungil Azalya dan memeluknya kembali.


"Kamu benar By, jangan pernah tersenyum pada orang lain. Apa lagi pada wanita lain, aku akan membuat perhitungan jika itu terjadi!" ucap Azalya lagi dengan ucapan-ucapan yang membuat Zayn senang karena hati dan tubuhnya masih merespon dengan baik setiap yang Zayn lakukan padanya.


"I'm promise you sweetie" jawab Zayn dengan mencium kening Azalya lumayan lama dan dia menyatukan keningnya dengan kening Azalya. Keduanya saling tersenyum dan juga saling memeluk.


.


Sedangkan didalam mainson Angga dan Marcos sedang membuat pengumuman pada seluruh pelayan dan juga kepala pelayan yang ada disana. Jika dua gadis kecil ini adalah Nona Muda pemilik mainson ini, dan itu semua membuat mereka semua tercengang dan merasa bersyukur karena mereka semua tidak pernah berbuat tidak baik pada kedua Nona Muda tersebut. Jadi mereka semua merasa aman dan tidak takut untuk dipecat dari pekerjaan ini


"Nona, apa anda menginginkan sesuatu?" tanya Angga yang menatap dua gadis kembar tersebut yang jika dilihat lekat sangat mirip dengan Zayn dan ini adalah Zayn versi mini.


"Tidak. Kami hanya ingin bermain dengan Daddy" jawab Zaniya yang memang lebih manja dan sikapnya seperti Azalya dibandingkan dengan Zahiya yang lebih dominan Zayn. Yang dingin dan datar.


"Nanti setelah Tuan dan Nyonya sudah selesai berbicara pasti akan kembali dan bermain dengan Nona Muda. Tolong tunggu saja, sementara menunggu bagaimana jika Nona bermain dengan kami dulu?" ucap Angga memberikan penawaran pada dua gadis kecil ini yang sangat pintar dari anak-anak seusianya.


"Tentu saja" jawab Zahiya yang langsung mendekat kearah kedua orang dewasa dihadapan nya saat ini.


"Kita akan main apa Nona Muda?" tanya Angga yang memang berpenampilan garang tapi dia sangat menyukai anak kecil. Apa lagi mereka adalah Nona Muda yang harus dia jaga dan juga dilindungi dengan nyawanya sekalipun.


Baik Angga maupun Marcos masih tidak menyangka jika permintaan bermain dari kedua Nona Muda mereka malah ingin latihan bela diri dibandingkan bermain petak umpet atau bermain boneka untuk anak-anak seusia mereka berdua. Dan itu semua membuat keduanya langsung tersenyum mendengar keinginan dari Nona Muda nya dan mereka berdua semakin yakin jika kedua Nona Muda nya ini adalah keturunan dari King nya.


"Baiklah Nona Muda. Kami akan mengajari dasar-dasar latihan bela diri, setelah Nona Muda bisa baru bertatap untuk bisa melakukan yang lebih lagi. Bagaimana, setuju?" tanya Angga yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Zahiya dan Zaniya dengan mantap.


Sekarng keduanya sedang mengajari dua anak King nya untuk bisa belajar bela diri. Dengan begitu mereka akan bisa menjaga diri walau mereka berdua selalu dalM pengawasan nya dan juga para anggotanya yang lain. Angga dan Marcos semakin dibuat terpesona akan kedua Nona Muda nya yang dengan cepat mempelajari semua yang mereka berdua ajarkan pada Zahiya dan Zaniya.


Saat sedang melakukan gerakan-gerakan ringan Zayn dan Azalya menghampiri dan melihat pemandangan yang mereka lihat adalah kedua putrinya sedang latihan bela diri dan terlihat sangat mahir dalam semua gerakan yang mereka berdua lakukan. Membuat Zayn semakin bangga dan juga sangat mengagumi kepintaran dan juga kecerdasan kedua putrinya itu.


Zayn menghampiri dari belakang dengan cara ingin menyerang dan tanpa disadari oleh yang lainnya dengan reflek yang sangat cepat dan juga sensitive keduanya langsung menghindarinya dan balik menyerang Zayn. Baik Angga maupun Marcos dibuat tercengang melihat itu semua, karena mereka berdua belum mengajarkan untuk tahap menyerang atau mempertahankan diri.


"Good girl. Daddy bangga pada kalian yang bisa cepat dalam belajar mempertahankan diri" ucap Zayn yang langsung disambut oleh senyuman kedua putrinya yang sangat menggemaskan dan juga sangat lucu.


Mana ada yang menyangka jika dua gadis kecil ini sudah bisa bela diri dan juga sangat pintar. Itu membuat semua orang akan terkecoh dengan kepolosan Zahiya dan Zaniya yang memang begitu menggemaskan.


"Thank you Dad" ucap keduanya dan sekarang sudah berada didalam gendongan Zayn dan itu membuat Zayn semakin senang karena bisa berkumpul dan juga bersama-sama lagi.


"Mommy dilupakan nih ceritanya? Mentang-mentang sudah bertemu dengan Daddy dan juga sudah bisa belajar bela diri, Mommy dilupakan. Kejam sekali" ucap Azalya yang memang selalu bisa membuat suasana haru menjadi tertawa mendengar ucapan darinya.


"Dad, Mommy jealous karena kita sangat dekat" ucap Zaniya yang malah menggoda Mommy nya dengan memeluk leher Zayn dan menciumi pipinya lalu diikuti oleh Zahiya yang sama menggoda Mommy nya.


"Kalian bertiga menyebalkan" ucap Azalya yang langsung pergi sambil menghentakan kakinya diatas lantai dengan sangat kencang karena dia kesal pada ketiga orang kesayangan nya.


"Mommy kalian marah. Jangan diulangi lagi oke" ucap Zayn yang sebenarnya ingin tergelak keras melihat tingkah istrinya yang tidak pernah berubah walau ingatan nya sudah hilang.


"Tentu saja Dad, tapi tidak janji. Karena Daddy adalah Daddy kami dan kami tidak mau berbagi lagi dengan Mommy yang sudah sejak tadi bersama dengan Daddy" ucap Zaniya dan Zaniya dengan sangat kompak mengatakan nya pada Zayn.


Membuat Zayn dan kedua orang kepercayaan nya menautkan kedua alisnya merasa jika ketiganya sedang berebut perhatian dari pria tampan dan sangat berkarisma ini. Siapa yang bisa menolak pesona seorang Zayn yang sangat mempesona ini.


"Jangan begitu. Kasihan Mommy, apa kalian tahu. Jika Mommy tidak bisa mengingat Daddy dulu dan sekarang Daddy sudah dikuasai oleh Quin atau princess?" tanya Zayn yang bingung membuat julukan untuk kedua putrinya ini.


"Quin" jawab keduanya dengan kompak lagi dan keduanya saling mengedipkan sebelah matanya menggoda Zayn dan itu membuat Zayn sedikit menarik sudut bibirnya tipis membentuk sebuah senyuman.


"Oke Quin, Daddy harus bisa membuat Mommy tidak marah lagi. Apa kalian mau ikut membujuknya juga dengan Daddy?" tanya Zayn dengan tatapan yang teduh pada kedua putrinya ini.


"Tentu saja" jawab keduanya yang langsung turun dari gendongan Zayn dan berlarian menuju arah pafiliun lagi untuk bertemu dan membujuk Mommy nya untuk tidak ngambek dan marah lagi.


Zayn memerintahkan kepala pelayan untuk menyiapkan kamar untuk kedua anak-anaknya dan itu harus sempurna dan tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun. Kembuat kepala pelayan dan seluruh pelayan langsung mengerjakan apa yang diinginkan oleh Tuan nya pada mereka semua.


.


.


.


Seneng kan kalian semua saat Azayn sudah bersatu lagi...


Jadi jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejaknya..


Like, komen, vote dan hadiahnya ya jangan lupa... Supaya Othor makin semangat buat selalu up tiap hari....


Subscribe dan pollow akun Othor juga ya....