
Keduanya hanya diam saja dan mengejar motor Zaniya yang sudah melesat dengan sangat cepat dan sudah jauh.
Sedangkan Zaniya yang sebenar lagi nyampe mainson dia memelankan laju motornya supaya tidak terlalu kentara oleh Daddy nya yang memang memiliki banyak mata dimana-mana.
"Huh, akhirnya gue sampai juga. Walau banyak drama saat akan pulang" ucap Zaniya yang sudah melepas helm nya dan langsung masuk kedalam mainson.
"Assalamualaikum" teriak Zaniya saat masuk kedalam mainson dan melangkah menuju ruang keluarga.
"Wa'allaikumsalam" jawab Zayn, Azalya dan Zahiya yang memang sedang menunggunya pulang.
"Kamu ini Zan, bisa bukan jika mengucapkan salam itu rodanya harus teriak-teriak" tegur Azalya pada putrinya yang memang selalu seperti itu jika datang.
"Jika aku tidak teriak-teriak, tidak akan seru Mom" jawab Zaniya yang menciumi punggung tangan kedua orang tuanya dan Zahiya yang hanya mengangguk saja tidak mau disalami.
"Kamu ini. Bersihkan diri kamu dulu, baru bisa ikut makan malam bersama" ucap Azalya yang mendorong tubuh Zaniya untuk segera masuk kedalam kamarnya.
"No Mom, aku masih lelah dan aku ingin makan dulu baru bebersih dan tidur. Jadi boleh ya jika Zani ikut makan bersama sekarang dan tanpa mandi" ucap Zaniya yang memperlihatkan puppy eyes nya.
"His... Kau itu kenapa jorok sekali Zan?" tanya Azalya melihat putrinya yang satu ini sepertinya sangat susah jika disuruh untuk mandi.
Apa lagi jika harus mandi pagi. Itu akan terasa sangat menyebalkan, karena akan ada banyak drama hari itu juga. Azalya saja sudah menyerah akan kelakuan putrinya itu sudah tidak mau lagi mengatakan apa-apa lagi.
"Come on Mom, aku ini tidak jorok. Aku hanya sedang mengirit air untuk mandi saja, jadi itu semua sangat berbeda dengan jorok. You know Mom?" tanya Zaniya yang malah membuat Zahiya dan Zayn hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah istri dan putrinya itu.
"Sesukamu lah Zan. Mommy sudah menyerah dengan apa yang akan kamu lakukan, Mommy menyerah untuk selalu mengingatkan kamu" ucap Azalya yang langsung pergi meninggalkan Zaniya yang tersenyum meringis mendengar ucapan dari Azalya.
Mereka semua makan malam bersama dan terlihat sangat harmonis tanpa adanya perdebatan atau percakapan yang memicu perdebatan.
.
Setelah makan malam selesai Zayn dan Zahiya masuk kedalam ruangan kerja Zayn. Sedangkan Zaniya langsung kekamarnya untuk membersihkan dirinya dan ingin langsung tidur. Tapi tidak jadi, karena dia mendapatkan ancaman dari Zahiya untuk ikut bergabung dengan mereka berdua.
"Come on Za, kenapa sih selalu saja tidak pernah membiarkan gue hidup dengan tenang" ucap Zaniya yang protes akan Zahiya yang mengganggunya untuk ikut bergabung dengan mereka.
"Lebih baik kamu jangan banyak protes. Kamu jelaskan semuanya ini pada kami" ucap Zahiya yang menyerahkan beberapa foto pada Zaniya yang terlihat sedikit syok mendengar apa yang diperlihatkan oleh Zahiya padanya.
"Ini, ini semua bisa aku jelaskan semuanya Dad. Daddy percaya kan sama aku?" tanya Zaniya yang menatap wajah Zayn yang memang selalu diam dan menatapnya datar.
"Jelaskan Zaniya" ucap Zahiya yang sudah mengatakan nya dengan tegas dan tanpa bantahan sedikit pun.
"Oke, oke. Aku akan jelaskan semuanya, tapi kalian berhenti menatap ku seperti itu" ucap Zaniya yang merasa sangat takut ditatap tajam oleh kedua orang yang ada dihadapan nya dan dengan aura yang sama. Sama-sama dingin dan menakutkan.
Zahiya dan Zayn kembali menatapnya datar dan tidak mengatakan sepatah katapun pada Zaniya sebelum Zaniya sendiri yang menjelaskan semuanya pada mereka berdua.
"Begini ceritanya Dad, Za" ucap Zaniya yang menceritakan segalanya dan tidak ada yang terlewat dan dilebihkan atau dikurungi ucapan nya.
"Jadi apa rencana kau kedepan nya? Bukankah kau tahu jika dia sudah dipecat dan tidak memiliki pekerjaan apa-apa. Apa lagi sekarang kau tahu bukan jika Ibunya itu sedang sakit parah, apa kau sudah tahu segalanya?" tanya Zahiya yang mengatakan nya setelah mendengarkan penjelasan dari Zaniya.
"Aku memang berencana untuk bisa memasukan kembali untuk diartikan mengajar dikampus kita lagi. Tapi aku risks tahu bagaimana rencananya, makanya aku berencana untuk mengatakan ini pada Daddy" jawab Zaniya yang membuat Zahiya menepuk keningnya sendiri mendengarkan ucapan dari Zaniya.
"Apa yang bisa Daddy bantu untuk kamu? Setahu Daddy, Daddy tidak memiliki koneksi didalam kampus tempat kalian kuliah" ucap Zayn yang menanyakan apa keinginan dari Zaniya.
"Yah, Zani kira Daddy bisa membantu aku" ucap Zaniya yang terlihat kecewa.
"Entahlah, mungkin saja saudaramu bisa membantumu" jawab Zayn yang membuat Zaniya mengernyitkan dahinya mendengar ucapan dari Zayn. Daddy nya.
"Apa kamu bisa melakukan nya Za?" tanya Zaniya yang menatap Zahiya dengan sangat lekat.
"Aku tidak bisa berjanji. Aku sudah mengatakan nya pada seluruh dosen dan tinggal menunggu keputusan dari pemilik yayasan saja. Jika memang mereka tidak sensi pada Pak Tama, mungkin mereka mau menerimanya kembali. Karena memang itu bukakanlah kesalahan nya" jawab Zahiya yang mengedikan bahunya cuek lalu dia menatap layar laptopnya dan menggunakan kode-kode yang Zaniya tidak mengerti sama sekali.
"Huh, kenapa kalian berdua selalu menggunakan kode-kode yang tidak aku mengerti sih??? Bikin kesel aja" ucap Zaniya yang menggerutu dan menghempaskan tubuhnya disofa dan menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa dengan kasar.
"Apa yang menggunakan kode Zan? Kamu ini ada-ada saja" ucap Zahiya yang menggelengkan kepalanya.
"Nah itu, apa yang kalian lakukan? Itu menggunakan kode-kode bukan? Menyebalkan!" tanya Zaniya yang menunjuk layar laptop milik Zahiya dan Zayn yang entah sedang apa kedua orang itu. Sambil menggerutu tidak jelas.
"Kami sedang bekerja Zan, kamu sendiri bukan yang seharusnya mengerti dengan semua ini. Karena kamu bilang akan meneruskan usaha Daddy? Kenapa malah bertanya?" jawab Zahiya dan dia bertanya balik pada Zaniya yang malah nyengir kuda menampilkan gigi putihnya pada Zahiya dan Zayn.
"Kenapa seperti itu? Apa kamu tidak ingin melakukan nya? Atau kamu berubah fikiran setelah bertemu dan dekat dengan orang tua dosen muda itu. Siapa Za namanya?" tanya Zayn yang malah menggoda Zaniya sambil melibatkan Zahiya untuk ikut menggodanya juga.
"Namanya Wiratama Dad. Tapi dia sering dipanggil Tama, ada yang salah Dad?" jawab Zahiya dan dia bertanya kembali pada Daddy nya.
"Nama yang sesuai dengan karakternya yang memang tidak bisa untuk menerima sogokan dari seseorang yang memang hanya mementingkan uang yang mereka anggap paling baik dalam menyelesaikan segala hal" ucap Zayn yang menatap wajah Zaniya yang sedikit berubah setelah Zayn membahas masalah Tama didepan nya.
"Daddy memang benar. Jika semuanya sudah selesai dan dia bisa mengajar lagi, mungkin anak-anak yang tidak menyukainya akan sangat kecewa dan mungkin marah karena tidak bisa menyingkirkan nya dari kampus itu" jawab Zahiya yang memang sudah tidak ingin kuliah lagi ditempat umum.
"Lalu kenapa kamu tidak menginginkan kuliah disana lagi? Apa kamu tidak ingin melakukan itu karena adanya sesuatu?" tanya Zayn yang sebenarnya sudah tahu apa yang diinginkan oleh putrinya yang satu ini.
"Kalian ini sedang membahas apa? Kenapa membahas tidak lanjut kuliah? Apa Zahi tidak ingin lanjut kuliah lagi?" tanya Zaniya dengan panjang kali lebar kali tinggi pada Zahiya dan Zayn.
"Bukankah dari awal kamu sudah tahu Zan? Jika aku memang tidak ingin kuliah ditempat umum. Kenapa musti bertanya lagi?" tanya Zahiya yang memang sudah sering mengatakan jika dia tidak ingin kuliah ditempat umum dan itu sangat membuatnya tidak nyaman.
"Oke, aku mengerti sekarang. Kenapa kamu selalu berpenampilan seperti itu dan tidak mau berdekatan dengan siapapun. Karena alasan kamu tidak nyaman bukan?" tanya Zaniya yang dijawab anggukan kepala oleh Zahiya dan Zayn yang memang sama dengan nya waktu muda dulu.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah keluar kuliah? Apa tidak akan melanjutkan kuliah kamu lagi atau memang ingin diluar negri?" tanya Zaniya yang menatap wajah Zahiya penuh selidik.
"Tentu saja aku tidak akan melakukan apa yang kamu tanyakan padaku. Tapi kamu tidak perlu tahu" jawab Zahiya yang mengalah dan mengatakan apa yang ditanyakan oleh Zaniya padanya.
Baik Zayn, Zahiya dan Zaniya. Ketiganya saling diam dan larut dalam fikiran mereka masing-masing hingga Azalya datang dan melihat ketiganya saling diam satu sama lain.
"Kalian ini sedang melakukan apa hingga selarut ini?" tanya Azalya saat sudah masuk kedalam ruangan kerja Zayn dan melihat mereka semua diam.
"Kenapa tidak ada yang menjawab? Apa kalian bertiga mendadak bi*u? Apa lagi kamu Zaniya, Mommy tidak percaya dengan apa yang kamu lakukan sekarang" tanya Azalya yang menatap wajah ketiga orang kesayangan nya.
"Lalu apa yang akan aku katakan pada Mommy? Jika aku saja tidak tahu apa yang harus aku jawab" tanya Zaniya balik pada Azalya yang menatapnya tajam.
"Sudahalah, aku mau kekamar ku saja. Diskusinya sudah selesai bukan Dad?" tanya Zaniya padanya Zayn yang mengangguk mengiyakan pertanyaan dari Zaniya.
"Apa yang sedang kalian diskusikan bertiga? Dan kenapa wajah Zaniya malah terlihat kesal an tidak bersemangat?" tanya Azalya saat Zaniya sudah pergi dari ruangan kerja milik suaminya.
"Tidak ada yang kami diskusikan Mom, kami hanya mengobrol saja dan menanyakan kemana saja dia seharian ini. Itu saja Mom" jawab Zahiya pada Azalya supaya tidak akan ada pertanyaan-pertanyaan lainnya lagi.
"Benarkah?" tanya Azalya dengan tatapan menyelidiknya pada Zahiya yang memang tanpa ekspresi apapun diwajahnya. Sama seperti Zayn.
"Hmm" jawab Zahiya yang membereskan laptopnya dan membawanya menuju kamarnya setelah berpamitan pada Mommy dan Daddy nya.
"Kenapa wajahmu seperti itu sweetie?" Tanya Zayn yang langsung menarik pinggang Azalya untuk mendekat padanya dan memeluknya.
"Aku hanya ingin tahu saja apa yang sedang kalian bicarakan. Kenapa aku tidak boleh tahu?" jawab Azalya sambil bertanya pada Zayn dan mengalungkan tangan nya dileher kokoh Zayn lalu berjinjit untuk bisa mencium bibir Zayn sekilas.
"Mereka berdua hanya menanyakan soal pekerjaan dan juga kuliah. Apa lagi Zahiya yang tidak ingin kuliah ditempat umum lagi, dan itu sudah sering dia katakan bukan sebelumnya? Jadi aku hanya mendengarkan dan mendiskusikan semua yang terbaik untuknya" jawab Zayn yang memang tidak mengatakan semuanya pada Azalya apa yang sebelumnya mereka katakan.
"Jika memang itu yang dikatakan dan diinginkan oleh Zahiya kenapa kita akan memaksakan yang tidak dia inginkan? Apa lagi dia memang sangat mirip dengan mu By" ucap Azalya yang malah menggoda Zayn sambil mengusap perut kotak-kotak Zayn yang sangat menggodanya itu.
"Jangan menggodaku hmm" ucap Zayn yang menggeram akan ulah Azalya membuat sesuatu yang sedang tertidur dibawah sana menjadi bangun dan on fire.
"Kau membangunkan nya sweetie. Jadi kau harus bertanggung jawab untuk menidurkan nya kembali" ucap Zayn yang langsung me**mat bibirnya dan meninggalkan jejak kepemilikan nya dipermukaan kulit putih Azalya dan begitu kentara.
"Lakukanlah sesuka hatimu Hubby" ucap Azalya yang memang menginginkan nya juga.
Walau mereka berdua sudah tua dan tidak tua-tua sekali lah ya. Karena mereka masih sangat semangat untuk melakukan itu semua dengan rutin. Walaupun Zayn setelah melakukan itu akan tidak sadarkan diri dalam beberapa jam kedepan. Tapi mereka tetap melakukan nya, karena itu adalah hal rutin yang selalu mereka berdua lakukan setiap malam dan setiap hari bila perlu.
.
Sedangkan Zahiya yang akan naik kekamarnya melihat Daffy sedang duduk sendirian dibalkon dekat kamar mereka berdua yang berdekatan. Zahiya melihatnya semakin dekat dan menatapnya dengan lekat.
'Sedang apa bang Daffy disana dan dengan wajah yang sangat murung? Apa dia mengingat uncle and auntie?' gumam Zahiya dalam hati sambil meletakan laptop yang dia bawa diatas meja dan dia melangkah mendekati Daffy.
"Apa aku boleh gabung dengan abang?" tanya Zahiya yang sudah berdiri dibelakang Daffy.
"Hmm" jawab Daffy dengan menguap matanya yang membasah karena menangis.
"Apa abang sedang mengingat uncle dan auntie? Maaf jika aku ikut campur dalam urusan pribadi dan mungkin prifasi abang. Aku hanya ingin bisa mengurangi beban berat dalam hati abang supaya lebih tenang" tanya Zahiya yang menanyakan nya sambil menatap kedepan sana supaya Daffy tidak merasa canggung atau malu karena dia melihatnya menangis.
"Tidak apa-apa Za. Abang justru terimakasih karena kamu mau menemani abang disini, abang memang sedang mengingat mereka berdua. Makanya abang sedang berdo'a pada Allah supaya menempatkan keduanya ditempat yang paling nyaman dan bisa membuat mereka bisa tenang. Abang juga habis sholat, dan langsung kemari untuk menenangkan fikiran abang disini yang terasa sejuk dan lebih tenang" jawab Daffy yang menatap wajah Zahiya dari samping dan terlihat sangat berbeda dan juga terlihat sangat cantik.
"Syukurlah jika abang sudah melakukan itu semua. Karena dengan begitu abang bisa lebih tenang dan bisa berfikiran jernih. Jika abang sedang sedih atau mengingat mereka berdua, abang memang harus sholat dan berdo'a untuk memohon pada Allah untuk meringankan siksaan untuk uncle dan auntie disana. Juga bisa menenangkan fikiran abang juga disini, saran aku abang jangan selalu memikirkan orang yang sudah tiada. Karena dengan kita selalu memikirkan mereka makan kita sendiri yang akan tersiksa dan selalu mengingat mereka terus. Jadi abang harus bisa mengalihkan rasa rindu dan juga ingat pada kedua orang tua abang. Aku tidak bermaksud untuk membuat abang melupakan mereka berdua, hanya saja bisa mengalihkan perasaan itu pada yang lain, yang lebih positive dan bisa membuat abang tenang" jelas Zahiya panjang lebar pada Daffy.
"Kamu memang benar Za, abang sedang melakukan itu semua. Walau berat dan akan sangat sulit, abang akan melakukan nya demi kebaikan mereka berdua juga" jawab Daffy yang membenarkan ucapan dari Zahiya padanya.
Walau usia Zahiya terbilang masih sangat muda dan juga tidak berpengalaman dalam masalah ini. Tapi dia berfikir sangat dewasa dan bisa menasehati Daffy yang sedang terpuruk karena masih dalam masa berkabung. Walau itu sudah berlalu cukup lama, bagi seorang anak akan sangat kehilangan kedua orang tuanya. Apa lagi kepergian mereka berdua terbilang sangat berdekatan.
.
.
.
Othor sudah up 3bab ya hari ini... Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya buat Othor supaya makin semangat buat selalu up tiap hari...
Salam sehat selalu dari Othor 😘😘😘