Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Berdua atau berempat???



Semua orang langsung pergi menuju rumah sakit yang diberitahukan oleh Azalya tadi. Sedangkan Azalya menemui Zayn yang sedang menunggunya didalam ruangan yang tersembunyi dan tidak diketahui oleh orang lain.


"Apa baby baik-baik saja?" tanya Zayn yang mengusap perut Azalya yang sudah terlihat membuncit.


"Baby baik-baik saja By, malah aku dan baby merindukan hubby" ucap Azalya yang langsung memeluk tubuh Zayn yang berdiri dihadapan nya.


"Benarkah?" tanya Zayn yang menatap dengan tatapan datarnya seperti biasa.


"Serius. Bahkan baby ingin dijenguk oleh Daddy nya" jawab Azalya sambil berbisik ditelinga Zayn kalimat terakhirnya.


"Jika begitu, kita langsung pergi sekarang juga. Kau bilang dulu pada Mommy dan yng lainnya dulu, sebelum mereka malah mencari mu" ucap Zayn yang mencubit hidung mungil Azalya dengan gemas.


"Hubby Iihhh, kenapa harus hidung aku sih... Kan sakit" ucap protes Azalya yang membuat Zayn semakin gemas pada Azalya.


PLETAK....


"Seperti ini bukan" ucap Zayn yang sudah menyentil kening Azalya lumayan keras.


"Ish, aku ini sebentar lagi akan menjadi seorang Ibu dari dua baby. Masih saja disentil keningnya" gerutu Azalya yang sedang mengusap-ngusap keningnya yang terasa berdenyut nyeri akibat sentilan dari Zayn.


"Benarkah? Kenapa aku melihat kau masih saja seperti anak kecil yang selalu saja ceroboh dan tidak bisa berhati-hati" ucap Zayn yang masih menatap Azalya yang sedang mengerucutkan bibirnya.


"Lihatlah, sikapmu ini. Kau itu memang seperti anak kecil" ucap Zayn yang mencomot bibir Azalya yang sedang mengerucut.


"Ish, hubby nyebelin" ucap Azalya yang memukul dada bidang Zayn dengan perlahan dan langsung memeluk Zayn.


"Ini adalah yang paling aku sukai. Memeluk hubby dan bisa menghirup aroma tubuh hubby seperti ini" ucap Azalya yang menelusupkan wajahnya didada bidang Zayn dan menghirup aromanya dalam-dalam.


"Kita pergi sekarang, sebelum ada yang melihatnya" ucap Zayn yang langsung mengurai pelukan nya pada Azalya.


Azalya menurut dengan apa yang Zayn katakan padanya. Azalya masih memeluk tubuh Zayn yang sedang berjalan disampingnya juga memeluk tubuh mungil Azalya.


"Kita akan kemana By?" tanya Azalya yang sudah berada didalam mobil bersama dengan Angga, Max dan Jo.


Zayn hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan dari Azalya yang sedang menatap jalanan yang terlihat ramai lancar dan Azalya sangat menikmati perjalanan yang dia sendiri tidak tahu akan dibawa kemana oleh Zayn. Tapi Azalya tidak pernah lepas dari Zayn dan juga selalu menggenggam tangan Zayn yang berada didekatnya.


"By, apa kita akan langsung pergi dari sini untuk bisa menghindari orang-orang dari Addofo Barnard itu?" tanya Azalya yang entah tahu dari mana jika orang yang mengincarnya adalah Addofo Barnard.


Zayn mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan dari Azalya yang malah membahas masalah Addofo Barnard. Begitu juga dengan ketiga pria yang selalu ada bersama dengan mereka berdua. Mereka bertiga berfikir, jika dia tidak pernah mengatakan apa-apa dan menyebutkan nama itu pada semua orang. Apa lagi dihadapan Azalya.


"Kau tahu dari mana nama pria yang kau sebutkan tadi?" tanya Zayn dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


"Tahu saja. Dan memang benar bukan? Jika memang benar bukan yang sedang mengincar hubby dan juga aku adalah pria yang aku sebutkan tadi?" tanya Azalya yang mengatakan itu semua dengan menatap Zayn yang berada disampingnya.


'Apa mungkin baby twins memiliki penglihatan yang tidak dimiliki oleh orang lain? Atau hanya perasaan ku saja' gumam Zayn dalam hati, karena dia masih belum bisa percaya dengan apa yang dia dengar dari Azalya.


"Hubby kenapa diam? Apa ada yang salah dengan ucapan ku tadi?" tanya Azalya yang mendongak menatap wajah Zayn dari dekat.


"Tidak apa-apa" ucap Zayn yang mengusap kepala Azalya dan juga pipinya yang membuat Aza semakin senang dan juga bahagia.


Walau sikap dan bicara Zayn dingin tapi perlakuan nya itu dan juga perhatian nya selalu membuat Azalya semakin senang semakin senang dan juga ingin selalu seperti ini setiap hari. Azalya masih memeluk pinggang Zayn dengan sangat eratnya.


"Kau ini" ucap Zayn yang msngacak rambut Azalya yang sedang digerai. Karena Zayn memang sangat menyukai jika Azalya menggerai rambutnya.


"By, kita ini saudara kemana sih? Bikin penasaran saja sih?" tanya Azalya yang malah semakin mempererat pelukan nya pada Zayn dan dia malah mendusel-dusel dada bidang Zayn yang selLu membuatnya nyaman dan juga selalu memberikan ketenangan.


"Kita akan kesuatu tempat yang akan membuat mu tidk akan bosan dan juga selalu ingin berdekatan dengan ku" jawab Zayn yang berbisik pada Azalya dan itu membuat Azalya langsung bisa menebak tempat seperti apa yang dimaksud oleh Zayn.


"Janji, akan seperti ini lebih lama lagi. Karena aku tidak ingin waktu yang sekarng kita lewati cepat berlalu. Apa lagi hubby ingin menghadapi orang seperti itu yang memang sangat licik dan juga bisa melakukan apapun untuk bisa mencapai apa yang dia inginkan" ucap Azalya yang menatap wajah Zayn dan mengusap pipi dan menciumnya dengan sangat lembut.


"Apa kau sedang menggoda ku, hmm?" tanya Zayn yang menatap Azalya dengan tatapan yang menginginkan lebih dari sekedar berciumann saja.


"Jika hubby menginginkan lebih, kita berhenti dulu dihotel. Karena aku juga sangat menginginkan nya" ucap Azalya yang memeluk Zayn dan berbisik pada kalimat terakhirnya.


Tanpa mengucapkan apapun Zayn menutup sekat mobilnya dan langsung menyambar bibir Azalya dengan sangat rakus. Dia langsung menelusupkan tangan nya pada buku yang dikenakan oleh Azalya dan menemukan buah cerry yand tumbuh semakin terasa membesar dan juga sangat membuat Zayn senang.


Azalya mati-matian menahan suaranya agar tidak keluar dan membuat orang yang sedang ada didalam mobil yang sama mendengarnya. Zayn melakukan nya dengan sangat perlahan dan juga hati-hati. Karena dia tidak ingin menyakiti twins didalam perut Azalya.


Setelah melakukan iya iya, keduanya saling mengatur nafasnya yang masih tersengal-sengal akibat permainan keduanya. Sedangkan yang ada didalam mobil yang sama menggunakan headset nya masing-masing supaya tidak bisa mendengar apa yang dilakukan oleh King nya dan juga Nyonya nya.


"By, aku lelah" ucap Azalya yang langsung merebahkan dirinya disamping Zayn dan kepalanya diatas pangkuan Zayn. Zayn hanya mengusap-ngusap kepala Azalya supaya lebih tenang dan juga nyaman.


Setelah sampai tujuan, dimana Zayn sudah menyiapkan tempat persembunyian untuk Azalya dan juga twins baby Z. Zayn menggendong Azalya yang masih terlelap dengan hati-hati supaya tidak terganggu, tapi semenjak hamil Azalya semakin sensitive akan sentuhan dan juga suara. Sebagaimana pelan nya Zayn mengangkatnya tetap saja Azalya merasakan nya dan terbangun.


"Kita sudah sampai by?" tanya Azalya yang dijawab deheman saja oleh Zayn. Karena dia sudah memasuki sebuah rumah sederhana dan juga terlihat sangat asri.


Jangan lupakan ini adalah ditempat pedalaman dan tidak ada internet. Jangankan jaringan internet, satellite saja tidak bisa menjangkau tempat ini, dan itulah tujuan Zayn menempatkan Azalya disini dengan empat orang kepercayaan nya nanti saat dia melakukan penyerangan pada kelompok Addofo Barnard.


Zayn juga sudah memberitahukan jika Azalya bersama dengan nya dan juga sudah aman. Zayn segera bersiap untuk melakukan penyerangan sekarang juga. Azalya yang melihat Zayn bersiap segera memeluknya dari belakang dan menelusupkan wajahnya dipunggungnya dengan perasaan yang tidak karuan.


"Kau jangan pernah keluar dari sini. Karena semuanya kebutuhan kalian sudah lengkap dan tidak ada yang perlu kamu khawatirkan lagi. Tunggu aku kembali, jika ada yang mengaku orang suruhan ku. Jangan pernah mempercayainya, walau itu adalah orang kepercayaan ku sendiri. Jaga twins baby Z dengan baik. Ini adalah pertempuran teraktir ku" ucap Zayn yang membalikan tubuhnya menghadap kearah Azalya yang sedang menatapnya dan langsung memeluk tubuh kekar Zayn dengan erat.


"Hubby harus berjanji satu hal padaku. Hubby harus kembali dengan selamat dan bisa mengalahkan semua musuh yang sudah mengganggu ketenangan dan juga kenyamanan hubby selama ini. Berjanjilah padaku dan pada twins baby Z" ucap Azalya yang mengurai pelukan nya dan meletakan tangan Zayn pada pipinya dan juga perutnya yang terasa ada denyutan didalam sana.


"I'm promise you sweetie" ucap Zayn yang langsung memeluk tubuh mungil Azalya dan mengecupi kepala Azalya dengan sangat lembut dan juga penuh kasih sayang padanya.


"Daddy pergi dulu baby Z, jangan nakal pada Mommy. Patuhlah, Daddy akan berusaha sekuat dan semampu Daddy untuk bisa mengalahkan nya. Jaga Mommy kalian dengan baik, jangan membuat Mommy susah" ucap Zayn yang langsung mencium perut Azalya dan mengusapnya lalu bangkit lagi memeluk tubuh istrinya.


"Jaga mereka dengan baik. Aku pergi sekarang" ucap Zayn setelah mengurai pelukan nya pada Azalya. Azalya hanya mengangguk dan tersenyum tipis menyemangati Zayn untuk bisa mengalahkan orang yang sudah membuatnya dan keluarganya berpisah.


"Kalian berdua disini saja dengan Gabby dan Dabby. Kalian juga istriku dengan nyawa kalian semua, jangan biarkan siapapun bisa masuk kemari dan mendekatinya. Tanpa terkecuali" ucap Zayn yang memberikan ultimatum pada keempat orang yang dipercaya untuk menjaga Azalya yang sedang mengandung.


"Kami akan melakukan apa yang anda perintahkan King. Kami akan mengerahkan seluruh tenaga dan juga jiwa raga kami untuk menjaga Nyonya" jawab Max yang diangguki oleh ketiga orang yang berada disampingnya.


Zayn langsung pergi setelah mengatakan itu pada orang yang ditugaskan untuk menjaga Azalya. Sedangkan Azalya menatap Zayn dengan tatapan yang sudah berkaca-kaca melepas kepergian Zayn untuk benar-benar berperang dengan orang-orang yang selalu mengincarnya.


Zayn sekarang hanya berdua dengan Angga yang selalu standby. Tidak lama kemudian Marcos dan Jeff datang dengan membawa berbagai senjata yang bisa dia ambil dari Addofo Barnard yang merencanakan ingin menangkap Zayn malah kecolongan karena dia orang yang Zayn suruh lebih cerdik dalam melakukan hal tipu menipu. Jadi semuanya selesai dengan sangat baik mereka lakukan.


Zayn benar-benar melakukan apa yang dia katakan tadi pada Azalya dan juga twins baby Z. Dia mendatangi markas Addofo Barnard yang ternyata sangat jauh dari tempat yang dia perkirakan.