
"Sudah selesai, sekarang kamu istilahat saja" ucap Daffy setelah selesai membersihkan luka Zahiya dan membalutnya dengan kasa.
"Terimakasih bang" ucap Zahiya yang ingin beranjak dari duduknya tapi tiba-tiba kepalanya pusing dan pandangan nya memudar.
BRUK...
"Za" ucap Daffy yang langsung sigap menahan tubuh Zahiya yang terjatuh.
"Za, bangun Za.. " ucap Daffy yang menepuk-nepuk pipi Zahiya yang sudah tidak sadarkan diri lagi.
"Kamu pasti kehilangan banyak darah Za" ucap Daffy yang mengangkat tubuh Zahiya menuju kamarnya. Lalu merebahkan nya diatas ranjang dan segera menyelimuti dan mengambil alat kompres.
"Kamu juga demam, semoga saja demam kamu segera turun sebelum pagi. Abang takut jika nanti demam kamu nggak turun, auntie akan panik melihat kondisi kamu seperti ini Za" ucap Daffy yang terus mengompres kening Zahiya dengan sangat telaten.
"Maafkan abang yang tidak bisa menjaga kamu Za, abang memang tidak tahu apa yang sedang kamu lakukan dan siapa yang sudah melakukan ini pada kamu. Abang akan berusaha untuk bisa menjaga kamu" ucap Daffy sambil menggenggam tangan Zahiya dan mengusap-ngusapnya hingga dia tidak terasa ikut terlelap juga bersama dengan Zahiya.
Saat hampir subuh Zahiya tersadar dan dia merasakan ada yang menindih tangan nya, dia menoleh kesamping dan ternyata ada Daffy yang menggenggam tangan nya sambil tertidur.
"Abang sudah menjagaku semalaman ini. Maaf sudah membuat abang khawatir dan harus berada disini" gumam Zahiya yang menatap wajah teduh Daffy yang terpejam disampingnya.
"Seharusnya abang tidak perlu seperti ini padaku. Karena akan sangat sulit untuk abang bisa melupakan ku nantinya. Abang akan tersiksa sendiri dengan perasaan yang abang miliki, semoga saja abang bisa mendapatkan apa yang abang inginkan selain aku" ucapnya lagi sambil menyentuh kening Daffy yang mengerut. Sepertinya dia bermimpi buruk atau sebaliknya.
Zahiya terus menatapi wajah tampan dan juga teduh dari seorang Daddy Zi Pratama. Dia memang sangat penyayang dan juga tidak pernah marah, dia bahkan mengagumi sosok Daffy yang kalem dan tidak banyak bicara itu. Tapi untuk perasaan cinta... Rasanya tidak mungkin, karena dia tidak pernah merasakan ada getaran aneh dalam dirinya. Atau detak jantungnya tidak karuan, dia merasakan perasaan kagum sebagai adik dan abang saja, tidak lebih dari itu.
Zahiya merasakan ingin buang air, dia mencoba untuk bangun dan memindahkan tangan Daffy yang sedang menggenggam tangan nya. Tapi lukanya terasa sakit dan ngilu karena memang cukup dalam, apa lagi hanya diobati biasa saja tanpa bantuan atau pantauan oleh ahlinya, yang mana seorang dokter. Hanya Daffy yang mengobatinya sebisa dirinya.
"Sshhh" Zahiya mendesis saat akan bangun dan itu membuat Daffy terbangun dan segera menatap Zahiya.
"Apa kamu membutuhkan sesuatu? Biar abang ambilkan" tanya Daffy yang masih belum sadar sepenuhnya.
"Aku hanya ingin kekamar mandi" jawab Zahiya yang mengatakan nya sangat pelan.
"Oh, biar abang bantu" ucap Daffy yang membantu Zahiya untuk bangun dari berbaringnya.
"Makasih bang, aku bisa sendiri. Abang kembalilah kekamar abang, sebenar lagi akan pagi dan biasanya Daddy akan datang beberapa saat lagi" ucap Zahiya yang memberikan perintah pada Daffy.
"Baiklah, abang akan kembali kekamar. Tapi benarkan jika kamu tidak apa-apa?" tanya Daffy yang menatap Zahiya dengan lekat lalu melihat penampilan Zahiya yang sedikit berantakan.
"Hmm, aku baik-baik saja. Pergilah" jawab Zahiya yang meminta Daffy keluar.
Belum sempat Daffy melangkahkan kakinya menuju pintu kamar Zahiya. Zayn sudah ada disana dan melihat semuanya dan menatap keduanya dengan tatapan dingin menusuk.
"Abang pergilah, aku akan menjelaskan semuanya pada Daddy" ucap Zahiya yang meminta Daffy untuk keluar dari kamarnya.
"Tapi Za... " Daffy belum selesai berbicara sudah dipotong lebih dulu oleh Zahiya.
"Pergilah, aku tidak apa-apa dan bisa sendiri melakukan nya" ucap Zahiya pada Daffy.
Daffy yang awalnya ragu-ragu akhirnya mau meninggalkan Zahiya dengan Zayn yang menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Daffy hanya menunduk dan segera keluar dari kamar Zahiya.
"Bisa kau jelaskan Queen?" tanya Zayn dengan penuh penekanan disetiap katanya.
"Nanti aku jelaskan Dad, aku akan segera kembali" jawab Zahiya yang langsung masuk kedalam kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya sebagian yang tidak terluka.
Lalu dia menggati perban yang ada dibahunya dengan sangat perlahan dan saat sedang kesulitan Zayn masuk lalu mambantunya.
"Apa kau tidak ingin Daddy bantu? Kenapa kau begitu sama dengan Daddy?" tanya Zayn yang membuat Zahiya hanya bisa diam dan menunduk.
"Sudah selesai, sekarang keluar dan jelaskan semuanya" ucap Zayn yang langsung pergi meninggalkan Zahiya yang masih berdiri didepan cermin besar didalam kamar mandinya.
"Apa yang harus aku jelaskan Dad? Apa Daddy tidak akan murka jika mengetahui segalanya?" gumam Zahiya sambil menatap cermin didepannya.
Zahiya keluar dalam kondisi yang sudah segar dan dia masih menggunakan bathrobe untuk menemui Zayn. Dia akan menggunakan pakaian nya dulu tapi Zayn tidak ingin menunggu lagi, dia sudah tidak sabar mendengarkan penjelasan dari Zaniya dan itu sebenarnya sudah dia ketahui dari anggotanya. Tapi dia ingin mendengar penjelasan fersi Zahiya.
"Jelaskan Queen" ucap Zayn dengan nada tegasnya.
Zahiya menjelaskan semuanya pada Zayn dan itu sama dengan apa yang dilaporkan oleh anggotanya. Zayn terus mendengarkan dan akhirnya dia faham dengan apa yang dikatakan oleh Zahiya padanya.
"Lalu siapa yang menyuruhnya menyerangmu?" tanya Zayn pada Zahiya.
"Aku belum yakin karena uncle Angga sendiri yang menanyai tawanan yang sengaja aku bawa kemarkas" jawab Zahiya yang menjelaskan semuanya pada Zayn.
"Itu lebih baik. Jika dia tidak mengatakan atau mengatakan yang sebenarnya, lenyapkan saja dia. Karena dia tidak berguna" ucap Zayn yang membuat Zahiya menyeringai saat mendengar ucapan dari Zayn.
"Tidak perlu melenyapkan nya Dad. Karena dia sendiri yang menginginkan kematian itu datang padanya" ucap Zahiya yang sama saja fikiran nya dengan Zayn yang sama-sama memiliki jiwa psycho.
"Itu lebih bagus. Istirahatlah lagi, nanti biar Daddy suruh pelayan yang akan menyiapkan segala sesuatu yang kau butuhkan. Dan Aaron akan kemari untuk mengecek kondisi mu" ucap Zayn yang langsung beranjak dari duduknya menuju pintu keluar dari kamar Zahiya.
Zahiya menatap punggung Zayn yang masih kokoh dan sangat tegak itu. Dia terus menatap sosok yang menjadi idolanya sejak kecil hingga sekarang. bahkan dia tidak bisa melupakan jika dia pernah melakukan tugas pertamanya dalam misi yang sangat berbahaya.
Zahiya segera memakai pakaian nya dan dia langsung merebahkan kembali tubuhnya diatas ranjang miliknya. Dia mencoba memejamkan matanya hingga dia tidak terasa sudah terpejam cukup lama.
.
Diruang makan Daffy memang selalu diam, tapi saat ini Diamnya itu berbeda. Membuat Zaniya yang melihat dan ada perbedaan darinya langsung bertanya.
"Bang Daffy sakit? Tidak seperti biasanya?" tanya Zaniya yang menatap Daffy dengn tatapan penuh tanya.
"Abang nggak apa-apa kok, hanya sedang pusing saja" jawab Daffy yang menunduk dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
"Iya auntie, semalam Daffy memang tidak bisa tidur. Karena sedang banyak sekali tugas dan semuanya harus dikumpulkan hari ini. Makanya Daffy harus bergadang" jawab Daffy yang menutupinya dari Azalya dan Zaniya.
"Oh, auntie Kira kamu sakit dan tidak enak badan. Sekarang sarapan yang banyak, setelah itu baru minum vitamin untuk memulihkan kondisi kamu" ucap Azalya yang memerintah Daffy untuk minum vitamin.
"Iya auntie, akan Daffy minum. Kalau begitu Daffy duluan, karena Daddy sudah selesai sarapan nya" ucap Daffy yang lebih dulu menyelesaikan sarapan nya lalu segera naik keatas untuk bisa melihat kondisi Zahiya sekarang.
"Apa dia sudah baik-baik saja? Apa dia mendapatkan amarah dari uncle Z? Aku harus segera melihatnya" ucap Daffy yang langsung menuju kamar Zahiya yang masih tertutup rapat.
"Za, apa... " belum sempat Daffy mengatakan apa yang akan dia ucapkan berhenti saat melihat ada seorang dokter yang sedang memeriksa Zahiya yang terlihat tidak sadarkan diri.
"Apa yang sedang anda lakukan disini? Dan dari mana anda bisa masuk kemari?" tanya Daffy penuh dengan selidik.
"Tenangkan dirimu anak muda. Saya disuruh kemari oleh Tuan Z, karena saya ditugaskan untuk memeriksa Danu mengobati putrinya. Jadi kau tidak perlu khawatir lagi akan keadaan nya sekarang, dia hanya butuh istirahat yang cukup juga transfusi darah saja" jelas Aaron yang sedang memeriksa Danu juga sedang memantau keadaan Zahiya sekarang.
"Maaf saya sudah mencurigai anda dokter. Dan terimakasih sudah memberikan pertolongan untuknya" ucap Daffy sambil membungkukan tubuhnya pada Aaron.
"Ini sudah tugas dan kewajiban saya sebagai dokter pribadi dari Tuan Z" jawab Aaron yang langsung membereskan barang-barangnya untuk segera pergi dari sana setelah semuanya selesai.
"Oh iya, saya juga berterimakasih pada anda Tuan Muda, karena dengan anda segera membersihkan lukanya membuat tidak infeksi. Anda memang saudara yang baik dan patut untuk dicontoh" ucap Aaron padanya Daffy.
"I... Iya, saya memang saudaranya dan itu sudah tugas dan kewajiban saya untuk bisa menjaga dan membantunya" jawab Daffy yang mengatakan nya dengan terbata-bata karena mau dilihat seperti apapun tetap diam adalah saudaranya Zahiya.
'Kau berharap apa Daf? Kau berharap jika dokter itu menganggap kau sebagai kekasih dari Zahiya? Jangan berharap terlalu jauh Daf, sebelum kau merasakan sakitnya saat terjatuh' gumamnya dalam hati saat melihat dokter itu sudah pergi dari kamar Zahiya dan menghilang entah kemana.
"Za, cepatlah sembuh. Abang butuh penjelasan dari kamu" ucap Daffy yang sudah duduk disamping Zahiya yang sedang tertidur.
Daffy masih menatap Zahiya yang masih terlelap dengan sangat tenangnya. Bahkan wajahnya sudah tidak terlihat pucat lagi, bahkan sekarang sudah lebih segar dari semalam dia lihat.
"Segera sembuh Za. Abang harus kuliah dulu, setelah selesai abang akan kemari lagi. Semoga saja kamu masih ada didalam kamar ini, karena kamu jika sudah sedikit lebih baik pasti sudah tidak ada ditemat yang sama" ucap Daffy yang langsung pergi setelah mengatakan itu pada Zahiya.
Daffy langsung masuk kedalam kamarnya dan segera bersiap. Untung saja saat Daffy keluar dari kamar Zahiya tidak ada yang melihatnya, jika tidak pasti akan heboh dipagi hari ini oleh semua orang.
.
"Mom, apa Zahi tidak pulang lagi? Sebenarnya dia ini kemana, kenapa jarang sekali pulang?" tanya Zaniya padanya Azalya yang sedang meminum jusnya.
"Mommy hanya diberitahu jikaaku dia sedang mempersiapkan dirinya untuk kuliah lagi. Tapi tidak ditempat umum, kenapa memangnya?" jawab Azalya yang balik bertanya pada Zaniya.
"Nggak apa-apa sih Mom, hanya sedikit khawatir saja padanya. Ya, walau dia jago bela diri tetap saja dia adalah perempuan yang butuh perlindungan" jawab Zahiya yang menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.
"Kau tidak perlu khawatir padanya. Daddy sudah menugaskan beberapa bodyguard untuk menjaganya dimanapun dia berada" ucap Zayn yang menimpali ucapan dari Zaniya dan Azalya, istrinya.
"Oh iya, aku sampe lupa jika aku memiliki Daddy yang hebat dan juga memiliki kekuasaan" ucap Zaniya yang membuat Zayn menggelengkan kepalanya melihat sikap putrinya yang satu ini.
'Maafkan Daddy yang menyembunyikan kondisi Zahiya pada kalian Zan, Daddy hanya ingin kalian tidak khawatir akan kondisi Zahiya saat ini. Jika kalian tahu apa lagi Mommy kamu yang tahu, pasti dia akan sangat panik dan akan sakit juga' ucap Zayn yang menatap pada kedua orang kesayangan nya itu.
"Oke Mom, Dad. Aku harus segera kekampus, hari ini ada materi yang sangat penting. Jadi aku harus segera kesana sekarang" pamit Zaniya padanya Zayn dan Azalya.
"Hati-hati, jangan kebut-kebutkan Zani. Mommy tidak suka jika kamu seperti itu!" teriak Azalya saat melihat putrinya sudah jauh.
"His, dasar anak itu. Bikin pusing saja akan tingkahnya itu" ucap Azalya sambil menggerutu karena putrinya yang satu itu.
"Sabar saja, dia memang seperti itu. Kita hanya bisa selalu mengingatkan nya saja supaya selalu hati-hati" ucap Zayn yang merangkul tubuh Azalya dan mengajaknya menuju taman belakang yang mana bunga-bunga yang ditanam oleh Azalya waktu itu sudah mulai bermekaran.
"Dari pasangan marah-marah, lebih baik melihat bunga-bunga yang kau tanam" ucap Zayn yang memperlihatkan beberapa bunga yang sedang bermekaran dipagi hari ini.
"Iya By, terlihat sangat cantik dan indah sekali" ucap Azalya yang langsung berjalan menuju bunga-bunga tersebut.
Zayn mengikutinya dan menatap bagaimana bahagianya Azalya yang hanya melihat dan menikmati keindahan bunga-bunga.
"Sesederhana itukah kebahagiaan mu sweetie?" tanya Zayn saat sudah dibelakang Azalya dan memeluknya dengan erat.
"Hmm, kenapa harus mahal dan aneh? Saat disinilah letak kebahagiaan ku saat ini dan nanti" ucap Azalya yang membalikan tubuhnya menghadap kearah Zayn dan mengalungkan tangan nya dileher kokoh Zayn.
"Thank you sweetie, karena kamu sudah menemaniku saat aku sedang tidak baik-baik saja dan sekarang sudah sangat bahagia bisa memilikimu sebagai pendamping hidupku yang datar dan monoton ini" ucap Zayn yang mengecup bibir Azalya sekilas lalu memeluknya.
"Sama-sama By, aku juga sangat bersyukur bisa mendapatkan cinta dan sayang dari Hubby yang awalnya aku kira Hubby tidak benar-benar mencintaiku dan menginginkan ku. Aku kira Hubby hanya menginginkan tubuhku saja, karena Hubby akan mengatakan kata-kata romantis hanya saat sedang ber*inta saja. Selebihnya tidak pernah" ucap Azalya yang menelusupkan wajahnya didada bidang Zayn.
"Maafkan aku, karena aku yang dulu kamu tahu sediri bukan? Jika aku ini seperti apa, bahkan hingga saat ini masih sama saja jika dihadapan orang lain. Hanya bersama denganmu saja aku bisa seperti ini" ucap Zayn yang menatap wajah Azalya yang sedang mendongak menatap kearahnya.
"Hmm, itu memang benar. Makanya aku suka kesal, tapi mau bagaimana lagi jika aku sangat mencintainya. Mister flat ku" ucap Azalya yang malah menguel-uel wajah Zayn dengan gemasnya.
Zayn hanya diam dan membiarkan Azalya melakukan apa yang dia inginkan pada wajahnya. Karena dia bisa melihat senyuman manis dari Azalya yang dulu, saat pertama bertemu dan mereka bermusuhan hingga mereka harus menikah karena kesalahfahaman diantara keduanya. Membuat para orang tua mengambil tindakan untuk menyatukan keduanya dalam ikatan pernikahan hingga sekarang ini mereka berdua masih terlihat mesra dan juga sangat romantis.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya.... Karena Othor tidak akan pernah bosan apa lagi lelah untuk mengingatkan kalian semua yang baca karya Othor ini.
Bila perlu kasih Othor kembang tujuh rupanya dan juga kopi item pait... Biar makin semangat buat selalu up....
Happy reading... 🤗🤗🤗