
Zayn dan Azalya terus melangkah dan menyusuri jalanan ditepi danau buatan tersebut masih dengan posisi yang sama, yaitu berpelukan erat.
"Apa anda sedang mencari kesempatan dengan selalu menempel pada saya?" tanya Zayn dengan tatapan datarnya.
"Jelas saja tidak. Untuk apa saya melakukan itu, anda bisa melihat bukan disebelah sana ada yang mengawasi kita" jawab Azalya yang menunjuk kearah yang berlawanan dengan mereka berdua dengan ekor matanya.
"Mereka tidak mungkin melakukan apa-apa tanpa intruksi dari seseorang yang menjadi Tuan nya" ucap Zayn yang juga menatap arah yang dilihat oleh Azalya.
Yang ternyata itu adalah para bodyguard yang selalu stand bye menjaga Tuan Muda nya dari jarak yang lumayan. Karena ini adalah kemauan dari Tuan Muda nya sendiri, jika melanggar maka mereka akan mendapatkan hukuman yang mengerikan dari Tuan Muda nya.
"Apa anda mengenal mereka?" tanya Azalya dengan pandangan bertanya.
Jika sedang seperti ini Zayn baru menyadari jika Azalya sangat cantik dan juga putih mulus. Zayn langsung menepis fikiran nya yang sudah tidak sikron lagi.
"Apa anda tidak bisa mengenali jika mereka bukan orang yang mengejar anda. Jika memang mereka pelakunya, apa motif mereka mengejar anda?" tanya Zayn dengan tatapan lurus kedepan dengan tangan yang bersidekap didada.
"Iya sih, mereka adalah orang yang berbeda. Tapi siapa mereka? Kenapa sejak tadi menatapi kemari?" tanya Azalya dengan menatap Zayn dengan sangat intens.
Zayn tidak menjawab nya melainkan langsung melangkah pergi dari sisi Azalya yang entah kenapa melihat Zayn dengan tatapan yang aneh menurut Zayn.
"Eh, tunggu! Kenapa malah ninggalin saya sih?" ucap Azalya yang mengikuti langkah Zayn yang ining memasuki mobilnya.
Zayn yang ingin ketenangan tiba-tiba berubah fikiran karena kehadiran orang yang tidak dia inginkan. Karena dengan kehadiran Azalya membuat nya semakin pusing dan juga menjadi tidak karuan.
"Saya akan pulang. Anda bisa meminta tolong oada mereka untuk mengantarkan anda pulang" ucap Zayn yang sudah masuk kedalam mobil nya dan akan menutup pintu malah ditahan oleh tangan Azalya.
"Saya mau ikut dengan anda saja. Mereka kurang meyakinkan, saya takut pada mereka" ucap Azalya yang langsung ikut masuk kedalam mobil yang Zayn tumpangi.
'Anda ini sangat aneh Nona. Anda masuk kedalam kandang singa, tanpa anda sadari anda menyerahkan diri anda pada predator paling kuat dan paling berkuasa' ucap Angga yang melihat dari kaca sepion dalam mobil nya.
"Apa kau sudah bosan hidup!" ucap Zayn yang melihat Angga menatapi Azalya melalui kaca spion dalam.
"Tidak King" jawab nya dengan ketakutan dan segera melajukan mobilnya.
"Apa yang dia bilang tadi. King? Memangnya anda ini raja apa dipanggil dengan sebutan itu? Hahaha" tanya Azalya yang sudah berada didalam mode konyol dan juga asal jeplak nya.
Angga yang mendengar dan juga melihat, baru ada seorang wanita yang dengan terang-terangan meledek King nya yang melihat auranya saja sudah mencekam. Apa lagi jika melihat sudah dalam mode ganas nya, bisa-bisa mereka akan mati berdiri dibuatnya.
"Apa anda tidak bisa diam Nona? Jika iya anda bisa turun disini saja" tanya Zayn dengan ancaman yang membuat semua orang bergidik ngeri.
"Iya maaf, saya akan diam" jawab Azalya yang sudah ketakutan melihat kanan kirinya yang sangat sepi dan pasti orang-orang yang sedang mengejarnya dengan leluasa nya pasti akan dengan mudah untuk menangkap nya.
"God girl" ucap Zayn dengan menutup matanya. Dia sudah sangat lelah dengan tubuh nya yang sebenarnya sangat lemah ini.
Sebenarnya Zayn tidak diperbolehkan terlalu lelah karena fisiknya tidak seperti kebanyakan orang lain pada umumnya. Karena sejak dulu Zayn sangat dijaga ketat oleh Mom Vita supaya tidak melakukan hal-hal yang membuatnya kelelahan.
Karena alasan tertentu juga Zayn lebih suka tinggal sendiri. Dengan begitu dia tidak akan melihat dirinya yang selalu dikasihani oleh Mommy dan juga keluarganya yang lain.
"Apa anda sedang sakit?" tanya Azalya yang melihat wajah Zayn yang terlihat pucat dari sebelum nya.
Zayn tidak menjawab pertanyaan dari Azalya yang menurutnya tidak penting. Dia lebih suka untuk memejamkan matanya saja dan tidak menghiraukan Azalya sama sekali.
"Anda terlihat sangat pucat Tuan" ucap Azalya lagi dengan tatapan yang terlihat cemas.
"Anda sebaiknya diam saja Nona. Karena Tuan sedang ingin ketenangan dan tidak ingin diganggu. Jadi anda bisa diam dan duduk dengan tenang" ucap Angga yang memperingati Azalya supaya diam dan tidak banyak bertanya apa-apa.
"Baiklah. Saya juga lelah karena sejak tadi harus berlari" jawab Azalya yang ikut memejamkan matanya juga.
Tanpa mereka berdua sadari Zayn menarik sudut bibirnya tipis. Dia senang akhirnya mulut Azalya yang banyak bicara bisa diam juga. Tapi tiba-tiba kepala Azalya malah bersandar dipundak Zayn dengan mata yang masih terpejam.
Jangan lupakan ada iler yang keluar dari mulut Azalya yang terbuka dengan lumayan lebar, membuat Zayn langsung menyingkirkan kepala Azalya dan langsung membentur pintu mobil.
Azalya yang kaget langsung membuka matanya sebentar dan memejamkan matanya kembali. Dan sekarang Zayn bisa tertidur dengan tenang karena Azalya duduk menjauh dari Zayn.
Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang dan juga melelahkan mobil yang dikendarai oleh Angga sudah sampai dimainson milik Zayn. Zayn langsung turun sendiri dan meninggalkan Azalya yang masih tertidur didalam mobil.
"Maaf King, apa Nona tadi akan dibiarkan berada didalam mobil terus?" tanya Angga memberanikan diri bertanya.
"Kau antarkan kekomplek sebelah dan rumah nomer 3A" ucap Zayn tanpa menoleh dan juga menghentikan langkah nya.
"Bukankah itu nomer rumah kediaman Wijaya Kusuma King?" tanya Angga lagi dengan mengejar langkah kaki King nya.
"Iya, memang itu adalah alamat nya. Saya tidak mau tahu, terserah pada mu mau mengantarkan atau membiarkan nya didalam mobil itu semalaman" jawab Zayn yang akan memasuki lift didalam Mainson nya.
Angga dibuat dilema. Dia kasihan juga jika membiarkan Nona muda Wijaya dibiarkan tidur didalam mobil. Walau mobilnya mewah, tetap saja tidak akan nyaman jika untuk tidur didalamnya.
"Saya harus mengantarkan nya lebih dulu sebelum dia terbangun dari tidurnya. Dan saya juga bisa secepatnya bisa istirahat juga" gumam Angga yang langsung mengemudikan mobilnya menuju perumahan yang sudah dia hafal itu.
Sedangkan dilantai atas Zayn menatapi mobilnya yang keluar dari halaman Mainson nya dan menghilang dikegelapan malam.
Zayn langsung menghubungi Marcos karena dia sudah membiarkan Azalya hampir terkena masalah dan mungkin lebih bahaya lagi jika dia tertangkap oleh orang-orang nya Zian.
"Apa kau sudah menyadari kesalahan mu!" tanya Zayn saat panggilan nya diangkat oleh Marcos.
"Saya tidak membiarkan nya sendiri King. Saya diserang oleh kelompok mereka dengan jumblah puluhan orang. Saat saya sudah mendapatkan bantuan dan juga ingin melindungi Nona Azalya. Nona Azalya sudah tidak ada King" jelas Marcos denga sampai saat ini masih mencari keberadaan Azalya.
"Baiklah. Kau harus lebih waspada lagi dan tingkatkan penjagaan nya dengan ketat. Suruh orang-orang mu berjaga disetiap titik yang sering dikunjungi oleh nya dan juga keluarganya" ucap Zayn memberi peringatan dan juga peruntahnya supaya Marcos lebih berhati-hati lagi kedepan nya.
"Baik King. Akan saya laksanakan, saya harus mencari Nona Azalya dulu King, karena dia belum ditemukan hingga saat ini" jawab Marcos yang juga berpamitan pada Zayn untuk segera mencari Nona nya itu.
"Kau tidak perlu khawatir, dia baik-baik saja dan sekarang mungkin sudah sampai rumah dengan selamat. Ku bisa langsung pulang saja menuju kediaman Wijaya" ucap Zayn dan langsung memutuskan panggilan nya pada Marcos.
"Apa yang sedang aku lakukan? Kenapa aku terlihat cemas dengan keadaan gadis aneh itu" gumam Zayn yang langsung masuk kembali kedalam kamarnya dan membersihkan dirinya.
Zayn langsung merebahkan dirinya diranjang nya karena merasa sangat lelah seharian ini banyak sekali masalah yang dia hadapi. Fisiknya juga sangat rapuh sehingga dia akhir-akhir ini sering tidak fit dan gampang lelah melakukan apapun.
Zayn langsung memejamkan matanya dan mengarungi mimpinya sendiri hingga pagi menjelang.
Saat baru saja memejamkan matanya beberapa saat dia mendapatkan laporan jika markas nya diserang oleh kelompok yang sudah dibantu oleh penghianat didalam anggotanya.
Zayn langsung bergegas mengenakan pakaian nya dan juga perlengkapan nya untuk berperang melawan musuh-musuh nya. Zayn juga tidak melupakan topeng nya yang selalu menutupi wajah nya dari orang-orang yang akan mengenali wajah aslinya.
Zayn langsung bergegas dengan berjalan cepat menuju arah lift. Diluar lift Angga sudah menunggu nya juga dengan sudah siap juga. Mereka berdua langsung masuk kedalam mobil yang lain nya untuk segera sampai dimarkas nya.