
"Maaf Oma ku yang cantik dan juga sangat sexy" ucap Azalya yang malah membuat Opa Wijaya malah tergelak karena ucapan Azalya.
"Kalian berdua memang sangat kompak jika untuk menjelek-jelekkan Oma ya" ucap Oma Rena dengan tatapan tajamnya juga menggerutu tidak jelas.
"Sudah-sudah. Kita ini akan menjenguk seseorang, kenapa malah berdebat seperti ini? Kita segera kesana sekarang" ucap Opa Wijaya yang menengahi keduanya dan menggandeng tangan istrinya.
"Uuhhh, so sweet banget sih Oma sama Opa. Bikin meleleh deh perasaan aku tuh" ucap Azalya yang malah menggoda keduanya.
Mereka bertiga menaiki mobil yang akan mengantar mereka menuju mainson miliki Zayn yang ternyata tidak jauh dari rumah mereka. Mungkin haya memakan waktu kurang lebih lima menit saja.
Setelah sampai didepan kediaman yang sangat mewah dan juga sangat besar ini mereka bertiga berdecak kagum melihat bangunan yang super mewah dan juga indah ini.
"Uwah... Ini sih bukan mainson biasa Oma, Opa" ucap Azalya dengan mata yang berbinar.
Padahal dia sudah dua kali datang kemainson ini dan juga pernah tinggal disini satu malam. Tapi tetap saja dia berdecak kagum melihatnya.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya bodyguard yang berjaga dipintu gerbang besar tersebut.
Opa Wijaya membuka kaca mobilnya dan bodyguard tersebut langsung membukakan pintu gerbang tersebut. Karena Opa Wijaya pernah berkunjung kemari jadi bodyguard tersebut langsung mengenalinya.
"Wah, Opa keren. Masa lihat wajah Opa saja sudah langsung dibuka pagarnya. Opa emang is the best deh pokoknya" ucap Azalya lebay.
"Kamu ini ada-ada saja. Ya jelas dia mengenali Opa, orang Opa pernah datang kemari dan bertamu. Masa tidak diperbolehkan lagi untuk masuk" ucap Opa Wijaya dengan mengusap kepala Azalya dengan sayang.
Saat sedang berbicara dengan sang Opa, Azalya baru tahu. Jika disekitar mainson ini dijaga dengan sangat ketat dan juga banyak bodyguard yang berdiri dengan tegaknya disekitar jalan dan juga diberbagai titik.
"Gila. Ini sih lebih dari ketatnya penjagaan persiden. Persiden saja kayaknya tidak akan seketat ini penjagaan nya" ucap Azalya yang menatap sekeliling nya dengan sangat kagum.
"Apa kamu mau menjadi seperti ini juga?" tanya Oma Rena pada cucunya untuk menggoda.
"Ya jelas mau lah Oma, siapa juga yang nolak menjadi ratu diistana seperti ini" jawab Azalya tanpa mengalihkan pandangan nya dari bangunan megah didepan nya.
"Jika mau, kamu bisa menikahi pemilik mainson ini. Kamu bisa menjadi Nyonya besar dan juga ratu diistana ini" ucap Oma Rena dengan senyuman devil nya.
"Itu bisa diatur" jawab Azalya belum sadar dengan yang dia ucapkan.
"Apa! Menikah dengan nya? Dih ogah. Amit-amit jabang bayi" ucap Azalya bergidik ngeri sendiri.
Sedangkan Opa Wijaya hanya menggelengkan kepalanya saja akan obrolan unfaedah kedua wanita kesayangan nya.
Saat akan mengetuk pintu yang begitu besar dan juga megahnya. Pintu tersebut sudah terbuka dari dalam dan menampilkan seorang pelayan yang datang menghampiri untuk menyambut kedatangan mereka.
"Silahkan masuk Tuan, Nyonya dan Nona. Saya akan memanggilkan Tuan dan Nyonya dulu didalam" ucap pelayan tersebut dengan ramah.
Ketiga tamu tersebut duduk disofa ruang tamu yang sangat megah dan juga mewah.
Tak berapa lama pasangan suami istri keluar dari lift yang terletak dipojokan ruang tamu. Siapa lagi jika bukan Mom Vita dan juga Dad Louis yang menghampiri tamunya.
"Tuan dan Nyonya Wijaya" sapa Dad Louis pada Opa dan Oma Wijaya.
"Tuan dan Nyonya Louis. Kami berkunjung kemari karena mendengar kabar jika Mister Z sedang sakit. Makanya kami ingin menjenguknya dan juga membawakan buah segar juga" ucap Opa Wijaya dengan menjabat tangan Dad Louis dan juga Mom Vita secara bergantian.
"Jadi merepotkan anda Tuan dan Nyonya" ucap Mom Vita merasa sungkan pada keduanya.
"Sama sekali tidak repot Nyonya. Kami malah senang, ternyata disini ada warga yang satu negara dengan kami. Dan kami sangat tersanjung sekali dengan ini semua. Makanya kami kesini ingin lebih mengenal lebih dalam lagi" jawab Oma Rena panjang lebar.
"Wah, benar juga. Tapi sayang, bukan kami yang menetap disini. Tapi hanya putra kami saja yang berada disini. Kami berdua masih dinegara asal kami" ucap Mom Vita merasa sungkan dengan ucapan Oma Rena.
"Mengobrol saja. Sampe lupa untuk mengajak duduk. Silahkan duduk Tuan dan Nyonya" ucap Mom Vita pada kedua pasangan paruh baya tersebut.
"Terimakasih. Lebih baik jangan panggil kami dengan sebutan itu Nyonya, saya merasa tidak nyaman dengan panggilan itu" jawab Oma Rena dan mengucapkan rasa tidak enaknya pada Tuan rumah tersebut.
"Iya nak, lebih baik panggil Om dan Tante saja. Itu lebih baik. Jangan Tuan dan Nyonya, kami juga maaf lancang memanggil anda dengan sebutan nak" ucap Opa Wijaya pada kedua rekan bisnisnya yang ada dinegara asal mereka.
"Itu lebih baik. Kita jadi lebih akrab saja dengan merubah panggilan" ucap Dad Louis menimpali ucapan Opa Wijaya.
"Baiklah. Om dan Tante" ucap Mom Vita dengan senyuman yang mengembang dibibirnya.
"Silahkan diminum dulu teh nya selagi hangat" ucap Mom Vita pada ketiga tamu nya.
"Terimakasih" ucap ketiganya bersama-sama.
"Hai gadis manis. Siapa nama kamu nak?" tanya Mom Vita pada Azalya yang sejak tadi hanya diam.
"Azalya auntie. Tidak apa kan jika aku memanggil dengan sebutan itu?" jawab Azalya dengan senyuman nya dan juga bertanya pada Mom Vita.
"Tentu saja boleh. Kenapa tidak" ucap Mom Vita dengan tersenyum lebar menanggapi ucapan Azalya.
"Mom, kami mau keluar ya. Eh, maaf. Kami kira Mommy dan Daddy tidak ada tamu" ucap Zia dan Zayd yang ingin pergi keluar Mainson.
"Makanya jangan suka teriak-teriak seperti dihutan kak" tegur Mom Vita pada putrinya.
"I'm sorry Mom. Kami pergi ya Mom, dah" ucap Zia yang diikuti oleh Zayd dibelakangnya.
"Bukankah dia sedang sakit? Kenapa malah mau pergi keluar? Dan penampilan nya juga sangat berbeda sekali dengan yang biasa dia kenakan. Dan satu lagi, kacamata. Ya, kacamatanya tidak dia pakai lagi" gumam Azalya yang melihat Zayd.
Dia menyangka jika Zayd adalah Zayn yang sedang sakit. Tapi jika dilihat dengan seksama dia juga tersenyum dan tidak flat seperti biasanya. Azalya merasa heran dengan penglihatan nya.
"Kamu kenapa nak? Seperti heran begitu?" tanya Mom Vita yang menyadari Azalya yang sedang kebingungan.
"Maaf auntie. Bukanlah dia sedang sakit ya? Kenapa malah pergi keluar?" tanya Azalya pada Mom Vita.
"Eh, iya juga. Kami juga baru sadar jika dia itu adalah Mister Z" ucap Oma Rena menimpali ucapan Azalya.
"Dia bukan Zayn Tante, Azalya. Dia adalah adik bungsu Zayn, dia Zayd. Saudara kembar lebih tepatnya" jelas Mom Vita pada keduanya yang sedang terheran-heran.
"Oh, kembar rupanya. Pantas saja wajahnya sangat mirip sekali. Pasti jika bertemu dijalan juga kami menyangkanya itu adalah Mister Z" ucap Opa Wijaya juga.
Mereka akhirnya membahas Zayd juga yang ternyata kembaran Zayn yang baru mereka ketahui sekarang. Begitu juga dengan Azalya yang baru tahu juga.
"Maaf ya Om Tante, keasikan menjelaskan siapa Zayd jadi lupa meminta maaf atas ketidak sopanan mereka berdua. Mereka memang seperti itu jika sedang bersama-sama" ucap Mom Vita merasa tidak enak pada ketiga tamunya.
"Tidak apa-apa. Apa semuanya sedang berkumpul disini? Terlihat ramai saja dari terakhir saya berkunjung kemari" tanya Opa Wijaya pada Mom Vita.
"Iya, kami memang sengaja untuk disini dulu menjaga dan juga merawat Zayn hingga sembuh total terlebih dahulu. Dengan begitu dia tidak akan merasa sendirian" jawab Mom Vita.
"Iya, memang seorang keluarga akan seperti itu. Apa lagi yang sudah menjadi orang tua. Mau seberapapun anak-anaknya dewasa, tetap saja baginya mereka tetap anak-anak" ucap Oma Rena menimpali ucapan dari Mom Vita.
"Benar sekali Tante. Kami ini sebagai orang tua masih saja memperlakukan mereka seperti anak kecil" jawab Mom Vita.
"Kamu kenapa nak? Apa perlu sesuatu?" tanya Mom Vita pada Azalya yang duduk nya tidak diam dan terkesan tidak nyaman.
"Tidak apa-apa auntie. Aku hanya ingin menjenguk langsung, apa boleh?" tanya Azalya yang merasa ragu menyampaikan keinginan nya.
"Tentu saja boleh. Kenapa tidak boleh, silahkan saja kamarnya ada dilantai paling atas. Mau naik lift atau tangga silahkan" jawab Mom Vita dengan sangat ramah dan juga senyuman yang mengembang.
"Terimakasih auntie. Aku kesana sekarang ya" ucap Azalya yang tidak sungkan lagi memeluk dan mencium pipi Mom Vita didepan keluarganya.
Azalya langsung berlari menuju arah lift dan memasukinya. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Zayn dan melihat keadaan nya. Setelah kepergian Azalya Oma Rena meminta maaf pada Mom Vita karena kelakuan cucunya itu.
"Maafkan tingkah cucu kami nak. Dia memang seperti itu jika mendapatkan sesuatu yang dia inginkan" ucap Oma Rena merasa tidak enak dengan sikap cucunya yang menurutnya itu kurang ajar.