
Keesokan harinya Tama sudah siap menggunakan pakaian pengantin yang sudah disediakan oleh MUA yang disewa untuk merias Zaniya. Tidak jauh berbeda dengan Tama yang sudah bersiap, tidak jauh berbeda dengan Zaniya yang sudah selesai didandani dengan sangat cantiknya.
Tapi Zaniya merasa bingung dengan apa yang digunakan oleh Zahiya. Pasalnya dia sudah menggunakan dress dan juga riasan nya tapi dia malah menggunakan masker untuk menutupi separuh wajahnya.
"Apa yang loe gunakan? Kenapa loe malah menutupi wajahnya loe?" tanya Zaniya yang sudah mendekat kearah Zahiya.
"Semua orang tahunya loe itu tidak memiliki saudara kembar. Jadi lebih baik seperti ini dan tidak akan ada yang mengenali aku. Karena setelah acara akad nikah kamu, aku harus segera kembali kesana lagi. Maaf aku tidak bisa berlama-lama dengan kamu" jawab Zahiya yang menatap wajah Zaniya yang sudah sangat cantik dan dia mengusap lengan Zaniya.
"It's okay, gue tahu. Loe harus hati-hati dan selalu jaga diri loe baik-baik disana. Karena kita semua jauh dari loe" ucap Zaniya yang sekarang sudah lebih dewasa dari sebelumnya.
"Thanks, aku akan mengantarkan kamu kesana. Tersenyumlah" ucap Zahiya yang meminta Zaniya untuk tersenyum.
Mereka berdua menuruni anak tangga dan menuju tempat dimana akan diadakan akad nikah Zaniya dan Tama. Semua orang memandang kearah Zaniya yang sudah sangat cantik dan menatap kearah wanita disebelahnya dengan tatapan bingungnya. Pasalnya dia menggunakan masker dan jangan lupakan, kacamata tebalnya.
"Siapa dia? Apa dia adalah kembaran dari mempelai wanitanya?" tanya salah seorang dari mereka yang menanyakan wanita disebelah Zaniya.
"Mungkin saja, kan kembaran nya itu kuliah diluar negri. Makanya tidak pernah terlihat" jawab seorangnya lagi sebelum akhirnya mereka berdua bungkam setelah mendapatkan tatapan tajam dari orang-orang yang ada disana.
"Lihatlah kak, dia sangat cantik sekali. Kakak jangan nervous ya saat mengucapkan ijab qobul" ucap Tami malah menggoda kakaknya yang tentu saja nervous dan bertambah nervous saat melihat Zaniya yang sangat berbeda.
"Kamu ini, lihat. Kakak kamu sedang tegang kayak gini malah kamu godain terus. Lebih baik kamu diam saja dan jangan menggoda kakak kamu" ucap Mama Sinta yang meminta Tami jangan menggoda kakaknya.
"Ya maaf Ma, habisnya lihat muka kakak sangat tegang dan malah terlihat seperti sedang menahan pup. Makanya aku godain, supaya kakak lebih relax" jawab Tami yang malah mendapatkan tatapan tajam dari Tama.
Semua orang sudah berkumpul dan juga Pak Penghulu nya juga sudah datang dan sedang berbicara dengan Zayn. Selaku wali nikah untuk Zaniya.
Tama dan Zaniya sudah duduk berdampingan dan mereka saling tersenyum walau sebenarnya mereka berdua sangat tegang. Mereka saling menguatkan dengan cara berpegangan tangan dibawah meja.
"Apa anda sudah siap saudara Wiratama?" tanya Pak Penghulu yang sudah duduk berdampingan dengan Zayn.
"Siap Pak" jawab Tama dengan tegasnya.
"Baiklah, silahkan Tuan Zayn. Anda yang menikahkan putri anda pada pria pilihan nya" ucap Pak Penghulu pada Zayn yang mengangguk dan langsung menjabat tangan Tama.
"Saya nikahkan engkau saudara Wiratama dengan Zaniya Z Malik putri saya sendiri dengan mahar satu set perhiasan dan seperangkat alat sholat dibayar tunai" ucap Zayn dengan sangat tegas dan dia mencengkram erat tangan Tama.
"Saya terima nikah dan kawinnya Zaniya Z Malik putri Bapak Zayn Malik dengan mahar tersebut tunai" jawab Tama dengan satu kali tarikan nafas dan dia mengucapkan syukur karena bisa mengucapkan nya tanpa kesalahan.
"Bagaimana para saksi, sah?" tanya Pak Penghulu.
"Sah" jawab saksi yang ada didekat mereka.
Sah...
Sah...
Sah...
Teriak riuh semua orang yang menyaksikan ijab qobul Zaniya dengan Tama. Dan mereka berdua bisa tersenyum lepas saat semuanya sudah selesai dan mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri.
"Sekarang, kalian berdua sudah sah menjadi suami dan istri. Silahkan sematkan cincin pernikahan kalian" ucap Pak Penghulu dan langsung diikuti oleh Zaniya dan Tama.
"Lalu mempelai pria sudah boleh mencium kening mempelai wanitanya. Karena sekarang sudah sah" ucap Pak Penghulu lagi dan itu langsung mendapatkan tepukan tangan riuh dari seluruh keluarga dan juga orang-orang yang hadir disana.
"Selamat, untuk kalian berdua. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah" ucap Pak Penghulu pada Tama dan Zaniya lalu beliau langsung pamit setelah menjadi saksi pernikahan Tama dan Zaniya.
"Terimakasih Pak, silahkan nikmati dulu makanan yang ada disini" ucap Tama saat menjabat tangan Pak Penghulu tersebut.
"Sama-sama Tuan Muda, saya akan menikmatinya" jawab Pak Penghulu yang menunduk pada Zaniya dan juga Tama.
"Selamat nak, kamu sekarang sudah menjadi seorang suami. Jadilah suami yang selalu bisa mengayomi dan membimbing keluarga kamu" ucap Mama Sinta yang tidak bisa menahan tangisnya lalu memeluk putranya.
"Terimakasih Ma, akan Tama lakukan" jawab Tama dan dia juga menangis sambil memeluk tubuh Mama Sinta.
"Sayang, selamat ya. Kamu sekarang sudah menjadi seorang istri, tolong jaga putra Mama dan jangan meninggalkan nya. Jika dia berbuat kesalahan tegur saja dan bila perlu tarik saja telinganya" ucap Mama Sinta pada Zaniya yang juga menangis sesegukan sambil memeluk Mama Sinta.
"Makasih Ma.. Ma" ucap Zaniya yang menangis sesegukan.
"Eh, kenapa malah menangis seperti ini? Yang ada riasan nya rusak semua nanti" ucap Mama Sinta yang mengambil tisu lalu mengusap air mata Zaniya.
"Habisnya Mama membuat aku menangis dan terharu" jawab Zaniya yang tidak bisa berubah dalam mengatakan apa yang ada dalam fikiran dan hatinya.
Semua orang hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat sikap Zaniya yang tidak ada malu-malunya sama sekali pada semua undangan yang sudah hadir semua.
"Selamat ya kak. Semoga menjadi keluarga yang selalu bahagia dan sampai kejannahnya kelak" ucap Tami yang tersenyum dan memeluk tubuh kakaknya.
"Terimakasih dek, semoga kamu juga bisa mendapatkan pria yang bertanggung jawab dan bisa menjaga kamu kelak. Tapi sebelum itu, selesaikan dulu kuliah kamu itu" ucap Tama yang mengangguk tersenyum lalu mengerucutkan bibirnya kesal saat kakaknya mengatakan itu semua.
"Kakak ipar... Selamat ya sudah menikahi kanebo kering, jangan lupa bersarkanlah hati kakak menghadapinya" ucap Tami yang malah meledek kakaknya.
"Aku sudah menyiapkan senjata ampuh untuk menaklukan nya" jawab Zaniya yang membuat Tami semakin tersenyum, karena dia mendapatkan dukungan dari kakak iparnya.
"Selamat nak, semoga selalu bahagia" ucap Azalya yang menghampiri Tama dan mengulurkan tangan nya untuk mengucapkan selamat pada menantu pertamanya.
"Terimakasih Nyonya" ucap Tama yang masih kaku pada Azalya. Apa lagi mendapatkan tatapan tajam dari Zayn, Ayah mertuanya.
"Eh, kenapa Nyonya? Saya ini Mommy mertua kamu, bukan bos kamu. Jadi panggil saya sama seperti Zaniya, Mommy dan Daddy" ucap Azalya yang menarik lengan Zayn untuk mendekat padanya.
"I... Iya Mom, Dad" ucap Tama yang semakin gugup saat melihat tatapan Zayn semakin datar dan dingin.
"Iya Mom, akan Zani ingat" jawab Zaniya yang mengangguk dan dia menangis kembali dalam pelukan Azalya dan dia juga menangis dalam pelukan Zayn.
"Selalu bahagia my princess Daddy. Ingat pesan yang dikatakan oleh Mommy kamu" ucap Zayn yang mengusap air mata Zaniya dan mengecup keningnya.
"Apa yang kau lihat! Dia adalah putriku dan kau tidak berhak melarangnya. Ingat, jangan pernah membuat putriku menangis" ucap Zayn yang menatap tajam pada Tama.
"Dia juga istri saya Dad. Sebaiknya Daddy jangan seperti itu padanya, karena tanggung jawab Zaniya asal pada saya. Suaminya" jawab Tama yang membuat Zayn langsung pergi dari sana. Karena dia tidak ingin tersulut emosi.
"Selamat Zan, semoga selalu bahagia dan segera diberi momongan. Aku harus pergi sekarang, tidak apa-apa kan?" ucap Zahiya yang sekalian berpamitan juga pada Zaniya, adik kembarnya.
"Baiklah, berhati-hatilah dijalan Za. Semoga semuanya tetap baik-baik saja" ucap Zaniya yang memeluk Zahiya dan mereka saling tersenyum setelah mengurai pelukan nya masing-masing.
"Selamat Pak Tama, tolong jaga dia dengan baik dan jangan pernah membuatnya menangis" ucap Zahiya pada Tama.
"Akan selalu saya ingat, terimakasih banyak sudah hadir disini" ucap Tama yang menjabat tangan Zahiya lalu mereka berpisah.
"Hati-hati Za" teriak Zaniya yang melambaikan tangan nya pada Zahiya. Zahiya hanya melambaikan tangan nya saja tanpa mengatakan apa-apa.
Zaniya dan Tama menerima ucapan selamat dari semua orang yang hadir dalam pesta pernikahan nya. Termasuk teman-teman Zaniya yang sengaja diundang oleh Zaniya.
Sedangkan Zahiya sudah berada dalam mobil bersama dengan Angga yang selalu standby diamana pun Zahiya berada.
"Sudah siap Queen?" tanya Angga saat Zahiya sudah duduk dikursi belakang.
"Sudah uncle, sekarang kita segera kebandara" jawab Zahiya dan diangguki oleh Angga.
'Selamat tinggal Jakarta, dan sampai jumpa kembali setelah semuanya selesai dan aku bisa melewati semua ini dengan baik' ucap Zahiya dalam hati sambil menatap jalanan disampingnya yang mungkin akan membuatnya merindukan suasana ini.
'Al, bolehkan aku memanggilmu dengan sebutan itu? Karena aku tidak mungkin memanggil mu dengan sebutan Tuan terus. Semoga saja kamu tidak marah aku mengatakan itu, aku sudah sangat lelah sebenarnya Al. Tapi ini demi anak kita, aku sudah menyiapkan nama untuknya. Semoga saja kamu menyukainya' ucapnya lagi sambil terus menatap kearah jalanan disamping nya.
'Bagaimanapun aku akan menjaganya langsung, aku tidak akan meninggalkan nya. Karena dia adalah anugrah dalam hidup aku' ucapnya yang mengusap air matanya yang menetes dipipinya.
'Saya tahu Queen, ini sangat berat untuk anda. Apa lagi diusia anda yang masih sangat muda, anda harus memiliki tanggung jawab yang sangat besar dan juga sangat berbahaya. Apa lagi setelah bayi itu lahir, anda pasti akan sangat sibuk dan mungkinkah anda bisa menghadapi semuanya sendiri? Sungguh saya sangat prihatin akan keadaan anda saat ini Queen' ucap Angga yang juga ikut bersedih akan keadaan Zahiya sekarang.
Angga juga meneteskan air matanya melihat wanita tangguh itu meneteskan air matanya. Seorang wanita yang sangat tidak pernah meneteskan air matanya, apalgi air matanya. Memperlihatkan ekspresi wajahnya saja tidak pernah, hanya ada satu pria dua melakukan semuanya itu dan mungkin saja itu adalah sisi lain dari Zahiya Z Malik. Queen Mafia's yang paling ditakuti dan juga sangat disegani deseluruh dunia sekalipun.
'Anda sangat hebat Tuan Einstein, karena anda sudah bisa membuat Queen kami merasa bahagia dan dalam sekejam membuatnya menangis. Sungguh, anda adalah seseorang yang sangat sepesial dari yang sepesial' ucap Angga lagi dalam hati sambil terus mengemudikan mobilnya menuju bandara dan disana sudah menunggu para anggotanya yang lain.
"Silahkan Queen, semuanya sudah siap dan anda tinggal masuk saja" ucap Angga yang mempersilahkan Zahiya masuk kedalam jet pribadi miliknya sendiri.
.
Disaat Zahiya bersedih karena harus tinggal jauh dari keluarganya yang lain. Zaniya dan Tama sedang berbahagia, dia malah heran dengan seseorang pria yang menghampirinya dan mengucapkan selamat. Tapi dengan tatapan sinisnya, membuat Zaniya cuek dan tidak mau menanggapinya.
Siapa lagi jika bukan David yang masih menyangka jika dia adalah Zahiya yang pernah bertemu dengan nya dan bahkan pernah terjadi kesalahfahaman diantara mereka berdua. Tapi dia seolah-olah tidak mengingat kejadian itu.
"Kenapa sayang?" tanya Tama yang melihat Zaniya hanya diam saja dan menatap bingung pada pria yang baru saja mengucapkan selamat padanya.
"Tidak, tidak apa-apa. Hanya bingung saja padanya, kenapa tatapan nya terlihat sangat aneh dan juga menatap penuh kebencian padaku? Banhkan aku saja tidak mengenalnya" jawab Zaniya yang mengatakan nya dengan tatapan bingungnya.
"Apa mungkin dia menyangka jika kamu adalah Zahiya mungkin. Karena yang aku lihat, dia sejak pertama kali melihat kamu juga sudah seperti itu. Aku kira kamu memang mengenalnya" ucap Tama yang mengatakan nya sambil menerima ucapan salam dari semua orang yang berduyun-duyun menghampiri mereka berdua.
"Bisa jadi. Dikaku itu memang selalu membuatku dalam masalah" gerutu Zaniya yang mengumpati Zahiya yang memang selalu bisa membuat dirinya disangka Zahiya jika ada yang pernah melihat wajah asli Zahiya.
"Jangan seperti itu. Nanti kamu jelaskan padanya, jika dia salah faham akan itu semua dan yang ada akan menganggap kamu seperti itu terus" ucap Tama yang sudah mulai lelah berdiri terus menerus.
Apa lagi Zaniya yang harus menggunakan high heels yang pasti saja akan sangat menyiksa kakinya. Tama langsung berjongkok dihadapan Zaniya, membuat semua orang bertanya-tanya akan apa yang dilakukan oleh Tama pada Zaniya. Bahkan banyak dari mereka yang berfikir jika mempelai pria nya sudah tidak sabar untuk segera malam pertama. Dan bahkan masih banyak yang lain lagi beranggapan padanya.
"Apa yang abang lakukan? Kenapa abang melakukan ini?" tanya Zaniya sebelum tahu apa yang akan dilakukan oleh Tama.
"Diamlah, apa kau tidak pegal menggunakan heels terus-terusan?" jawab Tama yang menelusupkan tangan kedalam gaun pengantin Zaniya dan melepaskan heels yang digunakan oleh Zaniya.
"Abang ihhh, lihatlah. Aku akan semakin kecil tanpa heels itu" ucap Zaniya sambil berbisik lalu Tama pergi meminta kursi kecil untuk bisa membuat Zaniya bisa tetap terlihat tinggi disampingnya walau tanpa heels yang menyiksanya.
"Abang so sweet banget sih. Aku nggak nyangka jika abang melakukan itu semua untuk aku" ucap Zaniya yang tersenyum sangat manis dan dia tidak henti-hentinya memuji dan mengagumi suaminya ini.
"Jadi gemas deh pada abang. Jadi pengen segera malam sangat selesai dengan semua ini" ucap Zaniya yang malah mendapatkan tatapan tajam dari Tama.
"Kenapa ekspresi abang seperti itu? Memangnya apa ada yang salah dengan ucapan aku apa?" tanya Zaniya yang membuat Tama hanya bisa menghela nafasnya saja karena dia tidak ingin terpancing oleh keabsurdan dari Zaniya yang sudah menjadi istrinya sekarang.
"Diam dan jangan banyak bicara. Karena masih lama untuk melakukan apa yang ada dalam fikiran kamu itu" ucap Tama yang mencoba untuk tetap tenang dan biasa saja. Karena tamu undangan tidak ada henti-hentinya untuk mengucapkan selamat pada mereka berdua.
"Memangnya apa dalam fikiran aku? Aku tidak memikirkan apa-apa. Kenapa jadi menyalahkan aku? Dasar aneh" tanya Zaniya yang membuat Tama semakin tidak tahan ingin segera membawa Zaniya kedalam kamar pengantin mereka berdua.
.
.
.
Selamat ya buat pasangan pengantin baru yang sedang berbahagia. Zaniya dan Tama... Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya...
Insya Allah nanti malam up lagi, kalo nggak ngantukπππ ditunggu saja ya semua....
Terimakasih and happy reading... π€π€π€