
Azalya dan juga Zayn sudah duduk disebuah bangku yang ada didalam ruangan yang sangat bagus itu. Keduanya saling berpelukan bersama sambil menatap indahnya taman dan juga berbagai pohon yang sangat bagus.
"By, hubby bisa berfikiran membuat seperti ini dan tidak membukanya untuk umum karena apa?" tanya Azalya yang masih penasaran akan jawaban Zayn.
"Hanya tidak ingin ada yang tahu saja. Apa itu tidak boleh?" jawab Zayn sambil bertanya pada Azalya lagi. Zayn tidak ingin jika Azalya sampai tahu, jika dia membuat ini semua untuk dirinya dan juga tempat untuk mereka berdua saat berada ditaman ini dan tidak ada yang tahu atau bisa memasuki ruangan ini tanpa terkecuali.
"Jawaban macam apa itu? Aneh sekali" gerutu Azalya saat mendengar jawaban yang menurutnya aneh dan tidak masuk akal.
"Apa yang aneh?" tanya Zayn yang melihat Azalya sedang mengusap-ngusap dagunya seperti sedang berfikir.
"Tidak ada. Dari pada nanti kena hukuman lagi langsung, lebih baik diam bukan" jawab Azalya dengan membuang wajahnya menghindari tatapan Zayn yang menajam kearahnya.
Zayn hanya menggelengkan kepalanya saja, lalu dia merebahkan dirinya dan menjadikan paha Azalya sebagai bantalnya. Dia merasa sangat tenang dan juga nyaman berada didekat Azalya dan juga bisa merasakan seperti pasangan lain padanya umumnya.
Azalya mengusap rambut Zayn dengan menelusupkan jari-jari nya mengurai rambut hitam Zayn yang sedang memejamkan matanya. Dia sepertinya sangat lelah dan juga masih terlihat pucat, Azalya masih terus mengusapnya hingga jari-jarinya mengusap kening dan juga turun kehidung mancung yang sangat indah jika sangat membuatnya merasa iri. Dia saja yang perempuan hidungnya tidak semancung dan sebangir itu.
Hingga kedua pipi dan mengusapnya dengan penuh kelembutan juga kasih sayang yang Azalya miliki untuk Zayn. Turun lagi terakhir pada bibir yang terlihat pink alami walau tanpa perona bibir atau menggunakan lipstick.
Zayn membalikan wajahnya yang tadinya menghadap keatas, sekarang menjadi menghadap perut Azalya. Zayn sedikit memegang perut Azalya dengan sangat pelan dan juga tidak dirasakan oleh Azalya tentunya.
'Kapan kalian hadir didalam sini? Daddy menunggu little Zayn yang baru' ucap Zayn hanya dalam hati dan dia masih memegang perut Azalya dan sekarang beralih pada pinggangnya dan wajahnya menyentuh perut Azalya dan menciumnya tanpa disadari oleh Azalya.
"By, apa hubby tidak ingin pulang atau mengajak kemana gitu? Aku sudah bosan, tiba-tiba aku menginginkan es krim. Hubby, bagaimana jika kita membeli es krim dulu" ucap Azalya yang merasa sudah bosan lagi.
Azalya memang tidak bisa berlama-lama dalam satu tempat saja. Atau lebih tepatnya tidak ingin jika jalan-jalan hanya disatu tempat dan itu tidak membuatnya merasa senang. Yang ada dia merasa sangat jenuh dengan hal itu.
Zayn yang mendengar ucapan dari Azalya langsung bangkit dari berbaringnya dan dia langsung menggandeng tangan Azalya yang masih duduk dan diam menatap Zayn. Zayn melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, dimana disana sudah ada beberapa orang yang berjaga supaya tidak ada yang boleh masuk.
Didepan pintunya juga ada tulisan dilarang masuk jika bukan petugas. Itu membuat semua orang yang hadir disina merasa heran, karena mereka melihat suaminya orang yang baru saja keluar dari ruangan itu sambil bergandengan tangan.
"Kita akan berjalan kaki atau naik mobil By?" tanya Azalya yang sedang berjalan santai dengan Zayn yang masih menggenggam tangan nya.
"Biasanya didepan sana ada penjual es krim yang enak. Dan rasanya tidak jauh berbeda dengan restaurant bintang 5 atau 7" ucap Zayn yang tidak nyambung dengan pertanyaan Azalya tadi.
"By, aku kan bertanya tentang mobil. Bukan es krim?" tanya Azalya dengan tatapan anehnya kepada Zayn yang terus saja melangkah tanpa mendengarkan gerutuan dari Azalya.
Zayn hanya diam saja dan tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya mengajak Azalya menuju kedai yang menjual es krim yang paling enak dan juga paling ramai dari kedai yang lainnya.
"Wah, ini semua terlihat sangat enak" ucap Azalya saat sudah didepan kedai es krim tersebut dengan pandangan berbinarnya menatap beberapa variant es krim yang terpajang dengan berbagai rasa yang sangat menggiurkan bagi Azalya.
Azalya kalap memilih beberapa variant rasa yang ada disana dengan sangat banyaknya. Zayn hanya diam saja dan menatap Azalya yang sangat senang walau hanya dengan es krim yang ada dihadapan nya saat ini.
"Emm. Yummy" ucap Azalya yang sudah duduk dan juga menikmati es krimnya dengan sangat lahap dan juga terlihat seperti anak kecil.
Mulutnya penuh dengan es krim yang belepotan hingga memenuhi bibirnya yang tipis. Ingin rasanya Zayn langung me*umat bibirnya sekarang juga yang pasti terasa manis. Manis karena es krim dan juga manis karena memang bibir Azalya yang selalu terasa manis untuk diartikan nikmati.
"Dasar anak kecil" ucap Zayn yang mengusap es krim yang berada dibibir Azalya menggunakan ibujarinya. Lalu dia memasukan ibujarinya kedalam mulutnya setelah dari bibir Azalya. Azalya hanya melotot sempurna melihat jika saat ini Zayn secara tidak langsung mereka berdua sedang berciuman.
Zayn dengan santainya juga mengambil es krim milik Azalya dan menggunakan sendok yang sama dengan Azalya. Azalya melanjutkan makan es krimnya kembali tanpa menghiraukan Zayn yang sedang menatapnya dengan memakan es krim yang sisa dari Azalya tadi.
"By, jangan menatap ku seperti itu. Nanti hubby malah jatuh cinta lagi sama aku" ucap Azalya yang langsung mengedipkan sebelah matanya menggoda Zayn yang tidak mengalihkan pandangan nya sedikitpun dari Azalya.
"Memangnya jika seperti itu tidak boleh?" tanya Zayn dengan tatapan datarnya dan juga tidak berkedip sedikitpun juga.
"Ya jelas saja aku sangat menyukainya. So, lakukan saja seperti itu" jawab Azalya dengan senyuman mengembang dibibirnya dan tidak lupa dia selalu menggoda Zayn.
any hanya diam dan ikut menghabiskan es krim yang ada dihadapan nya sama dengan Azalya. Mereka berdua seperti sedang balapan makan es krim hingga keduanya menghabiskan banyak es krim yang dipesan oleh Azalya sudah tandas tanpa bersisa lagi.
"Terserah padamu" jawab Zayn yang tidak pernah melepaskan tangan Azalya dari genggaman nya.
"Emm, kita kesana saja" tunjuk Azalya yang menatap wahana bermain yang sangat ramai juga tidak jauh dari taman tersebut.
Zayn mengajak Azalya kesana. Dimana keinginan Azalya yang tidak menginginkan yang macam-macam. Hanya menginginkan hal-hal sederhana seperti ini, dan itu sangat bisa Zayn lakukan bahkan dia bisa membubarkan semua orang yang ada disana dalam sekejap saja.
Zayn benar-benar seperti sedang mengasuh anak berusia sepuluh tahun yang dilepaskan oleh Ibunya untuk bisa menikmati kebebasan nya menikmati semua wahana permainan. Hingga dia merasakan kelelahan dan akhirnya berhenti menikamati semua wahananya.
"Apa sudah selesai? Ada lagi yang ingin kamu nikmati lagi?" tanya Zayn yang melihat Azalya yang sedang duduk lemas karena sudah terkuras habis tenaganya untuk bisa menaiki dan juga memainkan setiap permainan yang ada disana hampir dia lakukan semuanya.
"Aku nyerah By, ini lebih melelahkan dari yang tadi pagi kita berdua lakukan. Hehehe" jawab Azalya dengan tersenyum cengengesan menatap Zayn yang juga menatapnya.
"Pace By, aku hanya bercanda. Jangan menyentil ku ya, kan hubby yang paling baik" ucap Azalya dengan memperlihatkan kedua jarinya yang membentuk huruf V pada Zayn yang akan menyentil keningnya.
"Kita pulang saja By. Aku sudah sangat lelah, juga inikan sudah sere, nanti bisa-bisa Oma ngomel-ngomel lagi" ucap Azalya yang masih sangat mengingat jika Oma nya sedang mengomel bisa-bisa hancurlah dunia persilatan.
Zayn hanya mengangguk dan menggandeng kembali tangan Azalya untuk memasuki mobilnya. Yang entah sejak kapan sudah berada didalam kamar bermain itu. Azalya hanya menurut dan langung masuk kedalam mobil lalu langsung duduk dengan tenangnya, disusul oleh Zayn yng duduk disampingnya saat ini.
Azalya langung memejamkan matanya saat mobil sudah muai melaju dengan kecepatan sedang menuju mainson miliknya saat ini. Zayn yang tahu jika Azalya sudah terlelap langung memeluk tubuh Azalya masuk kedalam pelukan nya hingga dia semakin nyenyak sekali tidurnya.
.
Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang, mereka berdua sudah sampai dihalaman mainson dengan seperti biasa. Disambut oleh beberapa bodyguard yang sedang berjaga. Dan ada juga yang ingin melaporkan sesuatu pada Zayn. Zayn menggendong Azalya yang sedang terlelap hingga menuju pintu lift yang akan mengantarkan nya menuju lantai paling atas.
"Azalya kenapa nak?" tanya Opa yang ternyata sedangada diruang tamu sedang membaca majalah yang juga menikmati sore hari ini.
"Dia hanya kelelahan habis bermain dengan sangat semangat" jawab Zayn yang ingin langsung segera pergi, tapi merasa tidak enak dengan Opa mertuanya.
"Opa Kira kalian masih berada didalam kamar. Ya, sudah. Kalian masuklah dan berisatirahat, maafkan Azalya yang jika sudah bermain akan lupa sama waktu" ucap Opa Wijaya yang meminta maaf pada Zayn.
"Tidak apa-apa Opa, saya tahu. Jika ini yang bisa membuat Azalya bahagia kenapa tidak. Saya kekamar dulu Opa" jawab Zayn yang langsung pamit pada Opa Wijaya yang mengangguk mengiyakan ucapan Zayn.
"Siapa Pa?" tanya Oma Rena saat Zayn sudah masuk kedalam lift.
"Zayn dan Azalya yang baru pulang" jawab Opa Wijaya yang langsung duduk kembali pada tempat semula.
"Loh, bukan nya mereka berdua berada didalam kamarnya ya? Kenapa bisa habis jalan?" tanya Oma Rena yang merasa bingung.
"Katanya Azalya merasa bosan dan ingin bermain. Dia masih saja seperti anak kecil yang selalu datang kedalam wahana permainan dan juga banyak bermain disana. Hingga dia kelelahan dan pulang dalam keadaan tertidur sangat nyenyak sekali" jawab Opa Wijaya yang sudah kembali membaca majalah yang ada ditangan nya.
"Oh, Mama kira mereka berdua berada didalam kamar seharian ini untuk menghilangkan rasa rindunya berdua saja didalam kamar" ucap Oma Rena yang juga sudah duduk dihadapan Opa Wijaya sambil meminum teh hangat miliknya.
Opa Wijaya tidak menjawab ucapan dari Oma Rena yang terus saja berbicara tanpa jeda. Membuat Opa Wijaya hanya bisa diam dan mendengarkan saja semua ocehan dari istrinya ini.
.
.
Maaf ya, Othor bisa upnya sedikit lagi....
Othor habis dapat musibah, jadi Othor tidak bisa up lebih banyak lagi 🙏🙏🙏
Minta do'anya dari para reader kesayangan Othor supaya Othor bisa pulih kembali dan bisa up lebih banyak 🙏🤗