
Azalya sudah berkaca-kaca menatap keluarga yang sudah berpisah oleh jarak dan waktu. Azalya tidak tahu kenapa perasaan nya saat ini sangat merindukan sosok Mamanya yang selalu saja menyayanginya walau dia selalu membuat ulah.
"Kamu kenapa nak? Kenapa diam saja sejak tadi?" tanya Mom Vita yang menyadari kediaman Azalya yang terlihat aneh.
"Aza, hanya merindukan Mama. Huaaaa... Mama hiks... hiks... hiks" Azalya malah menangis dengan sangat kencang membuat Mommy Vita semakin bingung dibuatnya.
"Sayang, jangan nangis ya. Kamu juga boleh kok memanggil auntie dengan sebutan Mommy juga sama dengan anak-anak auntie" ucap Mom Vita dengan tersenyum pada Azalya.
"Benar auntie? Aza boleh melakukan itu?" tanya Azalya dengan sangat antusias dan juga menangisnya langsung berhenti.
"Tentu saja boleh. Asalkan kamu mau menikah dengan Z" ucap Mom Vita dengan senyuman penuh arti.
"Maksud auntie? Aza dengan sikacamata itu? Ogah!" jawab Azalya yang langsung bergidik ngeri dan langsung pergi begitu saja dari hadapan Mom Vita menuju halaman depan.
Sedangkan Mom Vita tertawa melihat Azalya yang misuh-misuh karena disuruh menikah dengan Zayn yang dia sebut kacamata tau mata empat.
Azalya masih menggerutu tidak jelas saat keluar dari mainson menuju taman depan yang sangat bagus dan juga terawat sangat rapih.
"Dia sedang apa disemak-semak mana gelap lagi? Wah jangan-jangan dia sedang berbuat macam-macam lagi" gumam Azalya yang berjalan mendekat kearah Zayn yang sedang berdiri dan berbicara dengan seseorang.
"Kau sedang apa kacamata?" tanya Azalya pada Zayn yang sudah berbalik menghadap kearah Azalya berdiri.
"Kemana orang tadi? Cepet banget menghilangnya" gumam Azalya yang mengecek semak-semak yang tadi Zayn berdiri.
Sedangkan Zayn sudah berjalan menuju mainson nya. Dia masih merasakan lemas disekujur tubuhnya, sepertinya dia tidak sanggup melangkah jika saja Azalya tidak langsung menangkap Zayn yang akan terjatuh.
"Kau ini, tidak bisa apa diem gitu dikamar. Sudah tahu masih lemah seperti ini masih saja bandel keluar-keluar" ucap Azalya yang sedang memapah tubuh tinggi Zayn yang lumayan berat untuk dipapah oleh Azalya yang imut.
"Duduk disini dulu. Gue nggak kuat jika harus langsung masuk kedalam, huh... huh... huh... " ucap Azalya yang mencoba mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
"Kenapa kau mau menolong ku?" tanya Zayn yang menatap Azalya sedang mengatur nafasnya.
"Prikemanusiaan saja sih. Lagian kan, loe juga sudah pernah nolongin gue waktu kalian gue cidera. Jadi anggap saja kita impas" jawab Azalya dengan santainya dan juga tanpa beban.
"Apa yang impas? Anda belum mengantarkan saya menuju kamar saya" tanya Zayn dengan nada yang sangat datar tanpa ekspresi sedikit pun.
"Iya juga. Yang sudah sini gue bantu" ucap Azalya yang langsung memegang pinggang kuat milik Zayn dan tangan Zayn dia taruh dipundaknya.
mereka berdua terlihat seperti sedang berpelukan dan itu semua tidak luput dari pandangan Mom Vita yang sejak tadi mendengar dan juga melihat interaksi mereka berdua.
"Kamu sedang melihat apa honey? Terlihat sedang sekali?" tanya Danu Louis pada Mom Vita yang sedang senyum-senyum sendiri.
"Aku sedang melihat mereka berdua. Bukan nya terlihat sangat serasi mereka berdua?" tanya Mom Vita pada Dad Louis.
"Iya, memangnya kenapa jika mereka terlihat serasi? Apa kamu akan menjodohkan mereka berdua honey?" tanya Dad Louis pada Mom Vita.
"Kenapa tidak Dad, dengan begitu kita bisa tenang dan lega meninggalkan Zayn disini. Karena sudah ada yang menjaga nya disini" jawab Mom Vita tanpa beban.
"Apa kamu yakin honey? Jika mereka berdua tidak setuju bagaimana?" tanya Dad Louis lagi pada Mom Vita.
"Kita coba dulu. Siapa tahu mereka berdua setuju. Dan kita berdua harus berbicara pada Danu dan juga Soraya untuk membicarakan rencana kita ini. Bagaimana?" tanya Mom Vita yang sudah sangat antusias sekali dengan apa yang akan dia lakukan.
"Itu terserah padamu honey. Aku akan mendukung mana yang baik untuk mereka berdua. Tapi jika mereka tidak setuju atau pihak dari Danu menolaknya, maka jangan pernah memaksakan kehendak untuk mereka berdua honey" ucap Dad Louis dengan sangat bijaksana.
"Tentu Dad, aku hanya ingin melihat Zayn adalah yang menjaganya dan memarahinya jika dia berbuat kesalahan. Dan juga ada yang memperhatikan nya juga, mungkin jika seperti itu kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi" jawab Mom Vita dengan sendu.
Baru saja terlihat tersenyum sangat cantik dan juga penuh kebahagiaan, sekarang malah terlihat sedih kembali karena membahas tentang fisik Zayn yang memang lemah.
"Yang dikatakan Daddy memang benar. Kita harus melakukan itu supaya mereka berdua selalu dekat seperti ini" ucap Mom Vita antusias kembali dengan semua rencana yang dikatakan oleh Dad Louis.
.
Sedangkan didalam ruangan yang sangat mewah dilantai paling atas mainson mewah milik Zayn. Azalya sedang membantu Zayn untuk berbaring. Bukan Azalya jika tidak melakukan kesalahan dalam melakukan apapun.
"Ssshhh" Zayn mendesis seperi ular lantaran tangan nya sangat sakit saat luka nya ditekan oleh Azalya secara tidak sengaja.
"Maaf, maaf gue nggak sengaja. Yah, jadi berdarah. Gue bener-bener minta maaf ya. Biar gue obatin luka nya sekarang" ucap Azalya yang panik malah membuat Zayn semakin menahan kesakitan nya.
"Jangan sentuh! Diam dan jangan menyentuh apapun!" ucap Zayn yang langsung menegakkan tubuhnya.
Zayn melihat bertapa banyaknya darah yang keluar dari lukanya yang terbuka kembali akan ulahnya Azalya. Zayn langsung memanggil dua bodyguard nya yang sedang berdiri tidak jauh darinya untuk membantu membersihkan darahnya dan juga mengganti perban yang melekat ditubuhnya.
"Maaf, aku tidak sengaja" ucap Azalya yang langsung pergi menuju balkon kamarnya Zayn dan dia menangis disana.
"Kenapa sih, gue selalu saja ceroboh dan juga selalu membuatnya celaka! Dasar bodoh!" ucap Azalya sambil memukul-mukul dirinya sendiri.
"Gue juga pengen tidak ceroboh lagi. Tapi nggak tahu kenapa gue selalu saja berbuat diluar dari kehendak gue sendiri. Apa gue memang tidak bisa berubah untuk tidak ceroboh lagi" ucapnya lagi dengan berlinangan air mata.
Sedangkan Zayn yang sudah digantikan perban nya. Dia mendengarkan semua keluh kesah Azalya yang selalu bertindak ceroboh dan juga tidak bisa berhati-hati.
Zayn berjalan dengan sangat perlahan mendekati Azalya yang sedang menangis sambil memeluk lututnya dia menangis dalam diam.
Zayn menarik sudut bibirnya tipis membentuk sebuah senyuman yang sangat-sangat tipis sekali. Melebihi tipisnya sehelai tisu.
"Kau sudah menangis nya?" tanya Zayn dengan pandangan lurus kedepan sana menatap malam yang terlihat sangat hitam pekat.
"Kenapa loe kesini? Loe nggak takut jika gue bikin loe celaka lagi?" tanya Azalya yang masih menunduk dan menangis.
"Saya memang takut anda akan melukai saya. Tapi saya lebih takut lagi melihat wajah anda yang sekarang terlihat sangat menyeramkan" ucap Zayn tanpa mengalihkan pandangan nya dari depan sana.
"Maksud loe apa? Apa gue semenyeramkan itu?" tanya Azalya yang langsung berlari menuju arah kaca dibelakang nya.
Benar saja, memang penampilan nya terlihat sangat acak-acakan. Wajahnya sudah terlihat memerah karena menangis. Rambutnya sudah seperti sarang burung wallet. dan sekarang penampilan nya tidak lebih seperti seorang gelandangan dan seperti orang yang sudah tidak waras lagi.
"Kenapa penampilan gue jadi kayak gini?" ucap Azalya yang sedang membetulkan rambutnya yang sudah sangat berantakan dan juga sangat kusut.
"Anda beri menyadarinya?" tanya Zayn dengan sangat dingin nya.
"Iya, kenapa gue jadi kayak gini ya? Perasaan gue nggak melakukan apa-apa pada rambut gue" jawab Azalya yang masih heran dengan semua yang terjadi padanya.
"Lebih baik anda istirahat. Bukankah kaki anda juga sedang sakit" ucap Zayn yang berjalan masuk kedalam kamar nya lagi.
Azalya langsung mengejar langkah Zayn yang sedang berjalan dengan sangat pelan. Azalya langsung menggandeng tangan Zayn dengan sangat hati-hati, takut jika dia akan melukai Zayn lagi.
"Apa loe sudah lebih baik? Sorry ya, gue bener-bener nggak sengaja melakukan itu. Gue bener-bener sangat menyesal" ucap Azalya yang sudah membantu saya untuk berbaring dengan sangat hati-hati.
"Anda bisa langsung Istirahat juga. Saya akan istirahat sekarang" ucap Zayn yang meminta Azalya untuk segera istirahat juga didalam kamarnya.
"Terimakasih, gue nanti saja. Gue belum ngantuk, setelah gue ngantuk gue langsung tidur" jawab Azalya dengan senyuman dibibirnya.
DEG..
Senyuman Azalya membuat jantung Zayn berdetak tidak karuan dibuatnya. Ini benar-benar tidak sehat jika dibiarkan seperti ini. Zayn memutuskan untuk memejamkan matanya saja, karena tidak ingin membuat jantungnya terus menerus melakukan senam.