
Zayn langsung pulang setelah merayakan bangunan yang g menjadi markas Addofo Barnard. Dia memusnahkan semua yang akan menjadi tempat para orang-orang seperti Addofo yang ada dinegara ini nantinya.
"King, apa anda akan pulang sekarang atau kita datang kerumah sakit untuk melihat keadaan nya?" tanya Angga yang siap mengemudikan mobilnya menuju tempat yang diinginkan oleh Zayn.
"Ketempat persembunyian saja" jawab Zayn yang mana langsung memerintahkan untuk kembali ketempat dimana Azalya berada.
"King, kenapa didepan sana sangat ramai sekali?" tanya Angga dengan heran dan juga dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
mereka berdua sudah berada ditengah kampung untuk menuju tempat tinggal Azalya bersembunyi. Bahkan Zayn tidak bisa menggunakan pad nya untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.
"Kau tanyakan pada mereka" perintah Zayn pada Angga yang langsung mengangguk mengiyakan perintah dari Zayn.
"Permisi Pak. Ini ada apa ya kenapa ramai sekali seperti ini?" tanya Angga yang membuka kaca mobilnya.
"Ada seseorang ditemukan sudah tidak bernyawa lagi Tuan. Sepertinya bukan asli warga disini" jawab Bapak-Bapak yang ditanya oleh Angga.
"Laki-laki atau perempuan Pak?" tanya Angga lagi yang faham akan sorot mata dari Zayn yang sedang menatapnya lewat kaca didalam mobil.
"Perempuan Tuan. Sepertinya dia sedang hamil, terlihat perutnya sedikit besar" jawab Bapak yang tadi pada Angga.
DEG...
Zayn langsung turun dari mobil untuk memastikan jika itu bukanlah Azalya nya. Mungkin saja itu adalah orang lain yang memang kebetulan ditemukan tidak bernyawa didaerah sini.
'Jangan kamu sayang. Please jangan kamu' gumam Zayn dalam hati yang melangkah dengan cepat dan tidak memperdulikan kondisinya yang sekarng kita sedang lemah dan tidak memiliki banyak tenaga.
Zayn berlari dengan diikuti oleh Angga dibelakangnya. Zayn menembus kerumunan orang yang sangat banyak sedang melihat sosok wanita yang Zayn berharap jika itu bukanlah istrinya yang sedang mengandung.
Zayn melihat, jika itu adalah pakaian terakhir yang Azalya kenakan sebelum dia berpisah dan dia tinggalkan ditempat terpencil ini. Zayn langsung mendekat, dan betapa terkejutnya dia. Dia melihat wajah yang sama dan juga orang yang sama.
"Tidak, sayang. Bangun sweetie, please bangunlah" ucap Zayn yang langsung memangku kepala Azalya yang dia temukan sudah benar-benar tubuhnya sudah kaku dan dingin seperti es.
"King" ucap Angga yang langsung menghubungi keempat anggotanya yang bertugas untuk menjaga Azalya.
Tapi tidak ada jawaban. Dan tidak jauh dari sana ada dua orang yang juga tergeletak bersimbah darah dan ada sudah tidak bernyawa lagi dengan kondisini yang mengenaskan. Dan ditemukan lagi dua orang yang Zayn tugaskan untuk menjaga Azalya dan juga kedua baby Z yang masih ada didalam rahimnya.
Zayn mengepalkan tangan nya dengan sangat erat. Dan juga matanya sudah memerah menahan amarahnya, dan itu terlihat sangat menyeramkan bagi semua orang yang ada disana melihat Zayn yang menakutkan dan juga terlihat seperti Iblis yng baru bangun dari neraka.
"Aku akan membuat supaya saja yang terlibat dalam masalah ini akan mendapatkan akibatnya! Bukan hanya dia saja tapi seluruh keturunan nya yang bahkan belum lahir!" gumam Zayn yang langsung mengangkat tubuh istrinya yang sudah kaku dan dingin itu untuk diartikan bawa pulang dan segera dimakamkan.
"Maafkan aku sayang. Aku tidak bisa menjaga kalian bertiga, maafkan Daddy baby. Daddy telah gagal menjaga kalian berdua dan juga Mommy kalian. Tolong maafkan Daddy yang sudah lalai dalam menjaga kalian semua. Daddy berjanji tidak akan membiarkan siapa saja yang sudah membuat kalian seperti ini hidup dengan tenang. Daddy berjanji itu pada kalian" gumam Zayn yang masih memeluk tubuh dingin Azalya yang sudah tidak bernyawa lagi.
Angga yang melihat ini, juga ikutan merasakan kehilangan yang sangat dalam juga sangat menyakitkan. Kehilangan orang yang sangat dicintai dan juga sudah menjadi bagian dari hidupnya. Apa lagi ini sedang mengandung benihnya yang ternyata ada dua. Tapi takdir berkata lain, mereka telah pergi untuk selama-lamanya dari sisi Zayn dan seluruh keluarganya.
Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang dan juga memakN waktu lama Zayn sudah sampai dihalaman rumah Wijaya. Dia turun dengan menggendong Azalya memasuki ruangan yang kebetulan sangat ramai dan juga sedang berkumpul bersama. Disana kebetulan ada Mom Vita dan Dad Louis juga berada disana.
"Z, apa yang terjadi? Apa Aza sedang tertidur? Tapi kenapa wajahnya pucat sekali?" rentetan pertanyaan dari Mom Vita dan semua orang langsung menghampiri dan juga melihat dan menyaksikan apa yang sedang terjadi dan kenapa dengan Azalya.
Zayn tidak mengatakan apa-apa dia malah langsung menudukan dirinya dan sekarang sedang berlutut dengan posisi yang sama. Yaitu masih menggendong Azalya. Zayn menangis dengan diam dan dia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi pada semua orang yang ada disana.
"Apa yang terjadi dengan putriku! Kayakan!" teriak Papa Danu yang langsung memeluk tubuh Azalya yang sudah kaku itu.
"Maafkan saya Pa. Saya teledor menjaganya dan juga baby kami. Maaf" hanya itu yang bisa Zayn katakan pada Papa Danu yang sudah diliputi amarah, hingga...
BUG...
BUG...
BUG...
Mom Vita membekap mulutnya sendiri karena terkejut dengan apa yang dia dengar dan dia lihat sekarang. Dimana menantunya meninggal dan sekarang putranya yang lemah sedang dipukuli tanpa ampun. Bahkan Zayn tidak melawan atau meminta ampun dari Ayah dan anak yang sedang memukulinya. Bahkan saat Angga, Jeff dan Marcos ingin melerai tidak diizinkan oleh Zayn. Zayn mengangkat tangan nya untuk menghentikan mereka bertiga untuk melerai Papa Danu dan Alkana yang masih memukulinya.
"Sudah. Sudah cukup! Apa kalian tidak bisa melihat, jika ini adalah musibah. Apa kalian tidak bisa berfikir dan melihat betapa hancurnya dia. Dia juga merasakan hal yang sama seperti kita! Kehilangan Aza kita. Hiks... Hiks..." teriak Mama Soraya yang bisa menghentikan Papa Danu dan juga Alkana yang sedang memukuli Zayn.
Mom Vita langsung membantu Zayn yang benar-benar sudah tidak berdaya lagi dan bahkan sekarang sudah babak belur disekujur tubuhnya dan juga wajahnya. Mom Vita dan Dad Louis membantu Zayn untuk berdiri dan menghampiri keluarganya yang sedang berduka.
"Jangan kau sentuh putriku lagi!" ucap Papa Danu dan juga Alkana yang mengancam Zayn.
Zayn menurut dan tidak berani mendekat kearah Azalya yang tertidur dengan sangat damainya. Mama Soraya yang melihat itu hanya bisa diam dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia juga merasa sedih dengan semua ini, putri kesayangan nya telah pergi mendahuluinya.
Zayn memerintahkan Angga dan anggotanya untuk menyiapkan pemakaman untuk Azalya. Dia benar-benar sangat hancur dan juga tidak bisa mengampuni orang-orang yang sudah membuatnya menjadi seperti ini.
"Kau pergi dari sini. Kami bisa mengurusnya dengan baik. Saya menyesal telah mengizinkan mu untuk menikahi putriku, putri kesayangan ku! Jika tidak mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi! Kau pergi dari sini sekarang juga" ucap Papa Danu yang mengusir Zayn yang masih berdiri mematung tidak bergerak sama sekali.
"Saya mohon. Jangan seperti ini, saya tahu anak saya salah dan juga teledor dalam menjaga Azalya. Tapi tolong izinkan dia berada disini dan mengantarkan Azalya keperistirahatan terakhirnya. Setelah itu kalian boleh melakukan apapun padanya, saya tidak akan melarang lagi. Untuk kali ini saja saya mohon" ucap Mom Vita yang berlutut dihadapan Papa Danu yang masih menatapnya dengan tatapan nyalang pada Zayn dan Mom Vita.
"Sudah Pa, kita jangan seperti ini. Lebih baik kita makamkan Aza dulu, yang dikatakan oleh mbak Vita adalah benar. Kita tidak bisa menyalahkan orang lain dalM masalah ini. Mama juga sama terlukanya dan juga sakit, Mama yang sudah mengandung dan melahirkan nya. Jadi tolong hormati keinginan seorang Ibu Pa" ucap Mama Soraya yang membenarkan apa yang dikatakan oleh Mom Vita.
Papa Danu tidak mengatakan apa-apa, dia hanya dengan menahan amarahnya saja. Begitu juga dengan Alkana yang sama seperti Papa Danu, Zayn tidak bergerak sedikitpun dan juga tidak mengeluarkan kata-kata apapun pada semua orang.
Bahkan sekarang sudah banyak orang yang datang melayad dan ikut berbela sungkawa atau sekedar ikut berkabung dengan keadaan dua keluarga besar yang sedang berduka. Semua orang berdatangan dan juga mengucapkan bela sungkawa mendalam atas kepergian Azalya Wijaya Kusuma.
Setelah semuanya selesai, bahkan tidak sedikit orang yang mengirimkan karangan bunga dan juga dari berbagai klien yang bekerjasama dengan WJ.CORP, PRATAMA.GROUP dan juga EDC.CORP semuanya datang untuk mengucapkan bela sungkawa.
Zayn masih menggunakan hoodie dan juga maskernya, dia tidak ingin jika semua orang menatapnya dan juga mengenalinya. Zayn ingin semuanya selesai dan dia akan segera pergi dari sini dan akan melakukan strategi untuk melawan dan bahkan menghancurkan orang-orang yang sudah menghancurkan nya lebih dulu.
"Bang, abang tidak bersalah dalam hal ini. Abang bisa membalas semua orang yang sudah membuat abang seperti ini" ucap Zayd yang meminta Zayn membalas dendam.
Zayn hanya diam saja mendengar apa yang Zayd katakan padanya. Dia juga akan melakukan apa yang menurutnya benar dan itu sangat membuat Zayn bersemangat untuk membalaskan dendamnya.
"Kau pasti kuat Z. Kakak yakin kamu pasti kuat dengan cobaan seperti ini" ucap Zia yang memeluk Zayn yang hanya diam dan berdiri menatap Azalya yang sedikit demi sedikit ditutupi tanah.
"Kamu kuat boy" ucap Dad Louis yang menepuk pundak Zayn dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Zayn. Dad Louis hanya diam dan tidak berani menatap dan mendekati Zayn yang sedang dalam masa berkabung dan juga kesedihan yang mendalam.
Semua orang datang dan memberikan semangat pada Zayn tanpa terkecuali. Setelah pemakaman selesai Zayn menghilang dari kerumunan orang-orang yang masih berada dipemakaman. Bahkan Mom Vita tidak berhenti menangis akan semua yang terjadi pada putranya yang satu ini.
'Kenapa nasib kamu sangat teragis Z? Mommy tidak bisa melakukan apa-apa untuk kamu. Mommy hanya bisa berdo'a supaya kamu bisa melupakan ini semua dan bisa mencari penggantinya. Walau ini sulit, Mommy juga pernah merasakan apa yang kamu rasakan sekarang Zayn' ucap Mom Vita dalam hati dan menangisi nasib putranya yang sama dengan dirinya.
Setelah semuanya orang telah pergi dari pemakaman, Zayn kembali lagi dan menatap foto Azalya yang sedang tersenyum dipajang didepan batu nisan nya dengan sangat indah. Zayn menatap nanar dan juga penuh kesedihan dan juga dendam didalam dirinya.
"Kenapa kamu pergi meninggalkan aku sayang? Apa kamu sudah melupakan janji yang selalu kamu ucapkan padaku? Apa kamu menyerah karena aku tidak bisa banyak bicara manis dan juga mengatakan kata-kata yang membuat kamu bahagia? Maafkan aku, maafkan karena aku telah lalai menjaga kalian. Siapa yang telah melakukan ini pada kalian? Aku akan membalasnya sepuluh kali lipat yang kalian rasakan" gumam Zayn yang mengusap foto berukuran besar yang sedang tersenyum seolah sedang menatapnya.
.
.
.
Maafkan Othor yang menabur bawang sekarangðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜...
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya...
Subscribe nya juga pollow akun Othor ya...