Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Kedatangan tamu tak diundang



Zayn tersenyum tipis menanggapi ucapan dari kedua putrinya yang sedang membuka mainan dan juga malah memainkan nya berdua. Walaupun mereka berdua kadang bersikap dewasa, tapi tetap saja mereka berdua adalah anak-anak yang masih suka dengan berbagai mainan dan juga melakukan apa yang mereka inginkan.


Zayn terus menatapi dan sesekali dia mengerjakan pekerjaan nya yang dia serahkan pada Chris dan juga Jeff. Kedua orang itu yang dia tugaskan untuk menghandle semua pekerjaan nya yang memang dia tidak jnhun melakukan nya sendiri selagi dia bisa memantaunya dari jauh.


"Dad, kami mengantuk" ucap Zahiya dan Zaniya yang sudah sangat mengantuk dan menguap berulang kali lalu memejamkan matanya.


"Tidurlah. Apa mau disini saja atau didalam kamar kalian berdua?" tanya Zayn pada kedua putrinya.


"Disini saja" jawab kedunya yang mana Zaniya sudah memejamkan matanya. Tapi masih menjawab pertanyaan dari Zayn dengan menahan kantuknya.


Zayn menghampiri keduanya dan menarik sofa yang bisa menjadi bad yang sangat nyaman untuk kedua putrinya tertidur dengan nyaman. Zayn juga mengangkat satu persatu putrinya untuk tidur.


"Tidur yang nyenyak baby. Daddy akan menjaga kalian disini" ucap Zayn pada kedua putrinya dan mengecup keningnya bergantian.


Zayn beranjak pergi dari ruangan kerjanya dan menemui pria yang tadi bersama dengan putrinya yang ternyata belum benar-benar pergi dari mainson miliknya. Dia melangkah dengan elegant dan dengan langkah yang lebar menemui pria yang memang mengajarkan nya melakukan berbagai hal.


"Untuk apa anda masih disini dan mengawasi seluruh mainson saya?" tanya Zayn yang sudah berdiri dibelakangnya dan menatap lurus kedepan sana.


"Saya hanya ingin meminta maaf dan juga ampunan dari anda Tuan Malik. Karena kesalahan yang sangat besar dari saya anda hampir kehilangan keluarga anda" jawab Dad Louis yang juga menggunakan bahasa formal pada Zayn.


"Saya tidak bisa memaafkan anda Tuan Edison. Karena anda memang tidak memiliki kesalahan pada saya, dan saya juga tidak berhak untuk menghakimi anda. Karena saya bukan Tuhan yang bisa menghakimi atau memutuskan apa yang pantas dan tidak pantas anda dapatkan. Jadi meminta maaflah pada orang yang tepat" ucap Zayn yang juga sekarang menatap wajah pria yang sejak dulu ada untuk dirinya dan juga sebelum semuanya malapeteka itu menghampiri mereka semua.


"Anda benar sekali Tuan Malik. Tapi tidak bisakah anda tetap menggunakan kedua marga yang dulu anda gunakan dibelakang nama anda? Saya sangat berharap akan semua itu pada anda" tanya Dad Louis yang menatap dengan tatapan yang benar-benar penuh dengan penyesalan nya pada Zayn dan terlebih pada sahabatnya yang tidak lain adalah Daddy kandung Zayn.


"Jika masalah itu saya tidak berhak menyandang kedua nama itu. Karena saya memang bukan siapa-siapa baginya mereka, dan saya hanya memiliki seorang Mommy saja dan tidak ada yang lain lagi dalam kehidupan dulu dan sekarang. Maaf jika ucapan saya menyakiti dan juga membuat anda terluka, tapi inilah kenyataan dari semua yang sudah saya alami selama ini" jawab Zayn yang menatap dengan tatapan datarnya dan dia tidak memperlihatkan ekspresi apapun diwajahnya.


"Baiklah jika tidak menyandang nama saya. Setidaknya nama Ayah kandung anda sendiri. Saya tidak masalah jika memang anda tidak menginginkan nya, karena saya bukanlah siapa-siapa untuk anda. Setidaknya untuk Ayah yang menginginkan anda untuk tetap bisa bertahan didunia ini, dan bisa merasakan hidup" ucap Dad Louis yang sudah meneteskan air matanya mengucapan itu pada Zayn.


Zayn hanya diam dan tidak mengatakan sepatah katapun juga. Dia memang sangat bersyukur karena masih bisa hidup dan berada didunia ini bersama dengan orang-orang yang dia cintai dan juga sayangi. Tapi tidak menutup kemungkinan jika dia sangat kecewa dengan keputusan yang diambil oleh Daddy nya yang memutuskan untuk pergi dan memalsukan kematian dirinya sendiri. Sungguh itu adalah laki-laki pengecuat dan tidak pantas untuk dikatakan panutan.


Jika sekarang menginginkan semua keluarganya mengakui dia sebagai pahlawan, itu adalah kesalahan terbesar. Karena secara tidak langsung, dia juga mengincar nyawanya yang ingin dia lenyapkan juga supaya semuanya tetap dalam kendali dan juga pengaturan nya dengan dua pria yang termasuk ada dihadapan nya juga.


"Saya tidak berhak mendapatkan semua itu. Karena bagi saya nama Malik adalah yang terbaik dibandingkan nama yang lain. Apa lagi marga dari Pratama atau Edison, itu terlalu berat untuk saya yang hanya bisa bertahan hidup dengan semua obat-obatan yang saya konsumsi setiap harinya. Jadi itu tidak akan mungkin bukan?" ucap Zayn pada Dad Louis dan dia juga bertanya pada Dad Louis yang sudah tidak tahu harus mengatakan apa lagi dan seperti apa pada Zayn yang sangat keras kepala dan sangat sulit untuk bisa meyakinkan semuanya.


Karena dia adalah Zayn yang berbeda dari Zayn yang dia kenal dulu. Semenjak dia mendapatkan kabar jika istrinya meninggal dn dia berubah menjadi Iblis yang siap menghancurkan apapun yang menghalangi jalan dan semua yang dia inginkan. Karena bagi Zayn yang sekarang adalah keluarga kecilnya yang segalanya. Mommy dan saudaranya adalah pendamping dan tidak menjadi prioritas utama bagi Zayn sekarang.


"Terserah pada anda Tuan Malik. Saya permisi, dan jika ucapan anda didengar oleh Mommy anda diam pasti akan sangat sedih dan mungkin akan kecewa pada anda" ucap Dad Louis yang ingin pergi tapi tidak jadi karena mendengar ucapan Zayn yang membuatnya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.


"Saya akan mejelaskan semuanya tanpa terkecuali pada Mommy saya sendiri. Dan anda bisa tahu apa yang akan terjadi nantinya bukan? Saya tidak masalah jika saya dibuang dan tidak diakui lagi, karena memang saya berbuat kesalahan pada beliau. Jika anda? Apa yang akan anda jelaskan pada Mommy saya tentang persekongkolan anda dengan pria yang sudah tidak mempunayai tangan dan juga sudah berada didalam tanah?" tanya Zayn dengan seringai dibibirnya dan membalikan tubuhnya dari Dad Louis yang mendadak lemas dan langsung berlutut diatas rumput dengan kepala yang menunduk kebawah.


"Apa anda bisa menjelaskan semuanya pada istrinya anda sendiri dan juga anak-anaknya? Apa anda seberani itu mengungkapkan kejahatan anda yang bahkan siap untuk melenyapkan salah satu dari putranya yang tidak jauh dari mereka. Bisa dibilang adalah putra kesayangan nya" tanya Zayn tidak membalikan tubuhnya menghadap kearah Dad Louis.


"Jika anda bisa melakukan itu semua, saya akan menerima marga apapun yang diberikan pada saya" ucap Zayn lagi yang langsung pergi dari hadapan Dad Louis yang masih menunduk dan dengan posisi berlutut.


"Saya memang bersalah pada kalian semua. Tapi tidak bisakah memaafkan dan memberikan kesempatan kedua untuk saya yang renadah dan juga penuh dosa ini?" tanya Dad Louis yang membuat Zayn menghentikan langkahnya masuk kedalam mainson.


"Sudah saya katakan pada anda tadi. Jika saya bukan Tuhan yang bisa memberikan hukuman atau mengampuni kesalahan dan dosa-dosa anda. Tapi setidaknya anda sudah mengakui kesalahan anda yang sudah sangat besar dan juga entah akan bisa dimaafkan atau diampuni oleh Tuhan sekalipun" ucap Zayn yang langsung melangkahkan kakinya menuju pintu masuk kedalam mainson.


Sedangkan Dad Louis malah menangis dan meratali apa yang sudah dia lakukan dulu pada istri dan anak-anak sambungnya. Dan lebih parahnya lagi dia mau membantu Addofo untuk menghancurkan Zayn dan juga Surya yang mungkin akan merebut istrinya kembali dari tangan nya. Juga ingin melenyapkan Zayn supaya Addofo adalah Mafia dan juga psychopath yang tidak akan ada yang menandinginya lagi.


"Kenapa aku bisa melakukan itu semua? Aku dengan bodohnya membantunya dan juga melakukan kesalahan besar hanya untuk membuat Surya keluar dari persembunyian nya dan dengan mudah bisa membunuhnya dengan mudah. Tapi kenapa ini yang aku dapatkan? Tidak ada yang mempercayaiku sekarang. Hanya akan menerima kehancuran ku sendiri disaat usiaku sudah setua ini" gumam Dad Louis yang menangis sesegukan sambil terus menjambak rambutnya sendiri.


Sedangkan diluar sana Angga dan Marcos menatap keadaan Dad Louis yang sangat berantakan. Membuat mereka berdua tidak berani masuk untuk melaporkan sesuatu pada Zayn. Mereka sudah tahu jika setelah ada kejadian seperti ini King nya akan mengurung diri didalam ruang kerjanya dan menghabiskan dengan pekerjaan-pekerjaan nya dan akan membuat seluruh kariawan nya merasa kesulitan dengan semua perintah yang Zayn perokan pada mereka semua.


"Apa kita tunggu King keluar sendiri again kita menghampirinya saja? Ini adalah informasi penting yang harus King dengar sekarang juga" tanya Marcos yang masih menatap Dad Louis yang menunduk dengan bahu dan punggung yang bergetar.


"Kita tunggu sampai pria yang disana pergi dulu. Setelah dia pergi baru kita menemui King, karena yang saya gagu semenjak Nyonya ditemukan dan juga berkumpul lagi. King tidak seperti sebelumnya yang akan dengan mudah mengamuk seperti dulu" jawab Angga yang meninggalkan halaman delandapan tersebut diikuti oleh Marcos dibelakangnya.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Dad Louis sudah beranjak dadi berlututnya dan melangkah menuju mobilnya lalu segera pergi dari mainson Zayn. Angga dan Marcos segera berlari menuju ruangan kerja Zayn yang memang sedikit terbuka itu.


"King, maaf kami mengganggu waktu anda" ucap Angga yang mengetuk pintu dan langsung masuk kedalam ruangan kerja Zayn.


"Ada apa kalian kemari? Apa ada masalah?" tanya Zayn langsung to the point pada kedua orang kepercayaan nya.


"Kami membawa kabar sangat penting King" jawab Marcos yang membuat Zayn meletakan pena yang sedang dia pegang.


"Apa?" tanya Zayn dengan menatap keduanya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan oleh mereka berdua.


"King, orang-orangnya Alfonzo sudah bisa anggota kami amankan. Dan sekarang tinggal menangkap Zian Alfonzo yang entakkan bersembunyi dimana. Kami juga sedang mencarinya, karena kami takut jika dia melarikan diri kemari. Dan berencana untuk membuat masalah dengan anda lagi King" jelas Angga pada Zayn yang sedang menatap mereka berdua.


"Lalu, dengan Alfonzo dan Robert Delwyn sendiri bagaimana? Dia harus segera dihancurkan juga. Jangan ada ampun untuk keduanya" tanya Zayn yang juga memberikan perintahnya pada Angga dan Marcos yang mengangguk akan perintah yang diberikan oleh Zayn.


"Kami sedang mencarinya King. Karena mereka menggunakan apa yang sering anda lakukan, mungkin mereka ingin jika mereka bisa menandingi kempuan anda dalam berstrategi" jawab Angga pada Zayn yang hanya mengangguk lalu segera pergi lagi dari ruangan Zayn.


Tapi sebelum itu Zayn menghentikan langkah mereka berdua dengan mengatakan jika ingin menandinginya berarti mereka bertiga masih berada disana dengan identitas yang berbeda. Dengan begitu Angga dan Marcos saling pandang dan mereka masih bingung dengan semua ini.


"Maaf King Apa yang anda maksudkan jika mereka semua dalam lokasi yang sama?" tanya Angga yang masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Zayn pada mereka berdua.


"Bisa jadi tidak bersama. Mereka bertiga mungkin berada ditempat yang terpisah satu sama lain. Ini adalah tugas kalian berdua untuk bisa memecahkan semua teka teki ini" ucap Zayn yang mengibaskan tangan nya untuk menyuruh Angga dan Marcos segera pergi dari ruangan nya.


"Baik King, akan kamu berdua lakukan" jawab keduanya yang langsung beranjak pergi dari ruangan kerja milik Zayn.


Zayn tidak memanggapi apa yang dikatakan oleh Angga dan Marcos padanya. Zayn malah melanjutkan apa yang sedang dia kerjakan sekarang. Tapi Zayn terfikirkan oleh semua ucapan yang dari Dad Louis. Sebenarnya dia juga merasa sangat tidak karuan jika Mommy nya sudah tahu segalanya, pasti akan ada masalah besar lagi.


"Apapun yang akan terjadi nanti biarlah terjadi semestinya. Karena semuanya tidak bisa aku cegah sendiri maupun olehnya" gumam Zayn yang masih menatap berkas-berkas yang akan dia tandatangani.


Saat sedang mengerjakan pekerjaan nya, Angga kembali lagi dengan berlarian. Seperti ada sesuatu yang gawat dan tidak bisa ditunda lagi.


"King, maaf saya menerobos masuk kedalam. Diluar Zian Alfonzo sudah menyerang kami dan dia akan menerobos masuk kedalam sini" ucap Angga yang langsung membuat Zayn bangkit dari duduknya lalu menekan tombol untuk menutup seluruh ruangan.


Tidak lupa dia berlari untuk menemui istrinya yang masih terlelap untuk masuk kedalam ruangan kerjanya. Karena tempat yang paling aman adalah ruangan kerjanya dan bisa keluar melalui jalan rahasia.


"By, apa yang terjadi? Kenapa aku digendong seperti ini?" tanya Azalya yang langsung mengalungkan tangan nya dileher kokoh Zayn yang sedang berlari terburu-buru menuju ruangan kerjanya.


"Diam dan jangan banyak bertanya dulu. Nanti juga akan tahu sendiri" jawab Zayn yang sudah ngos-ngosan berlari menuju ruangan kerjanya.


Disana Angga masih menunggui Nona Muda nya yang masih terlelap dengan sangat nyenyaknya. Lalu setelah Zayn masuk semua pintu dan juga pengamanan terkunci otomatis. Juga hanya ruangan titinggal yang tidak bisa dibobol menggunakan apapun. Baik senjata api maupun bom sekalipun.


"By, ini ada apa? Kenapa kita berkumpul disini? Dan, Hubby harus segera minum obatnya sebelum Hubby pingsan" ucap Azalya yang melihat Zayn sudah sangat pucat karena menggendongnya sambil berlari menuju ruangan kerjanya.


Zayn hanya mengangguk dengan apa yang dikatakan oleh Azalya. Azalya memberikan obat padanya dan juga air minumnya. Zayn menerima dan meminumnya dengan segera lalu, benar saja. Dia langsung tergeletak dilantai tidak sadarkan diri lagi. Angga yang selalu ada disampingnya langsung memindahkan Zayn diatas sofa untuk dibaringkan.


Azalya sangat panik dia menatap Zayn yang tidak sadarkan diri. Lalu menatap pada kedua putrinya yang juga masih terlelap deatas sofa bad.


.


.


.


Othor sudah up 2bab ya....


Jangan lupa subscribe juga pollow akun Othor ya... Juga tinggalkan jejak kalian semua untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya.... Supaya Othor makin semangat buat selalu up...