
Azalya masih belum sadar jika Zayn sudah mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong celananya barusan. Dia hanya fokus pada TV didepan nya saja.
Zayn yang memang tidak banyak bicara tetap diam saja. Dia menunggu Azalya yang menanyakan nya jika dia menginginkan sesuatu dari Zayn.
"Hubby kenapa sih hanya diam saja? Apa hubby memang tidak bisa bicara didepan umum seperti master limbad?" tanya Azalya yang juga sedang menatapnya dengan tatapan yang menyelidik.
Tapi Zayn tanpa ekspresi apapun hanya diam saja seperti biasa. Dia memang jika bicara hanya seperlunya saja, dan terkesan jarang bicara.
"Aku sampe lupa. Apa hubby membawakan yang aku inginkan dari hubby?" tanya Azalya yang baru mengingat apa yang tadi dia inginkan.
Zayn mengeluarkan sebuah cincin yang berpasangan dengan nya. Azalya hanya diam dan tersenyum senang. Ternyata walau wajah Danu sikapnya yang kaku dan juga dingin, tapi sangat romantis menurut Azalya.
"Ini.... Ini cincin pernikahan kita hubby? Bagus banget.... Ini lebih dari sekedar keinginan ku saja. Thank you very much my husband, i love you" ucap Azalya yang berbisik ditelinga Zayn dengan suara yang sangat manja terdengar ditelinga Zayn.
Zayn hanya menatap dengan datar seperti biasanya. Membuat Azalya kesal juga, yang awalnya sangat romantis tapi ini langsung membuat down perasaan Azalya.
"Bisa tidak sih hubby bicara walau bukan kata-kata manis. Setidaknya mengatakan sesuatu! Bukan hanya diam saja seperti patung" gerutu Azalya yang melihat sikap Zayn yang sangat kaku dan juga dingin seperti kutub utara.
Tanpa disadari oleh Azalya Zayn menyematkan satu cincin lagi dijari manis sebelah kirinya dan langsung menarik tangan Azalya mendekat kearahnya dan langsung melabuhkan ciuman mesra dibibir Azalya.
Zayn semakin menekan tengkuk Azalya dan memperdalam ciuman nya. Azalya yang awalnya kaget dengan yang dilakukan oleh Zayn membalasnya juga dengan tak kalah lembutnya dari Zayn. Mereka saling menyalurkan rasa diantara keduanya.
Zayn melepaskan tautan bibirnya setelah Azalya kehabisan nafas. Zayn mengusap sisa sliva yang menempel dibibir Azalya dan Zayn menyatukan keningnya dengan kening Azalya yang sedang menatap wajah Zayn yang sedang memejamkan matanya.
Mungkin saja menetralkan perasaan nya yang menginginkan lebih dari sekedar berciumann saja. Tapi Zayn sadar, jika Azalya tidak mungkin bisa melakukan itu. Karena dia masih sakit dan itu tidak akan membuat Zayn tega melakukan nya.
"Apa hubby menginginkan sesuatu dari ku?" tanya Azalya yang tahu jika Zayn sedang menahan ha*ratnya yang sudah tinggi.
"Tidak" jawab Zayn yang langsung beranjak dari duduknya menuju kamar mandi. Tapi belum melangkahkan kakinya, tangan Zayn sudah digenggam oleh Azalya.
"Aku tahu hubby menginginkan nya bukan? Kenapa hubby tidak mengatakan nya?" tanya Azalya yang juga sudah menginginkan nya.
"Jika aku memulainya tidak akan bisa untuk menahan nya lagi" jawaban Zayn yang membuat Azalya merasa sangat bahagia.
Karena Zayn begitu perhatian dan juga sangat menjaganya supaya tidak terluka. Apa lagi dengan kondisini Azalya yang saat ini masih cidera dikakinya.
"Tapi aku juga menginginkan nya. Dan itu juga sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang istri, so do it my husband" ucap Azalya dengan tatapan yang membuat Zayn semakin hilang akal.
Zayn langsung mengangkat Azalya dalam gendongan nya. Dia membawa Azalya keatas ranjang nya dan tidak lupa Zayn mengunci pintu lift untuk sementara waktu selama dia melakukan sesuatu dengan Azalya.
"Aku akan melakukan nya. Jangan menahan nya jika sudah dimulai" ucap Zayn yang langsung melakukan nya pada Azalya.
Zayn memulai dari atas hingga kebawah dan dia berhenti dileher jenjang Azalya dan meninggalkan jejak kepemilikan nya dipermukaan kulit putih Azalya. Lalu turun lagi hingga dikedua bukit kembar yang sangat menantang untuk Zayn segera daki.
Zayn melakukan nya dengan sangat perlahan dan juga sangat hati-hati. Dia takut menyakiti kaki Azalya yang masih cidera. Zayn me*umat kedua cerry yang tumbuh diatas bukit tersebut secara bergantian.
Tangan Zayn juga tidak tinggal diam. Dia me*emas juga memilin cerry tersebut hingga membuat Azalya mendesis seperti ular. Dia juga membusungkan dadanya dan menekan kepala Zayn supaya lebih lagi.
Zayn turun kebawah lagi hingga dia menemukan lembah yang tidak terlalu rimbun didalamnya ada surabi yang sudah terlihat berkedut karena menginginkan yang lebih dari dilihat saja.
Zayn memainkan biji ketapang yang tumbuh didalamnya dan itu sudah membuat Azalya menggelinjang. Hingga suara sakral itu terdengar dari mulut Azalya yang menjadi melodi untuk Zayn.
Zayn membuka kedua kaki Azalya untuk dia bisa mengeksplor semua yang ada dihadapan nya saat ini.
Zayn langsung melakukan penyatuan nya dengan sangat perlahan, hingga...
BLESS....
Dengan sangat mudah Zayn sudah mebenamkan paria pait miliknya kedalam surabi legit Azalya. Zayn memompa dengan perlahan tapi pasti, membuat Azalya tidak berhenti mend*sah mendapatkan kenikmatan yang sudah lama dia tidak rasakan.
"Padahal kan baru juga dua hari Az" Othor🙈
Bukan Zayn namanya jika tidak long time. Karena ini sudah hampir waktunya makan malam dan mungkin semua orang yang ada dibawah merasa heran dengan pasangan pengantin baru itu.
Zayn terus memompanya dengan meningkatkan temponya. Membuat Azalya sudah tidak tahan lagi untuk menahan nya, dia sudah beberapa kali keluar. Tapi Zayn belum sekalipun juga.
"Hubby, aku.... Aku sudah tidak tahan lagi... Aku mau... Kelu... ar" ucap Azalya dengan tersengal-sengal karena menahan sesuatu yang akan meledak didalam dirinya.
"Bersama sweetie" jawab Zayn yang juga mengerang panjang menandakan jika dia sudah selesai dengan ritualnya.
Entah sudah berapa ribu atau juta kecebong premium milik Zayn yang disemprotkan kedalam rahim Azalya. Azalya langsung terkapar tidak berdaya mengimbangi na*su Zayn yang sangat besar dan juga selalu long time.
Zayn langsung melepaskan penyatuan nya dan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan setelah itu baru membersihkan Azalya yang masih terbaring lemas diatas ranjang.
"Dia sangat romantis banget sih" gumam Azalya yang menatap kedua tangan nya yang sudah tersemat dua cincin dari Zayn sekaligus.
"Aku akan membuat dia bisa mengatakan cintainya padaku. Tapi, bukankah dia membuat surat perjanjian pranikah? Aku pasti akan dilepaskan setelah dia bosan dengan ku" gumam Azalya yang langsung lemas mengingat jika mereka berdua terlibat dengan perjanjian konyol.
"Aku tidak tahu jika nanti akan seperti apa? Yang jelas aku harus bisa membuatnya jatuh cinta padaku apapun yang terjadi!" tekad Azalya yang menyemangati dirinya sendiri.
"Jika pun dia belum memiliki perasaan padaku. Setidaknya aku akan berusaha untuk meraih itu semua" gumamnya lagi sambil tersenyum sendiri menatap jari-jari nya yang sudah dihiasi dengan cincin yang sangat bagus dan juga pastinya ini sangat mahal.
Zayn yang sudah keluar dari kamar mandi hanya menatap datar pada Azalya yang bergumam sendiri. Dia seperti biasa membawa air hangat dan juga waslap untuk membasuh tubuh Azalya yang sudah menjadi istrinya sekarang.
"Hubby sejak kapan disitu?" tanya Azalya yang baru menyadari jika Zayn sudah duduk disampingnya dan akan mengelap Azalya dengan tangan nya sendiri.
"Sejak kau berbicara sendiri" jawab Zayn yang langsung membasuh wajah Azalya dengan sangat lembut.
"Jadi hubby menedngar semuanya?" tanya Azalya yang langsung bangun hingga..
"Aw... Aw..." Azalya mengaduh kesakitan karena dia memaksakan bergerak hingga kakinya sakit karena tertindih oleh kakinya yang lain.
Zayn hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah Azalya yang suka ceroboh jika sedang kaget atau apapun itu.
"Jadi hubby sudah mendengar semuanya kan? Jika benar aku tidak perlu repot-repot lagi memperlihatkan nya pada hubby" ucap Azalya yang sedang menikmati usapan demi usapan yang Zayn berikan pada tubuhnya yang sudah seperti Macan tutul.
"Thank you hubby" ucap Azalya saat Zayn sudah membersihkan seluruh tubuh Azalya tanpa terkecuali.
Zayn juga mengenakan pakaian pada Azalya. Pakaian yang tidak akan membuat kaki Azalya terganggu. Untuk bagian dalam Zayn juga memakaikan nya terutama yang menutupi bukit kembar nya juga surabi nya tidak ketinggalan.
Zayn menyimpan kembali baskom dan peralatan lainnya. Dia juga membuka kembali kunci lift nya, dia sudah segar dan begitu juga dengan Azalya yang sudah cantik dan wangi tentunya.
Tak lama kemudian Mom Vita datang untuk mengajak makan malam bersama, dan Zayn baru keluar dari kamar mandi nya.
"Z, kita makan malam sekarang. Daddy dan yang lainnya sudah menunggu" ucap Mom Vita saat berpapasan dengan Zayn.
Zayn hanya mengangguk dan menghampiri Azalya yang sedang tertunduk malu karena ditatap seperti itu oleh Mom Vita.
"Apa Azalya sudah bisa berjalan menggunakan tongkat ini?" tanya Mom Vita yang melihat ada dua tongkat yang tergeletak didekat sofa.
"Iya Mom, Aza belajar berjalan supaya tidak selalu hubby menggendong Azalya" jawab Azalya dengan senyuman mengembang dibibirnya.
"Tapi jangan dipaksakan. Jika belum bisa" ucap Mom Vita yang juga tersenyum pada Azalya.
"Ya sudah, ayo turun" ucap Mom Vita yang akan turun kembali.
.
.
Saweran nya dong buat Othor.....