Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Ternyata dia!!



Zayn terus menatap pada sosok yang dari bentuk dan postur tubuhnya adalah seorang pria. Dan itu membuat Zayn semakin penasaran dengan nya, apa dan bagaimana dia bisa memasuki hutan yang sudah menjadi kekuasaan nya selama ini.


'Siapa dia sebenarnya? Kenapa dia bisa masuk kemari dengan selamat? Tunggu, dia menggunakan jam tangan yang sama dengan yang ada padaku. Apa mungkin dia ada hubungan nya dengan jasad pria yang sudah tidak bisa disebut jasad lagi karena sudah tidak ada lagi. Untuk bisa memastikan nya lebih baik aku harus memanggil kawanan heina untuk membuatnya bersenang-senang dengan binatang licik itu' gumam Zayn dalam hati saat memiliki ide untuk bisa memanggil sekawanan heina yang siap akan menyerangnya dengan bergerombol.


Zayn mengeluarkan alat yang bisa membuat Surya seperti heina yang menemukan mangsanya. Dengan seringai tipis dibibirnya Zayn berhasil membuat heina mengepung manusia yang sudah berani masuk kedalam daerah kekuasaan ini. Memang pantas mendapatkan sambutan dari kawanan satu ini yang memang paling bisa dan juga membuat orang akan dengan mudah menjadi makanan pembuka bagi sekumpulan heina itu.


Zayn dibuat tercengang saat melihat siapa sosok pria yang sudah berani memasuki daerah kekuasaan nya. Dia adalah orang yang tidak pernah bisa dia Sangka selama ini. Karena orang itu selama ini adalah orang yang dekat dengan nya selama ini dan mungkin juga adalah orang kepercayaan nya juga.


Dengan mudahnya Zayn menyuruh sekumpulan heina itu pergi tanpa adanya perlawanan dari kawanan heina itu. Zayn mendekati pria yang sangat dia kenali dan juga baru saja membahas masalah yang akan dia kerjakan kedepan nya.


"Ternyata kau, orang yang sudah berhianat padaku!!" ucap Zayn yang melihat pria itu hanya berbaring diam dan tidak bisa berbuat apa-apa karena serangan dari heina tersebut.


Zayn mengambil jam tangan yang sedang terpasang ditangan nya mungkin ini yang menandakan kelompok mereka. Zayn menatap jam tangan tersebut dengan seksama, dan benar saja dugaan nya. Jika ini adalah jam tangan yang sama dengan yang dia dapatkan dari Lion sang singa.


Sedangkan Lion sedang menindih dada pria yang sedang berbaring terlentang tidak berdaya sama sekali. Untuk bicara saja sepertinya tidak bisa, dia benar-benar tidak punya pilihan lain selain mati!.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan dari ku? Kenapa kau begitu lihainya menyembunyikan semuanya dari ku? Kau bahkan sudah tahu dimana saja tempat-tempat yang selalu saya sembunyikan dari keluarga ku sendiri. Huh, kau tidak akan selamat dengan mudah!" ucap Zayn yang masih berjongkok menatap pria yang masih berbaring lemah dengan menatap nanar pada Zayn.


'Tunggu! Dia, tatapan nya berbeda dan tidak ada bekas luka disekujur tubuhnya' gumam Zayn yang semakin jeli untuk menatap wajah yang sama persis itu.


Zayn menyingap baju yang menutupi bagian binggangnya. Ternyata benar, ini masih sangat mulus dan tidak ada luka atau bekas luka sedikitpun juga. Zayn menatap dengan seksama dan dia sepertinya memang tidak mengenalinya dan itu bisa dipastikan. jika itu bukan orang yang dia yakini adalah dia.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Zayn yang melihat jika pria ini memang tidak ada tujuan datang kearah hutan ini.


"Saya tidak tahu" jawabnya dengan nafas yang tersengal-sengal karena mendapatkan tekanan dari Lion.


"Lepaskan dia Lion" ucap Zayn yang memberi perintah pada Lion untuk melepaskan nya sekarang juga.


Lion dengan patuhnya melepaskan apa yng diperintahkan oleh Zayn padanya. Zayn juga melihat dengan seksama seluruh wajah dan juga tubuh yang memang sedikit berbeda dengan orang yang dia curigai tadi. Dia melihat ada sesuatu yang membuatnya janggal. Kepalanya seperti ada bekas seperti habis mendapatkan jahitan.


Benar saja, jika dia memang mendapatkan luka itu dan itu berbeda dari luka yang dokter lakukan jika itu operasi pengangkatan penyakit atau melakukan pembedahan apapun itu namanya. Yang jelas Zayn harus segera menolongnya. Zayn menempatkan pria tersebut dipunggung Lion untuk membawanya kedalam markas.


"King, siapa dia?" tanya Angga yang ternyata masih berada diluar menunggu kedatangan Zayn yang keluar markas.


"Dimana Aaron?" tanya Zayn yang malah bertanya bukan menjawab pertanyaan dari Angga.


"Sedang didalam King" jawab Angga yang mengikutinya dari belakang dimana Lion sedang menggendong tubuh seorang pria.


Setelah sampai didalam pria itu diturunkan oleh anggota Zayn yang lainnya hingga mereka bisa melihat wajah dari pria tersebut yang sangat mirip dengan Angga. Dan itu mereka salaing pandang satu sama lainnya.


Hingga Angga sendiri melihatnya secara langsung dan dia juga sama terkejutnya dengan anggota yang lain. Dia mengusap wajahnya dan juga meraba tubuhnya sendiri. Ini seperti pinang dibelah dua, Zayn yang melihat itu langsung saja pergi dan disusul oleh Angga dibelakangnya. Jangan lupakan Lion yang selalu ikut kemanapun Tuan nya pergi.


"Kau tangani dia dan juga lihat dibagian kepalanya ada bekas jahitan yang memanjang juga ada beberapa tanda dibagian tubuhnya yang lain. Kau periksa semuanya, jangan ada yang terlewatkan sedikitpun juga!" titah Zayn dengan sangat tegas dan juga sangat mutlak tak terbantahkan.


"Baik King akan saya kerjakan dengan sebaik mungkin" jawab Aaron yang langsung masuk kedalam ruangan yang biasa untuk melakukan operasi.


Zayn masuk kedalam ruangan nya untuk membicarakan ini dengan Angga. Sedangkan Angga masih diam saja dan tidak mengucapkan apa-apa, mungkin saja dia masih syok karena melihat pria yang sama persis dengan dirinya.


"Apa, maksud saya anda menemukan dia dimana?" Angga malah balik bertanya pada Zayn. Seolah-olah dia tidak takut pada Zayn saat ini yang sedang menatapnya dengan sangat tajam.


"Kau tidak menjawab pertanyaan dari ku!" ucap Zayn dengan sangat dingin dan juga tatapan yang sangat tajam. Apa lagi melihat tatapan Lion yang juga sedang menatapnya juga.


"Maaf King. Saya masih syok dan juga tidak mengerti dengan semua ini. Saya adalah anak tunggal dan tidak memiliki siapa-siapa lagi setelah seluruh keluarga ku dibantai habis. Tapi kenapa wajahnya sangat mirip dengan saya?" jawab Angga yang memang sangat bingung dengan semua ini. Dia masih belum bisa menerima jika saat ini dia melihat orang yang begitu mirip dengan nya.


"Apa kau yakin? Jika itu bukan keluargamu, kenapa dia sangat mirip dengan ku?!" tanya Zayn dengan tatapan yang masih sama seperti sebelumnya.


"Saya tidak tahu King. Karena itu semua adalah yang saya ingat saja, selebihnya saya tidak tahu dan juga tidak ingat apa-apa" jawab Angga dengan sangat tajam dan juga masih penuh dengan tanda tanya besar didalam benaknya saat ini.


"Kita lihat saja nanti bagaimana pemeriksaan nya saat ini dan juga apa tujuan orang itu bisa sampai kemari" ucap Zayn yang masih menggenggam jam tangan yang tadi dipakai oleh pria yang sekarang sedang ditangani oleh Aaron.


TOK...


TOK...


TOK...


"Boleh saya masuk King?" tanya Austin yang mengetuk pintu dari luar.


Zayn tidak menjawabnya tapi Austin langung saja masuk saat Angga membukakan pintu untuk Austin masuk dan ikut bergabung kembali dengan mereka berdua.


"Ada apa?" tanya Zayn saat Austin sudah duduk dihadapan nya saat ini.


"Ini King. Saya menemukan ini saat saya sedang mencari tahu dengan sekasama" jawab Austin yang menyerahkan laptop yang sedang dia pegang pada Zayn.


"Apa ini? Kenapa semuanya sangat aneh dan juga terlihat seperti.... " Zayn tidak melanjutkan ucapan nya lagi karena dia melihat sesuatu yang membuatnya penasaran dan juga itu seperti benda-benda yang sudah ada ditangan nya saat ini.


'Jadi ini memang ada enam benda yang sudah dirancang kusus untuk bisa membuat mereka saling mengenali satu sama lain. Dan ini adalah salah satunya?' gumam Zayn yang terus saja melihat semua tulisan dan juga gambar yang tertera dilayar laptop yang sedang Austin gunakan.


"Apa anda mengetahui sesuatu King? Karena disini tertera jika keenam benda ini adalah yang teristimewa dari semua benda yang dilayar sebelumnya" tanya Austin yang melihat jika Zayn hanya diam saja dan sesekali menatapi sesuatu yang berada ditangan nya yang lain.


"Tidak, ini baru saya lihat. Jika saja semua benda ini ditemukan atau salah satunya, apa yang akan terjadi?" tanya Zayn yang ingin tahu semua yang sedang dia tanyakan pada Austin.


"Disitu jawaban nya hanya satu King. Dan itu tidak dijelaskan dengan rinci, tapi inti dari semua itu adalah ada sebuah rahasia tentang kehidupan dari orang yang sedang King cari tahu" jawab Austin dengan sangat yakin dan juga semuanya dia jelaskan dengan sangat tegas juga jelas.


"Jadi semua yang ada disini itu adalah satu kesatuan dari semua yang sedang saya ingin tahu?" tanya Zayn yang memastikan semuanya. Dan itu dijawab dengan anggukan kepala oleh Austin.


"Jika begitu, cari tahu dimana dan ada bersama siapa saja keenam benda tersebut. Juga memastikan jika benda itu asli dan bukan tiruan" ucap Zayn dengan sangat tegasnya pada Austin yang hanya mengangguk patuh dengan semua yang dikatakan oleh Zayn padanya.


"Akan saya kerjakan dengan baik dan juga cepat King" jawab Austin yang langsung mengenakan tugasnya dengan sangat baik dan juga benar. Supaya Zayn bisa selalu mempercayainya dalam hal menganalisia.


"Dan untuk mu. Kau hanya perlu cari tahu, siapa pria yang sedang ditangani oleh Aaron saat ini. Jika kau tidak bisa menemukan nya dengan baik dan juga benar kau akan tahu akibatnya!" ucap Zayn dengan sangat tegas dan juga tidak terbantahkan.


Angga hanya mengangguk patuh dan tidak mengatakan apapun lagi. Dia masih memikirkan apa yang terjadi kedepan nya nanti dan juga apa yang akan dia hadapi selanjutnya. Angga hanya bisa berdo'a supaya dia bisa menemukan apa yang Zayn inginkan darinya.