Love In Trouble

Love In Trouble
Masih Tentang Mahen



Mahen POV


Menjadi orang baik itu sangat lah menyakitkan, itu yang Mahen tahu. Dia mau menjaga wanitanya, supaya wanita yang masih ia cintai itu nggak kembali rapuh seperti dulu. Walau ini semua menyakiti dirinya.


Saat ini Mahen memasuki mobil dan mengendarai tanpa arah. Tanpa sadar, ia malah sudah berhenti tepat di depan gang rumah Zaina. Selalu saja begini. Mahen selalu ada di sini tanpa sadar dan itu cukup mengganggunya. Karena ini semua malah semakin menyakiti hatinya.


Laki-laki itu pada akhirnya mematikan mesin mobil dan duduk menyandar. Menatap rumah yang sangat ia kenal. Ia tersenyum sangat tipis.


"Padahal ... dulu gue seneng banget kalau ada di sini. Gue pasti langsung mikirin mau bawain makanan apa aja, karena tau Zaina suka nyemil."


Mahen bergumam kecil.


"Ehm ... kalau sekarang, Zaina masih suka nyemil nggak ya? dia masih suka mochi strawberry nggak ya? pengin deh sekali kali ngirim makanan ke rumah atau kantor nya Zaina. Tapi ... sayang banget gue beneran takut banget. Gue masih belum ada keberanian untuk ngelakuin sejauh itu."


Mahen sangat mengakui kalau dirinya itu sangat bodok dan nggak gantle sama sekali. Harusnya dia bisa menjaga kedua orang dengan sekaligus. Bukannya menjaga Zaina, tapi malah mengorbankan dirinya.


Tapi, entah kenapa. Mahen beneran takut. Selama ini dia masih mencari cara supaya bisa mendapatkan video itu tanpa harus menuruti permintaan Restu terus. Karena jujur saja, Mahen mulai muak kalau begini terus. Dia beneran gak bisa sama sekali.


Laki-laki itu hanya bisa menatap nanar kepada semua orang. Rasanya ini benar-benar sangat menyakiti hatinya. Ia sangat lemah jika berurusan sama Restu. Karena yang Mahen tau, Restu itu sangat licik. Dia bakalan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang dia mau. Jadi, Mahen juga harus berhati-hati.


Ting!


Mahen melirik dan mengambil ponselnya.


/Ternyata ... ada yang diam-diam pergi ke rumah Zaina ya? sepertinya kamu sama sekali nggak takut sama ancaman aku? hmm ... enaknya aku ngelakuin apa ya. Biar kamu sama mantan kamu itu kalang kabut!/


Mahen menggeram marah. Ia memilih membiarkan semua itu dan memandangi rumah penuh kenanga itu. Ia menarik napas dalam-dalam dan tersenyum sangat tipis. Rumah ini benar-benar sudah membuat dia sangat senang. Karena di dalamnya, ada banyak kenangan indah.


|Singgung mantan kekasih, benar kah sosok Zaina menjadi pengganggu di hubungan Mahen dan Restu?|


|Tidak terima di dahului, Zaina di kabarkan menjadi pengganggu di hubungan sang mantan kekasih.|


|Perempuan tidak tahu malu, Benalu di hubungan laki-laki yang sudah berbahagia dengan perempuan lain.|


|Setelah dulu dibuang, kini Zaina mengganggu kembali hubungan sang mantan kekasih.|


|Apakah Zaina kembali berulah?|


Mahen memejamkan mata, menahan emosi yang menggebu melihat judul berita yang lagi menjadi topik terpanas. Tanpa pikir panjang, Mahen langsung menelepon orang yang sudah membuat berita ini jadi tersebar luas.


Untuk sesaat Restu nggak mengangkat sama sekali, buat laki-laki itu menggeram marah. Tapi, pada akhirnya Restu mengangkat membuat laki-laki itu langsung membentak perempuan itu.


"Gue udah bilang jangan ganggu Zaina! tapi apa ini, kenapa lu masih aja ganggu Zaina. Nggak gini cara mainnya Restu. Kalau lu masih terus gini. Yang ada gue nggak bakalan diem aja. Lu lihat nanti apa yang bakal gue lakuin ke lu dan keluarga lu!"


"Duh ... ada yang marah nih, serem. Eh, bukannya aku udah bilang dari awal. Jangan pernah nemuin mereka lagi? terutama perempuan itu. Gue udah bilang kok dari awal. Tapi kenapa kamu masih nggak ngikutin apa yang aku mau? kamu tetep datang ke sana. Jadi ... seperti perjanjian, kalau kamu nggak ngikutin apa yang aku mah. Aku bakal keluarin yang buat mantan kamu itu jadi hancur!"


"RESTU!"


"Marah aja mas. Karena aku nggak peduli sama sekali, keinginan aku yang paling utama adalah ngeliat Zaina itu hancur sehancurnya. Aku mau ngeliat dia tertekan. Itu yang aku mau."


"Jahat banget ya ... sebenarnya apa yang udah Zaina lakuin sama kamu. Kenapa kamu bisa sejahat ini? Bahkan lu sama Zaina aja nggak saling kenal satu sama lain. Tapi, lu malah ngelakuin hal keji kayak gini. Apa lu sama sekali nggak ada hati? apa lu sama sekali nggak mikirin perasaan lu?"


"..."