
/MOM!/
Zaina nyaris memekik begitu panggilannya di angkat oleh sang mommy dari seberang sana. Ia tak peduli dengan tatapan orang lain yang sepertinya menatap marah pada dirinya karena sudah mengganggu waktu mereka.
Setelah mendengar jawaban mimin Nadya. Zaina langsung menjelaskan posisinya saat ini. Dia menceritakan apa yang sudah terjadi pada dirinya dan membuat Zaina bingung harus melakukan apa.
Zaina ceritakan semuanya, tak ada yang ia tutupi sama sekali. Walaupun dirinya terdengar salah. Ia tak akan peduli dan tetap menceritakan semuanya pada sang mom.
"Mom ... aku harus apa? mas Mahen kayaknya kecewa berat sama aku dan aku baru sadar kalau aku memang udah menyebalkan banget. Duh, mom ... aku beneran nggak tahu lagi harus ngelakuin apa. Aku baru sadar malah aku udah buat mas Mahen marah. Selama ini aku cuman nutupin rasa cemburu aku doang dan nggak sadar kalau tingkah aku udah buat mas Bram jadi muak."
/Huh ... kamu nih kebiasaan ya. Kalau ada hal yang nggak kamu suka. Kamu tuh malah ngomel dan tanpa sadar suka ngomong hal yang nyakitin gini./
"Iya mom ... maaf ya. Zaina beneran nggak sadar. Padahal bener kata mas Mahen. Seharusnya dia yang lebih berhak cemburu sama aku. Karena aku masih hidup di sekeliling Ghaly dan buat Ghaly sendiri, apa aku harus ngejauh dari dia?"
/No ... mom melarang kamu jauhin Ghaly cuma karena ini. Tadi kamu bilang kalau dia nggak masalah kan? jadi nggak usah. Kamu jangan terlalu dekat aja, atau bersikap kayak biasanya. Di sini yang harus di rubah tuh sikap kamu. Sikap yang selalu nyalahin orang lain. Jadi stop buat nyalahin orang lain. Karena di sini rasa kamu yang salah. Bukan Mahen sama sekali./
"Iya mom ... makasih dan maaf. Terus aku harus apa? mom tahu kan kalau udah lama aku sama Mahen nggak date. Terus tiba-tiba sekarang date kami malah berantakan karena kesalahan aku. Ini aku lagi ada di alun-alun dan mas Bram lagi ada di dalam mobil. aku bingung harus apa."
Zaina terkekeh.
Lagi pula kalau sedang begini, Zaina jadi sadar kalau dirinya ini tidak punya teman sama sekali. Ia tidak memiliki teman yang tulus. Semuanya munafik.
Mereka hanya mengincar hartanya jika sudah mengetahui ia keluarga pengusaha ternama dan karena ini Zaina memilih untuk menjalankan hidupnya sendiri. Ia tidak butuh teman dan sekarang ia baru sadar kalau dirinya sangat kesepian.
"Mom ... gimana? aku nggak mau acara date aku gagal. Aku ngerasa bersalah banget."
/Mau bagaimana lagi?/ ucap mom Nadya pada akhirnya. /Kamu harus nemuin Mahen dan minta maaf sama dia. Cuma itu salah satu caranya. Ingat minta maaf dengan tulus! dan bilang kalau kamu menyesal dan janji nggak akan mengulangi lagi dan reminder buat kamu ke depannya. Kalau ada apa-apa tuh ya pikir dulu. Bukannya malah kayak gini. Jadi masalah ke kamunya sendiri kan./
"Ih mom, jangan di marahin. Aku udah di marahin sama Mahen. Masa sekarang mommy marahin aku juga sih?"
/Lagian kamunya ... ya sudah, sana minta maaf sama Mahen. Good luck sayang. Semoga date kamu tetap berjalan dengan baik./
"Aamiin ... makasih ya mom atas sarannya."