
Gabriel Marvel Alexander
Keturunan keluarga Alexanderson yang bisa dibilang bibit unggul. Tapi, Anak itu tidak seperti Daddy atau Mommy-nya. Mereka heran semakin Gabriel tumbuh besar banyak sekali perubahan sifat. Setelah menginjak sekolah menengah pertama Gabriel cenderung menjadi anak pendiam, jutek bahkan sangatlah tidak peduli dengan sekitarnya.
Mager-nya kebangetan.
Tapi Gabriel menjadi anak yang penurut, sayang kepada keluarga. Bahkan tidak mau menolak apa yang keluarganya katakan.
Hingga suatu ketika Gabriel di jodohkan oleh keluarga kaya ya sejajar dengannya. Karena Gabriel dan Kayla lah suatu penyebabkan perjodohan ini. Gabriel sempat mengelak, tapi apalah daya dia hanya seorang anak yang harus menurut kemauan orang tuanya.
Baru kelas 1 SMA.
Gabriel seperti tidak ingin, cewek berambut panjang sedada menegurnya disekolah. Karena, ia tidak mau kalau teman-temannya mengira mereka berpacaran. Padahal bukan pacaran lagi mereka sudah akan menikah setelah lulus nanti. Hadehhhhh, Gabriel tidak bisa membayangkan kalau dia akan menikah dengan gadis bawel, cerewet.
Kayla Aurellia Thabita.

Anak kedua dari keluarga Marcel memiliki wajah cantik dan selalu ceria. Kehidupannya memang sangatlah mewah, tapi cewek itu seperti hidup di neraka. Kayla mencoba untuk menguatkan dirinya sendiri. Dia selalu ceria, bahkan tidak pernah bisa orang menebaknya kalau sedang sedih. Anaknya baik, kalem-kalem nakal dikitlah.
Rajin dan tidak sombong.
Otaknya di atas rata-rata, tidak suka di rendahkan atau diremehkan orang lain. Kayla tegas, bahkan temannya dibully atau diredahin sama orang. Dia bakal maju!
Pada suatu ketika ia di jodohkan oleh seorang cowok yang dingin, jutek, mukanya kek pen nerkam gitu, tapi gantengnya kebangetan. Kayla dengan senang hati menerima perjodohan ini. Ya sebenarnya mereka tidak melalukan apapun. Siapa sih yang tidak ingin menikah dengan orang ganteng dan kaya. Kesempatan dong.
Tidak, tidak, Kayla tidak matre. Hanya saja langsung terklepek-klepek dengan manusia yang bernama Gabriel Marvel Alexanders.
Meski pertemuan keluarga hampir setiap bulan. Tapi Kayla dan Gabriel tidak pernah saling untuk menegur. Sebenarnya, Kayla sudah mengode-ngode yaaa nyapaaaa gitu. Tapi Gabriel tidak menggubris Kayla.
****
"Kalian harus mendapatkan tanda tangan Kakak kelas cewek 5 dan cowok 5. Dalam waktu 7 menit." pekik Suara tanpa memakai spiker.
"Cepat, mulai dari sekarang!"
Para siswa baru berlarian meminta tanda tangan ke kepada kakak kelas dimana pun mereka berada. Diberi waktu yang sedikit Kayla harus mendapatkan tanda tangan cowok ganteng itu. "Kak, minta tanda tangan dong." ujar Kayla seraya menyodorkan buku serta pena kepada salah satu cowok. Cowok itu hanya mengangkat alisnya, lalu menatap tidak tertarik kepada Kayla. Ketika cowok itu akan pergi, Kayla menahannya.
"Kak, 5 tanda tangan yah. Plisssssss. Bantu gue." Kayla memohon.
"Gue nggak minat, bantu lo!" cetus cowok itu kemudian meninggalkan Kayla. Kayla semakin tertarik kepadanya, bukan marah tapi malah mengejar cowok itu.
"Kasih satu aja kak, plis." Kayla mengikuti langkah cowok itu.
"Lo tau bahasa manusia nggak sih? Waktu lo sia-sia. Liat tuh." celetuk Gadis berambut pendek, nggak cantik-cantik amat.
"Ya udah, minta tanda tangan kakak aja. Nih. 10 tanda tangan tapi berbeda-beda." ujar Kayla, kemudian memberikan buku serta pena kepada cewek judes itu.
"Gila, bisa gue bilangin sama KETUA OSIS kalau cara licik begini." cetusnya.
"Loh dari tadi aku lari-lari minta tanda tangan sama kakak, terus kakak yang dingin itu. Nggak di kasih." jawab Kayla.
"Berisik lo, masih baru blagu."
"Huuuuu, Airin sombong." Sorak teman-temannya, menyalahkan dirinya karena tidak memberikan tanda tangan pada Murid baru.
****
Gabriel kelas 1 SMA
Kayla kelas 3 SMP
BScene penyebab Gabriel dan Kayla dijodohkan.
Gabriel sedang duduk di taman seorang diri, kemudian seorang gadis berambut panjang dengan ala-ala centilnya ia menggoda Gabriel. Sebenarnya, mereka tetangga dekat orang tua mereka juga sudah kenal. Tapi, Gabriel tidak suka dengan Kayla.
"Hai ganteng, duduk sendirian?" sapa cewek itu seraya mendudukkan bokongnya ke kursi taman. Gabriel melirik ke arah Kayla yang mendekatinya.
"Lo ngapain kesini?" tanya Gabriel dengan nada ketus.
"Nemenin lo, lagian kita kan tetanggaan." jawab Kayla santai.
"Mau tetangggan kek, apa kek, mending lo pergi deh. Dari pada gue dorong lo!"
"Jangan galak-galak napa,"
"PERGI! NGGAK?!" tegas Gabriel, tatapannya dah tajem kek silet, tapi Kayla nggak peduli sama sekali. Kemudian Gabriel berdiri, tanpa babibu Kayla menarik kerah cowok itu sampai bibir mereka menyatu. Kayla dengan sengaja mengecup bibir ranum cogan itu, demi apa. Rasanya aahh mantep😝.
"Hei, apa-apaan ini!!!"
"Kalian berdua harus menikah!!" ucap tegas lelaki paruh baya yang masih berDAMAGE. siapa lagi kalau bukan bapak Devano.
Keluarga Kayla Dan Gabriel berada di tempat tersebut. Gabriel nampak kesal, ia menahan amarahnya. Gara-gara Kayla sembrono dan kurang ajar padanya. Aih, Gabriel merada diperkosa oleh gadis Bar-bar itu. Devano dan Marcel memutuskan untuk menikahkan mereka berdua.
"Ini perbuatan anak jaman sekarang, ya, hadeh Gabriel!"
"Ini nggak seperti yang kalian kira, dia yang tiba-tiba narik kerah bajuku." jawab Gabriel membela dirinya, enak saja. Gabriel seperti diCap cowok mulahan dong ehh nakal maksudnya.
Lisya terdiam, ia fikir mungkin saja kelakuan Devano dulu kembali terulang kepada Gabriel. Tapi, masa iya. Padahal Gabriel anak yang pendiam dan tidak menyukai Kayla. Lisya tidak bisa mengatakan apapun, mempercayainya pun tidak.
"Pa, kata Gabriel bener. Aku yang sengaja narik kerah dia. Lagian dia ganteng banget." astaga, betapa bar-barnya Gadis ini.
"Jadi, kalian mau kita nikahkan sekarang juga?" pertanyaan macam apa ini, tentu saja keduanya menjawab "NGGAK MAU!!!"
"Tapi kelakuan kalian bikin keluarga besar Malu, liat tuh. Liat ada Cctv, apa kalian nggak tau tempat buat ciuman hm?" Betapa tegasnya juragan salak, membuat keduanya tertunduk diam.
"Oke, kalian harus tunangan malam ini juga!"
******!!!!