Love In Trouble

Love In Trouble
Menyindir



"Ah tidak ... saya hanya merasa sedih saja karena seorang anak yang seharusnya di apresiasi dalam melakukan banyak hal. Tapi kinerjanya malah di remehkan. Padahal nona ini beneran hebat banget," lanjut Brandon mengeles. "Nggak ada maksud apa-apa sih, cuma menyayangkan saja. Oh iya, kita bahas saja serius nih. Nona ada apa ya datang ke sini?"


Zaina berdeham dan menaruh gelas ke atas meja.


"Maaf sebelumnya tuan Brandon, tapi saya mau membahas proyek kerja sama yang dilakukan perusahaan tuan dengan perusahaan ayah saya."


Zaina menangkap reaksi gugup dari pihak di seberangnya. Zaina terus menatap setiap pergerakan dari Brandon. Biar dia tahu kalau Brandon memang pelaku di balik ini semua atau ini hanya tuduhannya saja.


"Baik, lalu?"


"Iya ... karena kondisi ayah saya yang kurang baik. Saya yang bakal melanjutkan proyek ini."


Zaina berpura-pura membuka file yang dia bawah. "Hmm, tapi saya masih penasaran deh. Seumur hidup ayah saya melakukan proyek seperti ini. Tapi nggak pernah tuh terjadi hal buruk kayak kemarin. Tapi kenapa tiba-tiba ada pegawai yang lalai ya? Padahal semuanya harus udah aman? Dan juga biasanya ... sebelum kunjungan di lakukan. Biasanya bakal ada orang yang cek kan? dan kalau aman baru ayah saya bisa datang?" sarkas Zaina. "Tapi kenapa tempat itu masih nggak aman juga ya? ini siapa yang salah?"


Brandon menelan saliva, merasakan aura intimidasi dari Zaina.


Laki-laki itu kelihatan berpura-pura santai. Tapi wajahnya benar-benar sangat tegang.


"Ah itu mah kelalaian pegawai saja," jawabnya sembari mengibaskan tangan di udara. "Namanya juga manusia. Nggak pernah luput dari kesalahan kan?"


Zaina menggeleng.


"Saya rasa ada sesuatu yang aneh di sini."


"Maksud nona?"


"Bagian beton yang terjatuh itu bahkan nggak tertangkap di CCTV. Yang mana seharusnya setiap sudut ada CCTV yang merekam dan anehnya cuma CCTV itu doang yang rusak. Seolah memang sengaja dan juga pekerja yang mengawas di sekitar CCTV itu seketika mengundurkan diri dan nggak ada yang tahu kabarnya sama sekali. Ini beneran aneh banget sih tuan bagi saya. Jadi, saya merasa memang ada yang aneh di sini dan saya sedang mencari tahu tentang hal ini."


"Eh ..."


"Makanya ... karena proyek ini jalan karena kerja sama dengan perusahaan tuan Brandon. Saya ingin mengajak tuan Brandon untuk mencari pelaku di balik semua kejadian ini."


Brandon mengangguk di balik wajahnya yang sangat tegang.


"Pasti tuan juga nggak akan tinggal diam aja kan kalau ada yang aneh dj tengah proyek kalian? jadi ... apa tuan ada sesuatu yang merasa aneh dengan proyek ini?"


Brandon menggeleng.


"Tidak nona ... selama ini saya nggak pernah berpikir yang aneh-aneh. Saya merasa semuanya baik-baik saja. Tapi setelah mendengar penjelasan dari nona. Sepertinya emang ada hal kurang baik ya di sini. Jadi, dengan senang hati saya akan membantu. Lalu ... apa yang bisa saya lakukan untuk membantu semua ini?"


Zaina bergumam sambil tersenyum tipis.


"Sebelum membantu ini ... ada yang mau saya tanyakan terlebih dahulu." Perempuan itu menelan saliva sebentar. "Kenapa proyek ini kembali jalan tanpa sepengetahuan pihak kami ya?"