Love In Trouble

Love In Trouble
26 - Pelaku



“Siapa dia?”


Mahen menatap bingung pada data laki-laki yang baru saja ia baca. Dia salah satu tersangka yang menghadirkan berita tentang Zaina. Tapi dari tadi, dia hanya memandang heran pada foto itu.


“Namanya Gama? Bentar deh ... mukanya bener nggak asing banget. Tapi siapa dia? Ada hubungan apa dia sama Zaina dan tahu dari mana dia sama semua berita ini?”


Dan dengan diliputi rasa penasaran, kini Mahen sudah menginjakkan kaki di perusahaan calon mertuanya. Ia sesekali menunduk pada orang yang mengenal dirinya. Tak jarang beberapa dari mereka juga saling berbisik karena berita yang sedang viral di luaran sana itu.


“Maaf tuan, bisa menunggu sebentar. Tuan Zidan sedang ada tamu,” ucap seseorang yang Mahen kenali sebagai asisten mertuanya itu.


“Ya sudah ... saya tunggu.”


Mahen menunggu di kursi yang ada. Dia langsung mengeluarkan HP dan tenggelam dalam media sosial. Ia membuka akun instagram Zaina dan membalas orang-orang yang hate Zaina. Di antara banyaknya orang yang hate. Dia salah satu orang yang balas semua makian jahat orang lain.


Mahen juga memberi tahu pasal untuk orang yang berkata kasar di akun orang lain sehingga menyebabkan perbuatan yang tak menyenang kan.


“Mereka berbicara tanpa tahu faktanya sama sekali. Seolah mereka paling paham siapa itu Zaina. Padahal di antara banyaknya orang yang hate Zaina, saya yakin kalau mereka ada yang berperilakuan sama.”


“Mereka terlalu sok suci untuk Zaina yang memiliki hati lembut. Lihat saja ... saya dan beberapa pegawai saya sudah menandai beberapa akun yang hate berlebihan ke Zaina. Saya nggak akan biarin mereka gitu aja!”


“Mahen? Maaf dad membuat kamu jadi menunggu,” panggil dad Zidan, menghampiri Hermawan.


“Eh iya, nggak apa-apa dad. Aku juga yang harusnya minta maaf karena ganggu waktu dad. Padahal aku belum ada janji temu sama dad, sebelumnya.”


Dad Zidan tertawa dan meminta Mahen untuk masuk ke ruangan kerja. Mereka duduk saling berhadapan.


Pria yang nggak di kenalnya.


“Yang ini dad, aku nggak tahu ini siapa. Tapi dia udah jadi pelaku penyebaran berita Zaina. Tapi ya gitu, aku nggak tahu dia itu siapa atau dia tau dari mana. Orang suruhan aku, belum dapet info lebih lanjut.”


“Dia salah satu saudara dari mantannya Zaina.”


Mahen berdecak. Pantas aja mukanya nggak asing. Mahen kembali menatap foto pria itu. Kini dia baru sadar, kalau pria itu mirip sama laki-laki yang dia dan Zania temui beberapa hari yang lalu.


“Jadi, maksud dad tuh ... Ghaly yang ngomongin ini semua?” tanya Mahen, serius.


Dad Zidan mengangguk.


“Dad juga cari informasi dan memang Ghaly yang ngelakuin ini semua. Dia yang nyebarin berita buruk tentang Zaina. Dia juga yang buat Zaina di hate sampai sedemikian rupa dan daddy nggak akan terima itu semua. Daddy bakalan bales Ghaly sampai dia benar-benar menyesal."


"Aku ikut dad ... aku juga mau ngebales orang yang udah buat Zaina sampai sedih dan lemes kayak gini. Aku nggak akan biarin gitu aja!"


Daddy Zidan tersenyum tipis mendengarnya.


"Makasih banyak ya nak Mahen untuk kepedulian kamu sama anak daddy. Sekarang daddy benar-benar yakin kalau kamu orang yang tepat untuk Zaina. Jaga anak daddy ya dan sebelum itu kita harus bales laki-laki itu dulu! Daddy nggak akan diam aja."


"Iya dad! aku juga ikut."