
/Sedang hamil?! Ini dia berita terpanas anak pengusaha ternama Z yang tengah hamil besar akibat pergaulan bebas/
/Pernikahan dilakukan hanya untuk menutupi kehamilannya? Simak fakta lengkap Zaina/
/Hamil sama pria lain dan menikah sama pria yang berbeda? Berikut kenakalan Zaina yang tercyduk di berbagai kamera netizen/
/Betulkan kehamilan Zaina disebabkan sama laki-laki asing yang bukan calonnya/
/Merugikan Mahen! Ini dia perempuan yang hamil sama pria lain, tapi minta pertanggung jawaban sama laki-laki lain!/
Tangan Zaina bergetar membaca berita itu. Niat hati ingin melihat gambar makanan yang segar pas baru bangun. Zaina malah di buat salah fokus sama berita yang terpampang di laman utama.
“ZAINA!”
Pintu tergantung dan komunikasi Nadya masuk. Rahangnya jatuh melihat Zaina yang udah lihat ponselnya dengan air mata yang menggenang di matanya.
“Mom ...”
“Nak ... nggak, nggak usah baca semua itu. Jangan dengerin omongan mereka.” Mom Nadya mengambil paksa gadget Zaina dan melemparnya jauh. Tangannya langsung saja merengkuh tubuh anaknya yang masih duduk terdiam di atas kasur. Ia mengusap punggung dan belakang kepala anaknya.
“Jangan ... jangan dengerin semua itu. Biar mom sama dad yang urus.”
“Udah ... semuanya udah selesai. Gara-gara perbuatan aku, semuanya jadi hancur. Pasti nama baik kalian udah tercoreng gara-gara aku dan perusahaan kalian ikutan jatuh karena aku. Pasti keluarga besar juga malu punya cucu kayak aku. Mereka semua mengutuk aku ..”
“Nggak, mom sama dad itu sama sekali nggak peduli dengan omongan mereka semua. Kamu nggak usah dengerin ya. Anggap apa yang kamu baca itu nggak pernah terjadi. Anggap kamu salah lihat.”
Zaina meraung dan menggeleng. Ia udah baca semuanya. Gimana dia bisa melupakannya? Semua kata kasar tertuju ke arahnya. Dia seperti dianggap orang yang mencoreng nama perempuan bagi yang lain.
“Siapa? siapa yang tega lakuin hal ini ke aku? Aku tau, kalau aku salah. Tapi aku udah mohon ampun sama semuanya. Aku udah nyesel tapi kenapa baru sekarang ketahuannya? Kenapa aku nggak dikasih ketenangan kayak tadi? Dan kenapa aku nggak bisa gitu lega, sedikit aja ..."
"Zaina?"
Zaina langsung memeluk erat tubuh Mahen. Mahen balas pelukannya dan melirik ke arah mom Nadya. "Mom nitip Zaina ya, ada yang harus mom urus dulu."
Mahen mengangguk. Ia dekatkan mulutnya ke telinga Zaina. "Ada mas ... ada mas di sini, jangan khawatir sama sekali ya. Mas akan selalu ada di sisi kamu. Jangan pikirin semua itu ya. Fokus sama kehamilan kamu aja! Jangan yang lain."
Mahen terus berusaha nenangin Zaina yang masih terguncang karena berita yang nggak tahu datangnya dari mana.
***
"Gimana Zaina?" tanya dad Zidan khawatir.
Semenjak berita itu keluar, dad Zidan salah satu orang yang belum mendatangi Zaina. Bukan, bukan karena ayahnya iti nggak peduli sama Zaina. Dia hanya nggak tega melihat kehancuran anaknya. Dia nggak mau melihat anaknya yang menangis karena masalah ini
Lebih baik dirinya menetap di ruang kerjanya dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Tapi, sampai sekarang belum ada titik terang sama sekali.
"Zaina udah jauh lebih tenang dan sekarang dia tidur," balas Mahen lalu duduk di depan dua calon mertuanya itu. "Siapa sih dad yang sebenarnya nyebarin berita ini? Kenapa dia berani banget? Maksudnya ... ngelawan keluarga dad kayak gini."
Dad Zidan menggeleng.
"Siapa pun itu, dad nggak akan diam aja! Dad bakalan bales semuanya. Siapa pun yang udah berurusan sama keluarga dad, dad nggak akan biarin gitu aja! Lihat saja!" marahnya dengan tatapan sangat tajam.