The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Episode 89



Di belakang villa, aku, Eggy dan Fadhla sudah bersiap untuk berenang. Awalnya aku dangat ragu dengan memakai pakaian renang seperri ini. Mungkin ini adalah kali pertamanya aku memberanikan diri untuk memakai pakaian ini.


"Auto jadi item ini kulit," umpat Fadhla.


"Jangan banyak bicara!" sahut Eggy. Kemudian tanpa aba-aba, Eggy langsung melompat begitu saja ke dalam kolam. kemudian dia berenang begitu lincahnya di dalam kolam. Lalu, aku pun mulai ikut masuk ke dalam kolam juga, menyusul Eggy. Saat di dalam kolam, aku. mengajak Fadhla untuk segera turun ke dalam kolam, bergabung bersama kami.


"Ayo! Cepetan masuk, sini!" ajakku pada Fadhla.


"Oke, oke." Fadhla pun ikut masuk juga ke dalam kolam.


Aku berteriak saat cipratan air kolam mengenai wajahku. Kemudian aku mencipratkan air ke arahnya.


"Hahaha. Rasakan ini ya," ucapku.


Fadhla menutup wajahnya dengan kedua tangan, berharap agar cipratan air itu dapat tertahan. Lalu tak lama kemudian, Fadhla membalas cipratan airnya lebih banyak dan lebih sadis dariku. Sontak aku langsung menghindar dan segera berenang menjauhinya. Namun sebelum berenang begitu jauh, aku bertemu wajah Eggy di dalam air. Kemudian secara perlahan, Eggy mendekatiku dan lekas mencium bibirku di bawah air. Aku sangat terkejut dengan tindakannya itu, pasalnya aku tidak menyangka bahwa Eggy akan melakukan ini di depan adiknya, Fadhla. Aku bahkan lupa, kalau Eggy memiliki hobi menciumku secara mendadak.


Perlahan-lahan tubuh kami mulai mengambang ke atas, dan Eggy masih tetap menciumku. Namun entah mengapa rasanya aku ingin membalas ciuman itu. kini aku tidak peduli kepada Fadhla. Aku membalas ciuman Eggy di hadapannya sambil memeluk tubuh Eggy yang berotot dan sesekali meraba kepala dan punggungnya. Seakan aku menikmati hal itu. Aku pun tidak peduli dengan adanya Fadhla.


Setelah beberapa saat berciuman, Eggy melepaskanku. Aku menjadi canggung di hadapannya dan merasa sangat malu.


"A-ah, maaf, Kak. A-aku ...—" Belum aku melengkapi kalimatku, Eggy sudah memotongnya terlebih dulu dengan kembali menciumku tanpa henti.


Lalu secara perlahan, Eggy mengarahkanku untuk maju ke pinggir kolam dan aku mulai mengikuti apa maunya. Sejauh ini, aku tidak menyadari keberadaan Fadhla. Namun setelah diam-diam aku mencuri pandang ke arah sekitar kolam, rupanya Fadhla sudah tidak ada. Mungkin dia kembali ke dalam vila untuk mandi dan berganti pakaian. Kemungkinan juga dia melihatku berciuman dengan Eggy dan dirinya tidak ingin mengganggu waktuku bersama kakaknya itu. Maka dia membiarkan aku dan Eggy masih bermesraan di dalam kolam.


Setelah aku dan Eggy sampai di pinggir kolam, dia mengangkat tubuhku dan mendudukkanku di pinggiran kolam. Setelah itu dia ikut naik juga dan menarik tanganku untuk segera bangun. Dengan masih memegangi tanganku, dia mengajakku untuk masuk ke vila masih dengan tubuh yang basah tanpa handuk. Aku masih cemas memikirkan Fadhla. Namun rupanya dia memang sudah tidak ada, di dalam villa pun tidak terlihat.


Aku pun tidak memikirkan hal itu lagi, aku kembali fokus dengan Eggy. Dia mengajakku masuk ke dalam toilet. Aku mulai merasa takut, canggung, sekaligus gugup. Mana mungkin aku tidak merasakan semua itu. Sesampainya di dalam toilet, Eggy langsung mengunci pintu kamar mandi dan segera menyalakan shower. Saat itu, Eggy mengajakku bernaung di bawah deraian air shower bersamanya. Lalu secara perlahan dia membelaiku dimulai dari rambut, lanjut ke wajahku dan sampai akhirnya ke tubuhku.


Dengan tatapan yang penuh pesona, dia kembali menciumku dengan begitu lembut dan mesra. Namun kini tangan Eggy mulai nakal.


"Izinkan aku masuk, Bulan."


Eggy membuka resleting yang ada di belakang bajuku. Kemudian dirinya membantuku untuk membuka baju renangku. Sehingga area dadaku terlihat oleh matanya.


Oke. Awalnya aku tidak memahami dengan apa yang dikatakan oleh Eggy itu. Aku sempat berpikir sejenak, dia ingin masuk ke mana? Padahal posisinya, dia sudah masuk di toilet bersamaku sedari tadi. Namun karena tidak ada jawaban dariku, dan aku hanya menatapnya saja dengan pandangan yang bingung, dia pun mengatakannya sekali lagi.


"Izinkan aku memasukimu. Izinkan aku mendapatkan mahkotamu."


Setelah selesai berkata seperti itu, secara perlahan Eggy membuka semua baju renangku, dan akhirnya baju renangku terbuka dan terjatuh begitu saja.


Ini benar-benar memalukan. Tubuhku mulai terekspos jelas di matanya. Kini, aku tidak memakai sehelai pakaian apa pun di depannya.


"Aku tahu kamu akan gugup. Namun aku akan memperlakukanmu dengan sangat lembut."


Mendengar kalimat itu, seketika aku menelan ludahku sendiri. Jantungku kembali berdegup kencang. Aku terkejut menyadari itu, dan seketika perasaanku sangat gugup. Sejauh yang aku ingat, aku belum melakukan hal ini dengan pria mana pun. Namun aku sudah menikah dengan Eggy selama tiga tahun. Pasti dulu aku sering melakukannya. Tetapi entah mengapa, hal ini benar-benar membuatku sangat gugup.


Tanpa menunggu jawaban dariku, Eggy membuka celana pribadinya. Aku tak sanggup untuk melihat miliknya. Kedua bola mataku masih melirik ke sana kemari untuk menghindari itu.


Aku dikejutkan kembali dengan sentuhan tangsnnya yang mendarat di dadaku. Aku benar-benar terkejut, sampai aku terpelonjak di hadapannya.


"K-kak," panggilku.


Dia hanya tidak menengok. Dia masih memainkan apa yang sudah tangannya sentuh. Tak lama setelah itu, Eggy menciumku kembali dan tanpa aku ketahui, ada sesuatu yang menjanggal di area sensitifku. Kurasa dia belum memasuki itu. Lalu Eggy mengajakku untuk tiduran di sebuah bathtub yang cukup mewah nan elegan dan masih belum terisi air. Namun saat aku mengikuti keinginannya untuk tiduran di sana, Eggy menyalan air keran dan memberikan sedikit air di dalam bathtub tersebut. Setelah dirasa cukup, dirinya mulai mematikan air keran dan kembali fokus padaku.


Sesudahnya, dia mulai memasukan masa depan miliknya ke mahkotaku. Perlahan-lahan tapi pasti, aku merasakan sakit dibagian itu dan sontak aku mendesah. Dia melihat ekspresiku yang seperti itu. Sungguh memalukan!


Seperti yang dia katakan, dia akan memperlakukanku secara lembut, dan itu benar saja. Dia memasukannya dengan sekali hentakan yang pelan, membuatku merasakan sakitnya dalam kenikmatan. Eggy sengaja mendiamkan dirinya berada di dalam, sampai aku merasa lebih tenang. Lalu setelah dirasa tenang, dia mulai mengeluarkan miliknya. Aku melihat ada darah dalam genangan air itu. Apakah aku haid?