
Adelia tengah berjalan menuju lift. Kemudian dirinya masuk ke dalam lift dan memencet tombol sesuai dengan lantai letak apartementnya. Kemudian dia pun sampai di lantai tujuannya. Dia mulai berjalan menuju apartemennya. Dia pun mengambil kartu dari dalam tasnya untuk membuka kunci rumahnya, setelah itu dia pun masuk.
Adelia membuka sepatu haknya dan mengantikan alas kaki dengan sandal bulu. Setelah itu, dia di kejutkan oleh sosok seseorang yang duduk di sofa. Rupanya dia sudah menunggu Adelia sejak tadi.
"Dari mana saja kamu?" tanya seseorang itu bernada sinis.
"Lho, kamu yang ke mana saja? Aku telepon tidak di angkat," jawab Adelia.
Eggy sudah berada di apartemen. Dia duduk dan memasang raut wajah kesal kepada Adelia. Dia marah, karena Adelia pergi begitu saja tanpa memberitahu dirinya.
"Kamu ke mana saja? Tidak penting aku mau mengangkat teleponmu atau tidak. Yang pasti, kamu harus mendapat izinku dulu," jelas eggy.
"Maafkan aku. Aku pikir tidak masalah jika aku pergi ke luar sebentar. Lagian aku pergi untuk ke rumah ibumu kok. Gak ke mana-mana," ucap Adelia menjelaskan.
"Ya, tapi tetap saja kamu harus memberi tahuku terlebih dulu."
"Bagaimana bisa aku memberi tahumu, eggy? kamu tidak menganglat teleponku, sedang saat aku bangun dari tidurku kamu sudah tidak ada. Lalu mengapa kamu meninggalkanku juga, hah? Mengapa kamu tidak memberi tahuku juga kamu pergi ke mana? Bukankah ini adil?" tanya Adelia membalikan fakta yang ada untuk memyelamatkan diri sendiri.
"Kamu meng-introgasiku? Menanyaiku?" tanya Eggy.
Adelia mulai bersikap gagap. "I-iya. Memangnya kenapa? Apa itu salah?"
"Apa kamu tidak ingin diberi nafkah?" tanya Eggy.
"Maksudmu?" tanya Adelia kebingungan.
Ini adalah kali pertamanya Adelia bertengkar dengan Eggy. Perihal dirinya pergi tanpa meminta terlebih dulu kepada Eggy, membuat dirinya terkena masalah. Memang tidak salah bagi Adelia pergi ke rumah ibu mertuanya. Hanya saja yang jadi masalah bagi Eggy adalah dia tidak boleh pergi tanpa seizin dari dirinya.
"Sudahlah. Intinya kamu bersalah dan kamu harus kena hukumannya," ucap Eggy.
Adelia terkejut mendengar kalimat itu.
"Apa? Hukuman? Apa kamu gila? Hanya karena aku tidak izin padamu, sekali doang, kena hukuman?" tanya Adelia.
"Jelas. Itu adalah kesalahanmu. Setiap kesalahan harus ada hukumannya, Adelia," jawab Eggy.
"Tidak, tidak. Aku tidak akan menerima hukuman itu. Ingat, ya! Aku ini adalah istrimu. Kamu menikah denganku bukan semata-mata kita itu saling memiliki rasa. Kamu harus ingat itu!" jelas Adelia. Dia pun perjalan menuju kamarnya meninggalkan Eggy di sofa.
Eggy mulai beranjak dan berjalan menyusul. Adelia, setelah itu dia langsung menahan Adelia.
"Lepaskan, Eggy!" ucap Adelia berusaha melepaskan tangannya. Namun genggaman Eggy sangat kuat. Dia tidak bisa melepaskan tangannya begitu saja.
"Kamu harus ikuti apa kataku. Aku adalah suamimu. Sudah seharusnya sang istri menuruti apa yang di katakan oleh suaminya., bukan begitu?" jelas Eggy dengan nada yang menyeramkan.
Kalimat itu membuat Adelia tidak bisa banyak bicara. Bagaimana pun, Eggy memang suaminya. Mereka telah menikah. Sebagai mana ajaran agama mereka, istri memang harus tunduk kepada suaminya.
"Kamu ingin aku menuruti apa katamu?" tanya Adelia memastikan.
"Seharusnya memang seperti itu, bukan?" sahut Eggy.
"Lepaskan dulu! Tanganku sakit. Kamu tidak ingin aku laporkan dengan ancaman KDRT, bukan?" kata Adelia.
Kalimat itu berhasil membuat Eggy melepaskan tangan Adelia dari genggamannya. Eggy mulai memanfaatkan keadaan ini.
"Sesuai dengan kalimatku, kamu tetap aku beri hukuman!" ucap Eggy.
"Hukuman apa yang akan kamu berikan padaku, Eggy?" tanya Adelia dengan detak jantung yang berdebar-debar. Dia sangat gugup karena takut jika Eggy memberikan hukuman yang berat bagi dirinya.
"Kamu harus tetap mengikuti semua apa kataku ketika sedang di ranjang," jawab Eggy kepada Adelia sambil menyibakkan rambut Adelia ke arah belakang dengan tangannya. Mendengar kalimat itu, sontak. Adelia sangat terkejut.
"APA? KAMU GILA, EGGY!"
Eggy hanya tersenyum menyeringai melihat ekspresi wajah Adelia yang seperti itu.
*****
PERHATIAN!
Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊
Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.
Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)
Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti pasti aku masukan kok. Jangan khawatir! :)
Terima kasih, semuanya. :*