
"Bulan, sebentar, ya. Ada telepon masuk. Sepertinya ini penting. Karena aku kan ninggalin kantor demi menemui kamu," kata Fadhla.
"Iya, iya. Maaf," sahut Bulan cemberut.
"Tunggu sebentar, ya!"
Fadhla pun pergi meninggalkan Bulan di kamarnya sebentar. Sebenarnya tidak ada telepon masuk ke ponsel dia. Cuma itu di jadikan sebagai alasan bagi Fadhla untuk menghindar dari Bulan sejenak. Dia ingin memberitahu sesuatu kepada Eggy. Maka dari itu dia mencari alasan untuk itu.
Kemudian dia menengok ke arah belakang memastikan bahwa Bulan tidak mengikutinya. Setelah dirasa aman, dia pun langsung menelepon dirinya.
"Hallo, Eggy!"
"Ada apa?" tanya Eggy.
Fadhla mendengar suara yang cukup bising dari telepon Eggy. Sepertinya Eggy berada di tempat yang sangat ramai.
"Aku ingin berbicara denganmu."
"Langsung saja. Jangan bicara setengah-setengah."
"Bulan melihatmu dan juga Adelia sedang gandengan tangan di Mall. Kalian berdua pun bersikap mesra dan bersenda gurau layaknya sepasang kekasih. Sebenarnya apa yang kamu lakukan, sih?" jelas Fadhla memberitahu Eggy.
Sontak Eggy terkejut mendengar kalimat dari adiknya itu.
"Apakah Bulan masih di Mall itu?" tanya Eggy sambil melihat ke arah sekitarnya. Dia menyangka bahwa Bulan masih memperhatikan dirinya.
"Tidak. Setelah melihat kemesraan kalian berdua, dia pulang dan menangis. Dia menunggumu, Eggy. Kamu malah asyik bersamanya," sindir Fadhla.
"Aku hanya mencari gaun pengantin bersamanya," sahut Eggy.
"Apa kamu tidak kasihan padanya? Apa kamu bisa menjaga perasaannya?"
"Apa masalahmu? Kenapa kamu ikut campir dengan masalahku? Aku sudah menjelaskan tentang hal itu, bahwa aku hanya mengantar Adelia pergi membeli gaun pengantinnya," jawab Eggy.
"Tapi caramu pergi bersamanya sudah menjelaskan tentang apa yang Bulan ceritakan dan dia pikirkan."
"Inget, ya! Kamu masih berstatus sebagai suami Bulan. Dia masih istrimu. Kamu harus malu jika melakukan hal buruk di belakang Bulan."
"Apa kamu menuduhku?"
"Hanya mengingatkan saja."
"Aku tahu batasanku, Fadhla. Jangan pernah mengatur apa pun yang aku lakukan. Aku tahu mengenai semuanya. Kamu tidak perlu mengingatkanku seperti itu. Aku masih ingat Bahwa Bulan memang masih istriku," jelas Eggy.
"Baguslah jika kamu mengingatnya. Jadi aku tidak perlu menjelaskan secara panjang mengenai hal itu padamu." Fadhla berujar.
"Tapi ... mengapa kamu sangat peduli? Aku jadi curiga akan sesuatu padamu. Apa jangan-jangan kamy menyukai istriku? Apa jangan-jangan kamu sudah tertarik ada dia?" tanya Eggy.
"Aku melihatmu, Fadhla. Aku memperhatikanmu."
"Aku seperti ini karena kasihan dengan istrimu. Jangan sampai dia di dzolimi oleh suaminya sendiri karena alasan menikah untuk bisnis."
"Sebaiknya kamu menjaga mulutmu ketika berbicara denganku," tukas Eggy.
"Baik. Aku sudah selesai dengan ini. Jangan lupakan kewajibanmu. Dia sudah menunggu sejak tadi. Jangan sampai kamu mengecewakan dirinya lagi," ujar Fadhla.
"Apa? Lagi?"
"Sudahlah. Selesaikan saja urusan kamu. Lalu kamu cepat ke sini. Tenangkan istrimu itu," kata Fadhla. Kemudian dia menutup teleponnya secara sepihak.
Eggy memasang raut wajah yang kesal. Lalu tiba-tiba Adelia datang dan menyentuk Pundak Eggy.
"Siapa yang menelepon?" tanyanya.
"Fadhla. Dia bertanya soal berkas-berkas kantor," jawab Eggy mencari alasan.
"Oh, begitu, ya. Ya sudah, ayo kita lanjut makan," ajaknya.
"Ayo."
Eggy dan Adelia pun langsung kembali menghabiskan makan siang mereka.
Di balik itu, Fadhla kembali menuju kamarnya Bulan. Lalu dia melihat Bulan sudah terbaring tidur di ranjangnya. Mungkin dirinya lelah karena terus menangis dan lelah sudah berpergian ke sana kemari. Karena dia tidak ingin mengganggu waktu istirahat Bulan, Alhasil, Fadhla pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk diam menemani Bulan di dalam sana. Dia menghampiri Bulan dan mulai menyelimuti dirinya dengan selimut.
"Selamat tidur, Bulan. Semoga apa yang kamu pikirkan tidak pernah terjadi."
Stelah itu dia pun pergi dan menutup pintu kamarnya dengan perlahan. Dia pun berjalan menuju ruang tamu dan diam di sana.
*****
PERHATIAN!
Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊
Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.
Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)
Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.
Terima kasih, semuanya. :*