
Terdengar suara wanita berbicara di Televisi. Dia mewawancarai seseorang tentang pengalamannya yang dulu terlihat gemuk dan sampai bisa menjadi model gadis sampul di salah satu majalah remaja pada tahun ini. Mendengar berita itu, aku langsung mengencangkan volume suaranya, dan fokus kepada wawancara itu sambil memakan cemilan. Tak lama kemudian, seseorang datang menghampiriku dan langsung duduk di sofa bersamaku.
"Karena kemarin dibilang gendutan, sekarang tontonanmu seperti ini?" tanya Eggy tiba-tiba saja.
Aku tidak menjawab pertanyaannya. Bukan karena sombong, tetapi aku sedang mengunyah makanan.
"Baiklah. Kunyah saja terus makanannya sampai berat badanmu bertambah." Eggy tertawa melihatku seperti itu. Kepribadian dia, kini mulai berubah menjadi menyebalkan. Kupikir, dia memang benar-benar memiliki pribadi ganda.
Aku pun segera menelan semua makanan yang ada di dalam mulutku.
"Gini ya, aku tidak ingin dibilang gendutan olehmu. Kupikir apa yang kamu katakan memang benar. Aku melihat diriku di cermin, rasanya badanku membesar."
"Hahaha. Apakah alasannya hanya karena itu? Mau gendutan, atau kurusan, tak akan berpengaruh di mataku," kata Eggy sambil mengambil cemilan di tanganku. Lalu ia memakannya.
"Terus, apa yang harus aku lakukan?"
Apakah aku tidak salah bertanya pendapat padanya? Bisa saja dia memberiku pendapat yang konyol dan bodoh. Aduh!
"Sebaiknya kamu olah raga. Jangan diam di rumah terus. Makanmu harus teratur. Jangan banyak diam di rumah."
Sejenak aku terdiam dan mekikirkan hal itu. Bensr apa yang dikatakan oleh Eggy. Aku terlalu banyak berdiam di rumah, sehingga aku lupa dengan caranya refresing ke luar. Aku pun jadi membayangkan, bahwa aku sedang piknik ke sebuah tempat yang masih asri dengan pemandangan gunung, banyaknya pepohonan, dan juga sawah-sawah yang mendampingi jalanan. Akan terlihat sangat indah dan pastinya terasa nyaman, gak bisa move-on juga dari suasana itu. Khayalan itu membuatku tersenyum sendiri.
Eggy yang melihatku seperti itu, dia mengernyitkan dahinya. Merasa heran dan kebingungan denganku. Tak lama kemudian, aku kembali memakan cemilanku lagi.
"Ada apa denganmu?" tanyanya, membuyarkan semua khayalanku.
"Tidak apa-apa. Itu bukan urusanmu," sahutku dengan ketus. Eggy menggelengkan kepalanya.
Malam pun tiba. Aku sengaja berpura-pura untuk tidur, agar Eggy tidak mengetahui apa yang akan aku lakukan saat malam ini. Kebetulan, dirinya tidak tidur sekamar denganku. Dia tidur di kamar tamu.
Aku mulai mencari dininternet bagaimana cara menurunkan berat badan yang cepat tanpa pakai alat bantu. Lalu mengecilkan beberapa bagian tubuh secara alami. Bukan alami sih, tepatnya tidak memakai biaya untuk kurus. Aku menemukan beberapa cara yang ampuh.
Aku pun membaca baik-baik artikel itu, dan aku ingat-ingat, haru bagaimana aku melakukannya. Seperti apa saja yang harus aku lakukan. Berapa waktu setiap step by step olah raga itu. Aku mengingatnya.
"Oh, melakukan ini tidak lama juga. Cuma dua menit sampai tiga menit, ganti gerakan gitu ya. Atau kalau mau dihitung, 10x sampai 15x tiap gerakannya harus diulang. Ternyata mudah juga. Kayaknya ini gak berat deh. Aku harus mencobanya nanti malam, saat Eggy sudah tidur."
*****
Saat tengah malam, aku melakukan olah raga kecil shit up di lantai sambil sesekali diam-diam melihat ke arah pintu, memastikan bahwa Eggy tidak memasuki ruanganku.
"Jangan sampai Eggy nelihatku. Jangan sampai dia terbangun."
Aku berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengangkat tubuhku. Berkali-kali aku mencoba, tetap saja terasa sulit. Aku seakan merasa capek sendiri, begini kah rasanya olah raga? Padahal ini hanya sekadar shit up.
"Ya ampun! Rasanya aku tak sanggup jika setiap malam aku harus melakukan ini," eluhku.
Keringat kecil, juga keringat besar mulai bercucuran dan membasahi wajahku. Aku benar-benar sangat merasa lelah, pegal, seketika perutku terasa sakit akan aktivitas itu. Bukan karena cengeng, tetapi aku tidak pernah lagi melakukan olah raga seperti ini.
"Aku gak sanggup. Ini ternyata berat. Tidak segampang yang aku kira saat membaca artikel itu sambil membayangkannya. Rasanya aku kena PHP dengan penjelasan artikel itu."
Aku beristirahat sebentar dengan membaringkan tubuhku di lantai. Tak aku sangka, bahwa aku akan nekad melakukan olah raga pada tengah malam. Padahal hari esok pun masih bisa melakukan olah raga dengan normal.
"Aku tidak boleh menyerah!"
Karena satu alasan, tidak ingin dipandang gendut, apalagi gemuk, terpaksa aku harus melakukan ini demi memperbaiki tubuhku seperti dulu.
Aku mengumpulkan kembali semua tenaga yang masih tersisa. Dengan tenaga seadanya, aku kembali mencoba menggerakkan tubuhku sampai genap mencapai angka 10. Sampai akhirnya, dengan semua paksaan itu, aku berhasil melakukannya. Aku berhasil melakukan 10 kali shit up pada tengah malam. Langsung saja aku berbaring sambil tersenyum sendiri dengan kesuksesan kecilku.
"Sungguh gila!" gumamku terengah-engah. Napasku hampir saja habis karena ini.