
"Sebaiknya kalian berdua ceraikan aku saja," kata Bulan dengan pasrah sambil menangis di hadapan mereka.
Sontak Eggy dan Fadhla pun terkejut mendengar kalimat yang di keluarkan oleh Bulan kepada mereka berdua.
*****
Lain cerita l dengan Adelia. Dia masih tertidur dengan lelapnya, kemudian dia dibangunkan oleh suara jam alarm. Sontak Adelia pun terbangun dan langung menggisik kedua matanya dengan tangan. Dia menguap dan mulai berjalan ke arah jendela. Dia pun membuka gorden kamarnya dan seketika Adelia menyadari bahwa hari sudah sangat siang. Dia pun menggelian sambil melihat pemandangan di luar jendela apartemennya. Lalu dia berbalik dan memanggil seseorang.
"Eggy ...."
"Eggy ...."
Adelia melihat ke arah sekitarnya dan di sana tidak ada Eggy. Adelia mulai berjalan ke arah toilet. lalu dia mengetuk pintu toilet untuk mengetahui ada Eggy atau tidak di dalamnya. Setelah memanggilnya ketiga kali, dia tidak kunjung menjawab pula.
"Eggy ke mana sih? Kok dia tidak ada. Apa dia di dapur, ya? Sedang makan, atau di ruang tamu sedang menonton TV? Sebaiknya aku ke sana saja deh," gumam Adelia sambil berjalan peegi ke arah tujuannya.
Sesampainya dia dapur pun tetap tidak ada Eggy. Melewati ruang tengah pun tetap tidak ada. Adelia mulai berpikir kembali dan mengingat-ingat kembali kejadian sebelumnya. Lalu dia mengingat sesuatu, bahwa pada malam pertama pernikahannya, Eggy memang sedang bersama dia. Lalu tiba-tiba dirinya tertidur.
"Apa semalam Eggy melakukan itu, ya?" tanya Adelia kepada diri sendiri. "Ah, mungkin aku terlalu banyak minum. Maka dari itu aku tidak ingat kejadian semalam. Apa aku cek saja, ya? Oh, ya ampun! Apa-apaan sih."
Adelia menggeleng-gelengkan kepalanya dan merasa konyol sendiri. Lalu dia mulai mengambil ponsel dan segera menelepon Eggy.
"Ayolah, angkat! Ayo angkat!"
Di tengah perbincangan Eggy, Fadhla dan Bulan yang sedang membahas masalah perceraian, telepon Eggy mulai berdering. Eggy hanya melihat nama kontaknya saja.
"Siapa?" tanya Bulan.
"Adelia," jawab Eggy dengan nada yang malas.
"Sudah aku duga!" sahut Bulan dengan malas juga.
Bulan mendelik dan memutar kedua bola matanya. Kemudian dia beranjak dari kursinya dan segera berjalan meninggalkan meja makan.
"Kamu mau ke mana?" tanya Fadhla.
"Kamar," jawab Bulan dengan singkat.
"Sudahlah, Kak. Jawab saja teleponnya. Beri aku waktu untuk memikirkan hal ini," kata Bulan.
"Tidak. Aku akan tetap di rumahmu. Aku tidak akan kembali ke Adelia, jika yang kamu inginkan adalah keberadaan aku di sini," kata Eggy kepada Bulan.
"Sudahlah, Kak. Jangan membuang waktumu. Kembalikan saja kondisi perusahaan Kakak sampai dengan baik. Setelah itu, Kakak bisa memikirkan janji Kakak yang pernah kita bicarakan sebelum hal ini terjadi," sahut Bulan.
"Bulan ...."
"Cukup, Kak. Aku sangat lelah," ucapnya. Bulan pun meninggalkan Eggy di sana.
Fadhla pun ikut sama-sama meninggalkan Eggy sendirian di sana. Kemudian Eggy menggaruk kepalanya frustasi, dia menggebrak meja makan dan setelah itu merijek telepon dari Adelia.
"Sial, sial, sial! Kenapa jadi begini?" gumamnya kesal.
Adelia yang sedari tadi meneleponnya merasa cemas dan khawatir, karena Eggy tidak berpesan apa pun padanya. Bahkan dirinya tidak bilang bahwa dia akan pergi ke mana. Itu membuat Adelia merasa sangat cemas.
"Eggy ke mana sih? Eggy kenapa, lagi? Kok dia gak jawab-jawab teleponku? Masa dia pergi ke kantor? Bukannya dia ambil cuti hari pertama dan hari kedua semenjak pernikahannya, ya?" gumam Adelia.
Lalu Adelia pun mencoba meneleponnya sekali lagi. Namun hasilnya nihil. Tetap saja Eggy tidak menjawab teleponnya dan selalu merijek telepon dari dirinya. Adelia mulai jengkel kepada Eggy.
*****
PERHATIAN!
Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊
Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.
Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)
Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti pasti aku masukan kok. Jangan khawatir! :)
Terima kasih, semuanya. :*