The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Hari Pernikahan



Hari ini Eggy mengumandangkan ijab kabul dengan gadis lain, Adelia—yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan Adelia yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan dia yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertatap muka. Bulan menaruh perasaan cemburu dan tak sanggup menatapnya. Ini di luar kehendaknya.


"Bulan, apa kamu baik-baik saja?" tanya Fadhla kepadanya.


"Jangan khawatir. Aku baik-baik saja kok," jawab Bulan tersenyum. Walaupun kelihatannya Bulan memang baik-baik saja, tetapi dalam batinnya menyimpan perasaan yang menyedihkan.


Laki-laki itu,  yang sekarang mungkin disebut suami itu. Sebenarnya adalah suaminya sendiri. Menikah dan kehidupan poligami pun dimulai. Dia membenci pernikahan suaminya setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan itu akan berjalan. Kehidupan poligami memanglah sangat sulit.


"Apa kamu siap berpura-ura menikah denganku?" tanya Fadhla.


"Mau tak mau aku harus siap," jawab Bulan.


"Kamu ingin aku mengatakan ijab kabul dengan sungguh-sungguh?" tanya Fadhla dengan keadaan serius.


"Hah?" Bulan tak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Fadhla.


Tangannya berkeringat dan jantungnya luar biasa berpacu. Eggy melihat Bulan dengan tajam, dia memandang Bulan dengan tatapan benci sekaligus terluka. Dia memang mengakui ketegaran istrinya menyaksikan dirinya sendiri menikah dengan gadis lain secara sah agama dan badan hukum. Tapi bukan kehendak Eggy yang menginginkan pernikahan ini. Dirinya memang pernah mengakui suatu hal rahasia ketika menjadi suaminya dahulu, saat Bulan masih tidak ingat apa-apa.


"Aku teringat sesuatu."


"Ingat apa?" tanya Fadhla penasaran.


"Dulu, sepertinya Eggy melakukan hal yang sama padaku ketika dirinya hendak menikah denganku. Sepertinya aku memang ingat," jawab Bulan.


"Cobalah mengingatnya kembali."


"Aku sempat tidak percaya dengan Eggy. Dia mengaku-ngaku sebagai suamiku."


"Lalu?"


"Aku memberinya kesempatan dan dari bukti nyata, bahwa dia memang tidak berbohong dengan ucapannya," jelas Bulan kembali.


"Apa yang terjadi setelah itu?" tanya Fadhla.


"Kamu tahu? Aku dimintai bercerai. Orang tuanya menginginkan aku bercerai dengan Eggy. Eggy pun melakukannya. Maksudnya aku tidak harus bercerai dengan nyata. Hanya berpura-pura cerai saja," jelas Bulan sambil menghelas. Sangan menyangkan kehidupan kisah rumah tangganya. Fadhla pun hanya diam dan menatap iba wanita yang tengah hamil muda itu.


"Ini pasti sangat berat. Aku tahu kamu merasakannya sangat berat," kata Fadhla.


"Ya. Aku menyadarinya saat ini. Dan pada hari ini." Bulan melamun.


Sebelum dia merasakan rasa sayang, Bulan sempat menolak kenyataan bahwa Eggy suaminya. Lambat laun, Bulan pun menerimanya. Hal yang membuat mimpi buruk adalah, ketika Bulan mulai membuka perasaannya dan menerima semua kenyataan, dia harus menerima cobaannyang sangat berat. Perceraian palsu dan harus menerima poligami. Eggy memang pantas mendapatkan gadis yang setara dengannya. Dan Bulan hanya gadis sederhana yang kebetulan dinikahi oleh Eggy yang sama-sama mencari keuntungan dengannya.


Kini Adelia dan Eggy sudah sah menjadi pasangan suami dan istri, kemudian dia langsung berbisik kepada penghulu. Dia mengatakan bahwa dia ingin menikahkan adiknya dengan mantan istrinya sendiri. Penghulu itu awalnya menolak, karena sebelumnya dia tidak mempunyai berkas-berkas mengenai Fadhla dan Bulan. Sedangkan syarat untuk menikah, mereka harus daftar dan menyerahkan berkas-berkas data diri mereka. Namun Eggy menawarkan sejumlah uang agar dia mau menikahkan mereka saat ini juga dan penghulu itu pun setuju. Lalu Eggy mulai berbicara kepada Adelia.


"Adelia, aku akan memberi kejutan pada pernikahan ini."


"Kejutan apa?" tanya Adelia mulai penasaran. Dia menyangka bahwa kejutan yang akan di berikan oleh Eggy adalah untuknya. Namun dia salah ketika dirinya mendengar suatu pengumuman yang mencengangkan bagi semua orang.


"Perhatian! Saya ingin memberi kejutan untuk kalian semua. Kejutan ini mungkin akan mencengangkan kalian semua. Sengaja. Saya memang sengaja tidak memberi tahukan hal ini dari hari-hari kemarin, jadi pada hari ini, tepat di hari pernikahanku dan Adelia, akan ada pernikahan lain yang terlaksana di sini. Apakah kalian ingin tahu? Jika begitu, baiklah. Saya akan mempersembahkan pengantin baru kita yang satunya lagi, adikku dan juga calon istrinya Bulan. Tepuk tangan semuanya."


Sontak para tamu undangan di sana bertepuk tangan dan berantusias dengan pernikahan adik dan kakak secara bersamaan ini. Eggy seakan memberikan akhir kejut kepada para tamu undangan. Bukan hanya mereka. Melainkan kepada keluarganya sendiri dan keturunan Andalas lainnya. Ini sungguh tidak Baik. Eggy telah mempermalukan keluarga Andalas dengan pernikahan Fadhla dengan Bulan. Apa yang sebebarnya dia lakukan? Pikir ibunya.


Eggy telah mempermalukan keluarga Andalas dengan pernikahan Fadhla dengan Bulan. Ini benar-benar sebuah aib yang besar bagi keluarga Andalas. Ibunya pun sontak menghampiri Eggy dan berbicara dengan nada perlahan, tetapi terkesan sangat tegas dan menekankan setiap kata.


"Apa yang kamu lakukan Eggy, hah? Menikahkan adikmu dengan wanita itu? Kamu sudah gila?" tanya ibunya. Membuat Adelia kebingungan dan merasa heran. Sebenarnya ada apa yang terjadi? Apa yang tidak diketahui oleh Adelia?


"Fadhla menginginkannya."


"Kamu sudah gila! Bukan Fadhla yang menginginkan dia, tapi wanita itu yang ingin menguasai keluarga kita. Kamu telah salah, Eggy. Ini kesalahan yang sulit untuk di maafkan. Kamu seakan mengkhianati keluargamu sendiri dengan mempersatukannya kembali dalam ikatan pernikahan," jelas ibunya. kemudian dia pergi meninggalkan acara pernikahan.


"Kepada calon pengantin baru, silakan maju ke depan untuk segera melakukan akad nikah," ucap MC di sana.


Bulan dan Fadhla saling memandang satu sama lain. Perasaannya terasa campur aduk. Bahkan dirinya mulai gugup dengan keadaan ini. Rasanya seperti dia ingin benar-benar melaksanakan pernikahan. Mereka pun berada di tempat akad nikah. Mereka berdua duduk saling berdampingan.


"Tolobg tuliskan nama mu dan nama calon istrimu di kertas ini. Agar pernikahan dapat berlangsung dengan cepat," ucap penghulu.


Fadhla pun menuliskan namanya dan juga nama Bulan di sana. Setelah itu dia langsung memberikannya kepada penghulu.


"Apakah akad sudah siap dilaksanakan?" tanyanya.


"Ya. Saya siap," jawab Fadhla menatap Bulan. Bulan hanya dapat diam.


Sesaat, penghulu memulai laksanakan akad nikah, Fadhla pun merasa tegang dan semakin tegang.


Ijab kabul kembali dilangsungkan. Fadhla menikahi Bulan dan di saksikan oleh Eggy beserta Adelia, istri barunya dan juga para tamu undangan di sana. Mereka diberi selembar kertas bukti pernikahan yang di lakukan oleh Fadhla dan juga Bulan. Ini artinya, pernikahan yang mereka lakukan memang sudah sah secara agama. Ini bukan main-main. Bulan benar-benar menikah dengan Fadhla dan kini dia mempunyai dua suami yang sah. Ini di luar dugaannya.


Acara pernikahan pun berakhir.


"Ya, Tuhan! Apa yang telah aku lakukan?" tanya Bulan dalam batinnya.


Fadhla biasa lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di kantor, atau tidak di tempat yang lain. Sedangkan Eggy adalah laki-laki yang sibuk harus bolak-balik ke sana kemari mengurusi perusahaan dan mengecek sahamnya.


Namun kali ini mereka berdua berbeda. Di mana saat mereka berdua berdiri saling berdampingan dengan pasangan mereka masing-masing, semua orang memandang mereka takjub.  Adelia yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan menggandeng tangan Eggy dan mengucapkan kata cinta ke arahnya.


"Aku menyayangimu. Semoga kamu menjadi suami terakhirku. I love you!"


Kalimat itu terdengar oleh telinga Bulan dan juga Fadhla. Bulan hanya menunduk dan sedikit melangkah mundur dari mereka.


Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Eggy pun menarik Adelia untuk pergi dan masuk ke dalam mobil yang akan membawa mereka pergi berbulan madu ke salah satu apartemennya. Namun sepertinya Bulan tidak akan ikut ke dalam mobil mereka. Alhasil, Bulan ikut ke dalam Fadhla. Dia duduk di samping Fadhla sambil memegangi sebuah kertas bukti atas pernikahan dadakan itu.


"Kamu kenapa?" tanya Fadhla yang melihat Bulan terdiam dan melamun.


"Enggak apa-apa, Fadhla," jawab Bulan.


Bulan membuka selembar kertas tersebut. Dia membacanya sekali lagi dan kali ini dia membaca dengan jeli.


Ada satu kalimat yang terlintas yang membuat Bulan sulit untuk menerimanya. Yaitu, 'Bukti surat ini menyatakan bahwa saudara Fadhla Andalas dan Bulan sah sebagai pasangan suami dan istri secara agama.'


Kalimat itu membuat batin Bulan terasa sesak. Kebodohan apa lagi yang sudah diperbuat? Begitu pikirnya.


"Kamu menyesal?" tanya Fadhla.


Bulan menengok. "Kita sudah sah secara agama, Fadhla. Apa ini bermasalah?"


"Bermasalah? Maksudnya?"


"Aku wanita bersuami. Namun menikah dengan pria lain."


"Kamu tahu sendiri kan alasan kita apa?" sahut Fadhla.


Bulan kembali terdiam. "Aku tahu."


"Baiklah. Aku pikir ini hanya main-main. Rupanya kita melakukan pernikahan dengan benar. Untuk itu, aku harus melakukannya dengan benar sebagai suamimu yang baru," kata Fadhla.


Bulan mulai mengerti maksud dari semua itu. Mungkin saja Tuhan benar-benar mengasihinya dan memberikan dia cobaan. Keluarga Andalas pun menginginkan Bulan menderita karena sudah berani menerima masuk kembali ke dalam keluarga Andalas dan berurusan dengan mereka. Bulan menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Dirinya hamil anak eggy dan dia membutuhkan biaya yang dan peran suami untuk itu. Kemudian Fadhla datang menawari bantuan dengan syarat dia ingin menikahi Bulan


Sempat Eggy menolak. Namun tiada hasil. Bulan pun sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan Fadhla memang masuk akal. Dan itu membuat Bulan dan Eggy terpaksa menerima usulan darinya.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.


Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.


Terima kasih, semuanya. :*