The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Masih Di Rumah Sakit



Adelia dan Eggy nampak saling diam satu sama lain. Keadaan yang mereka terasa sangatlah canggung. Sesekali mereka saling melempar pandangan.


"Mm ... maaf, Eggy. Sebenarnya aku juga tidak ingin cepat-cepat menikah. Namun ibumu memaksaku agar segera mendesakmu untuk menikahiku. Aku merasa seperti memaksa kehendakmu," kata Adelia dengan penuh ragu.


"Santai saja Adelia. Bukan masalah. Ibuku memang sulit sekali. Dia selalu mempunyai kehendaknya sendiri. Mau bagaimana lagi? Harus dituruti."


"Iya. Mungkin memang sudah sifatnya seperti itu, ya. Maaf karena aku ceroboh sampai harus kecelakaan seperti ini. Mungkin karena amarah dan emosi," kata Adelia menyesal.


"Apakah kamu menyesal?"


"Apa kamu merasa senang dengan itu?"


"Aku bertanya, kamu malah balik tanya," tukas Eggy.


"Dari pertanyaanmu sudah terbukti bahwa kamu sepertinya memang merasa senang dan puas."


"Tentu saja tidak. Aku merasa khawatir juga. Karena sebelum kamu mengalami itu, kita bertengakar dulu. Dan memang aku lah penyebab dari pertengkaran itu dan amarahmu itu," kata Eggy mengakui kesalahannya. "Maafkan aku, Adelia."


Adelia bersikap seperti anak kecil. Dia memanyunkan bibirnya sambil menyilangkan tangan di dadanya. "Enggak mau. Harus ada imbalannya dulu!" ucapnya.


"Imbalan apa?"


"Aku ingin ke bioskop, nonton bareng sama kamu," sahutnya.


"Oke, oke."


"Tolong ambilkan obat! Aku belum memakannya," kata Adelia meminta tolong.


Eggy pun mengambil gelas dan obat-obatan yang tersedia di meja. Kemudian dia memberikan obat tersebut kepada Adelia.


"Minumlah!"


Adelia mengambil obat tersebut, lalu dia pun mulai memakannya. Ketika dirinya hendak meminum air, Adelia mulai terbatuk-batuk. Membuat Eggy terkejut ketika melihatnya.


"Adelia. Kamu kenapa?" tanya Eggy seraya mendekatinya.


Uhuk... uhuk...


"Hei, hei, hei! Ada apa?" Eggy mulai merasa cemas kepadanya. Kemudian dia mulai mengusap punggung Adelia secara perlahan-lahan. Tak lama kemudian, batuk yang di alami olehnya berhenti.


"Terima kasih, Eggy."


"Obatnya mandet di tenggorokan jadi ya begitu," kata Adelia.


Eggy menatap Adelia, kemudian dia mulai mengambil sapu tangan miliknya yang ada di dalam saku. Setelah itu, Eggy langsung menyusut sisa air di bibir pinggir miliknya dengan sapu tangan tersebut. Adelia terkejut dengan apa yang sudah dilakukan oleh Eggy padanya. Eggy dan Adelia mulai saling menatap mata satu sama lain. Secara perlahan Eggy mendekatkan kepala ke arahnya. Hasratnya mulai berdesir dan seketika Eggy melupakan statusnya dengan mengecup bibir Adelia. Sontak Adelia terkejut. Dia hanya bisa terdiam kaku mendapati sentuhan itu. Eggy mendongakan kepala Adelia, agar dirinya dapat bebas merasakan sensasi itu. Tak lama kemudian, aktifitas itu pun berakhir.


"Apakah kamu sudah siap menikah besok?" tanya Eggy secara tiba-tiba.


Adelia terlihat sangat canggung. Dia sulit untuk mengendalikan dirinya sendiri. Eggy mengernyitkan dahinya, karena Adelia tak kunjung menjawab pertanyaan dari Eggy.


"Istirahatlah, Adelia. Aku akan ke rumah dan membicarakan segalanya kepada Mami," kata Eggy. Lalu dia pun pergi melangkah.


Saat Eggy hendak menuju ke luar, Adelia pun mejawab pertanyaannya.


"Se-sebenarnya aku tidak siap. Namun jika memang harus di lakukan, buatku itu tidak masalah," jawabnya.


Eggy menengok dan tersenyum simpul. "Baiklah. Kita bicarakan lagi nanti. Sampai jumpa!"


Eggy pun meninggalkan Adelia sendirian di rumah sakit. Di balik itu, Adelia mulai memegangi bibirnya. Tanpa dia sadari, dia tersenyum sendiri mengingat kejadian sebelumnya. Bahkan sesekali, dia menutupi wajahnya dengan binar-binar penuh kebahagiaan. Rasanya Adelia seperti sudah jatuh cinta kepada Eggy. Eggy telah berhasil membuat Adelia menyukainya.


 


 


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.


 


 


Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.


Terima kasih, semuanya. :*