
"Adelia, jadi kamu mau menunggu Eggy di sini saja?" tanya ibu Eggy kepada dia.
"Ah, tidak, Mi. Sepertinya sebentar lagi juga aku akan segera pulang. Cuma mampir sebentar kok, Mi," jawab Adelia kepada nyonya Andalas.
"Jangan terlalu terburu-buru seperti itu, Adelia. Ayo kita makan siang dulu," ajaknya.
"Ah, Mami. Jangan repot-repot, Mi. Nanti aku bisa makan siang di rumah kok," sahut Adelia.
"Tidak baik menolak. Kamu harus tetap makan siang di sini, ya," ucap ibunya Eggy memaksa.
Adelia tidak ada pilihan lain selain menerima ajakan dari mertuanya itu. Walaupun sejujurnya Adelia tidak ingin makan siang bersamanya, tetapi dirinya tidak punya pilihan yang lain. Mau tak mau dia harus menerima ajakannya. Ini sudah menjadi keputusan tetap. Ibunya Eggy memang terbilang sangat keras kepala dan setiap keinginannya memang harus di penuhi.
"Ya ampun, Mi. Baik, Mi. Baik. Aku akan bersedia makan siang dengan Mami," jawab Adelia pasrah.
"Nah, begitu dong! Ayo ikut ke meja makan."
Ibu Eggy pun beranjak dari sofa dan berjalan menuju meja makan. Dia dan Adelia mulai duduk bersama di meja makan dan sesekali melempar senyuman.
"Kamu mau makan dengan apa, Adelia?" tanya ibunya Eggy kepada Adelia.
"Apa saja, Mi. Yang penting kenyang," jawab Adelia menyeringai malu-malu.
"Baiklah," sahut ibu Eggy. "Mbo ... mbo!" panggilnya.
Si mbo yang sedang menyetrika di ruang belakang pun langsung menyahut teriakannya.
"Iy, nyonya! Sebentar!"
Si mbo pun mematikan setrikaannya dan langsung meninggalkan pekerjaan untuk menghampiri nyonya besar. Dia pun berdiri di sampinya dan langsung beetanya.
"Iya, Nyonya. Bagaimana?" tanya pembantu tersebut.
"Tolong buatkan makan siang, ya," jawabnya.
"Mau di masakan makanan apa, Nyonya?" tanyanya lagi.
"Apa saja. Yang durasinya cepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama," jawab ibu Eggy tidak mau ambil pusing untuk memutuskan makanan apa yang akan di santapnya bersama Adelia untuk makan siang sekarang.
"Baik, Nyonya. Tunggu sebentar, ya. Akan segera saya masakan," kata si mbo.
Si mbo pun langsung ke dapur dan mengambil beberapa bahan di dalam kulkas, kemudian dia mulai mengupas makanan yang di ambilnya di dalam kulkas dan langsung memotong bahan makanan tersebut.
Sedikit pengetahuan, berikut teknik memasak dengan cara menggoreng makanan dibagi menjadi 5 jenis.
1.Menumis (sauteing)
Menumis adalah teknik menggoreng makanan dengan suhu tinggi menggunakan sedikit minyak. Panas dari wajan akan ditransfer secara konduksi ke makanan. Biasanya makanan yang dimasak menggunakan metode menumis sudah dipotong-potong kecil terlebih dahulu (seperti sayuran dipotong dadu, atau daging yang dipoting kecil).
Stir Frying
Teknik menggoreng stir frying mirip dengan menumis, karena sama-sama menggunakan suhu tinggi untuk memasak makanan. Biasanya teknik menggoreng ini banyak digunakan untuk memasak masakan chinese food dan menggunakan wajan jenis wok. Cara memasaknya pun cukup unik, yaitu dengan mengguncang-guncangkan makanan saat dimasak. Lalu kadang ditambahkan sedikit air, dan wajannya ditutup untuk mendapatkan efek pengukusan.
Pan Frying
Teknik ini juga menggunakan minyak yang sedikit (mirip menumis) karena hanya untuk melumasi wajan. Bedanya jika memasak dengan cara menumis membutuhkan bahan makanan yang dipotong kecil. Maka pan frying tidak, karena biasanya bahan makanan yang dimasak memiliki ukuran yang besar dan tidak perlu dibolak-balik. Contohnya adalah daging steak.
Shallow Frying
Cara menggoreng makanan ini juga banyak digunakan di Indonesia. Menggunakan minyak dengan tinggi kurang lebih setengah makanan. Biasanya shallow frying digunakan untuk menggoreng daging, ikan, perkedel, dan jenis-jenis gorengan lain. Biasanya makanan sudah matang jika warnanya mulai kecokelatan.
Deep Frying
Teknik ini digunakan untuk menggoreng makanan, seperti ayam dan kentang, agar seperti yang disajikan oleh restoran siap saji. Seperti namanya, menggoreng dengan cara deep frying membutuhkan minyak dalam jumlah yang banyak. Karena bahan makanan harus benar-benar terendam oleh minyak.
Maka dari itu si mbo tetap menjadi koki rumahan yang sangat andal. Keluarga Andalas menggantungkan nasib makanan kepada masakannya.
*****
PERHATIAN!
Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊
Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.
Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)
Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti pasti aku masukan kok. Jangan khawatir! :)
Terima kasih, semuanya. :*
Note: Sumber teknik memasak dari BukaReview