The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Episode 155



Di tengah perjalanan, Fadhla, Bulan dan Melda saling terdiam. Bukan hanya Bulan yang merasa kesal terhadap Melda, begitu oun dengan Fadhla yang ikut kesal dengan sikap Melda yanh seperti itu. Namun Melda tidak menyadari apa yang membuat Fadhla dan Melda kesal. Lalu, untuk memperbaiki situasi yang hening ini, Melda berusaha untuk mengajak bicara agar suasana canggung ini menjadi lebih hangat dan cair.


"Oh, iya. Aku belum sempat berkenalan nih. Perkenalkan, aku Melda," kata Melda sambil memberikan tangannya ke arah Fadhla. Namun Fadhla hanya diam saja dan fokus ke arah jalanan. Bulan yang melihat itu pun, meraza tidak enak. Dia tidak ingin Fadhla di pandang buruk oleh Melda karena saat pertama kali bertemu, membuat kesan perkenalan yang seharusnya tidak terjadi. Lalu untuk memperbaiki hal itu, dia langsung menyentuh pundak Fadhla agar dia menengok dan berbicara dengan Melda.


"Hei, Fadhla. Jawab dong!" kata Bulan.


Sontak Fadhla menengok sebentar, lalu fokus kembali ke jalanan. "Eh, ada apa? Sorry, aku gak denger. Lagi fokus-fokusnya sama jalanan. Lagi banyak kendaraan soalnya,jadi gak bisa fokus buat ngobrol," kata Fadhla beralasan.


Melda pun menyimpan tangannya kembali, lalu dia tersenyum kd arah Fadhla.


"Ah, bukan masalah. Aku barusan mengajakmu berkenalan. Namaku Melda, salam kenal, ya," kata Melda mengulangi dan menambahkan kalimatnya.


"Ah iya. Salam kenal kembali, Melda. Aku Fadhla," balas Fadhla tanpa memberikan sentuhan tangan dan tanpa menengok atau menatap ke arah Melda.


"Baiklah. Bukan masalah. Aku paham kalau jalanan memang sangat penting. Jadi fokus aja dulu ke jalanan," sahut Melda kepada Bulan.


"Maaf, ya, kalau misalkan aku gak respon dan kurang mendengarkan apa yang kamu katakan. Karena jika aku sudah fokus pada jalanan, aku akan kesulitan untuk fokus kepada yang lain," kata Fadhla.


"Mungkin kamu tipikal cowok yang setia, ya."


"Hahaha," Fadhla hanya tertawa. Dia menganggap bahwa hal itu hanya lelucon bagi dia.


"Mengapa tertawa? Itu benar kok. Karena jika kamu sudah fokus kepada satu wanita, kamu tidak akan melirik wanita lain," jelas Melda.


"Tidak juga. Jika aku fokus kepada 1 wanita, lalu aku fokus lagi dengan wanita lain, maka wanita yang lama akan diabaikan," jelas Fadhla yang saling bertolak belakang dengan Melda.


"Hahaha. Kamu bisa saja sih."


"Fadhla memang gitu. Sebenarnya dia emng play boy," kata Bulan yang ikut nimbrung dengannya.


"Benarkah?"


"Eh, kata siapa, ya? Aku gak play boy, ya," bantah Fadhla.


"Hilih. Masa sih? Gak percaya aku tuh," elak Bulan kepada Fadhla.


"Dih, kalian berdua ini, ya. Memangnya kalian berdua itu kenal dari mana sih?" tanya Melda penasaran.


"Di jalan," kata Fadhla dan Bulan secara serentak.


"Eh, kalian kompakan, masa. Jangan-jangan ada sesuatu, ya?" tanya Melda makin penasaran.


"Sesuatu apa?"


"Ya semacam ... ekhem gitulah. Anu," sahut Melda tidak jelas.


Jujur saja, Bulan tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Melda. Dia sama sekali tidak mengerti maksud apa yang dia katakan.


"Apa sih? Gak paham ah."


"Oh, iya. Rumahmu di mana? Aku akan antar kamu pulang," kata Fadhla.


"Gak ajak aku untuk ikut kalian?" tanya Melda kepada Fadhla dan Bulan.


Bulan dan Fadhla saling melempar pandangan di kaca mobil yang terletak di tengah-tengah antara dua kursi.


"Kenapa pada diam?" tanya Melda yang heran kepada mereka berdua.


"Sebenarnya aku ada urusan mendadak. Jadi aku gak bisa berlama-lama," kata Fadhla menolaknya secara halus.


"Ah, begitu, ya. Yasudahlah. Aku akan pulang. Maaf mengganggu waktu kalian karena aku ingin pulang bersama dengan kalian berdua," kata Melda merasa tidak enak.


"Maaf, ya. Bukannya aku tidak mau mengajakmu. Mungkin lain kali saja," sahut Fadhla.


"Iya, santai aja. Bukan masalah kok. Aku gak masalah. Makasih udah mau antar aku pulang," sahut Melda.


"Bukan masalah. Jadi rumahmu di mana? Biar aku antar kamu sampai depan rumah," tanya Fadhla.


"Gak jauh dari tempat sini kok. Nanti di persimpangan jalan belok ke kiri aja. Lalu lurus sedikit, jika ada rumah berwarna hijau, langsung berhenti di sana. Karena itu rumahku," kata Melda memberitahu.


"Baiklah."


Fadhla pun mengantarkan Melda sampai depan rumahnya. Ketika mendekati rumah Melda, dia melihat ada dua rumah yang berearna hijau di sana. Kemudian, dia berhentikan mobil itu di salah satu rumah yang berwarna hijau tersebut.


"Apakah ini rumahmu?" tanya Fadhla kepada Melda.


"Bukan yang ini. Tapi yang di depannya itu lho," jawab Melda.


"Oke." Fadhla kembali menancapkan gas dan mengarahkan mobilnya ke rumah yang berwarna hijau lainnya.


"Apakah yang ini?" tanya Fadhla kepada Melda.


"Ya. Ini adalah rumahku. Terima kasih sudah mau mengantarkanku pulang," sahut Melda.


"Bukan masalah," kata Fadhla.


"Bulan, terima kasih, ya," kata Melda sambil tersenyum padanya.


"Oke, Mel. Sampai jumpa lagi, ya!" ujar Bulan.


"Oke deh. Eh, apa kalian mau mampur dulu ke dalam rumah?" tawar Melda kepada Fadhla dan Bulan.


"Ah, tidak perlu. Jangan repot-repot, Melda. Aku sebenarnya. sedang buru-buru," kata Bulan menolak.


"Ah, iya, ya. Kalian berdua memang sedang buru-buru. Yasudah deh. Aku masuk ke rumah dulu, ya," kata Melda.


Dia pun mengambil tas miliknya dan langsung membuka pintu mobil, kemudian keluar dari mobilnya Fadhla.


"Sampai jumpa lagi, Fadhla! Sampai jumpa, Bulan!" pamit Melda kepada Fadhla dan Bulan.


"Oke. Sampai jumpa lagi," balas Bulan.


Fadhla hanya membalasnya dengan senyuman dan juga melambaikan tangannya ke arah Melda.


Lalu selepas itu, Fadhla langsung kembali menancapkan gasnya dan pergi meninggalkan tempat tersebut. Fadhla pun mulai pergi ke arah tujuannya.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi ******* dengan akun (comeback). Cerita terbaru "Pernikahan Rahasia", sudah dilihat 900ribu joy. Silakan di cek.


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.


Terima kasih, semuanya. :*