The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Episode 148



"Baiklah. Jika memang kamu mau, aku bersedia menikahimu, Adelia," jawab Fadhla sambil saling melempar tatapan dengan Adelia.


Adelia terkekeh dan dia bersandar ke punggung kursi. "Gila! Apa maksud kamu, Fadhla, hah? Kamu pikir aku mau menikah denganmu hanya karena alasan ini?" tanya Adelia.


"Aku tidak memaksa. Aku hanya bilang bahwa jika kamu mau melakukannya, aku pun bersedia," jawab Fadhla tidak ingin merasa terpojokkan.


"Oke, 3 hari lagi adalah hari pertunanganku sama Eggy. Jika kamu berani membatalkannya, aku akan menikahimu," tantang Adelia.


"Apa itu sebuah tantangan yang mesti aku lakukan?" tanya Fadhla.


"Jika kamu memang menginginkan aku untuk menikah denganmu, bukan masalah," jawab Adelia.


"Lalu, jika aku membiarkanmu, bagaimana?" tanya Fadhla mencoba menegosiasi.


"Yasudah, berarti hal. ini adalah lelucon," jawab Adelia.


Fadhla terkekeh mendengar hal itu. "Rasanya kita sedang apa, ya? Membahas hal yang tidak penting seperti ini. Membuat sebuah kesepakatan yang konyol."


"Kamu sendiri yang menawarkan, bukan?" tanya Adelia tidak ingin disalahkan.


"Sepertinya kamu juga tertarik dengan penawaranku, Adelia," jawab Fafhla tidak mau kalah darinya.


Adelia tersenyum mendengar kalimtlat itu dari mulutnya. Dia tertawa.


"Mengapa kamu tertawa sendirian?" tanya Fadhla penasaran.


"Rupanya kamu konyol juga."


"Aku tahu itu. Bukan Fadhla namanya jika aky tidak bisa konyol. Mungkin jika aku tidak seperti ini, aku lebih mirip Eggy yang membosankan," kata Fadhla.


"Benarkah?" tanya Adelia.


"Yup," jawab Fadhla dengan singkat.


"Baiklah. Sebenarnya aku tertarik dengan kakakmu, Fadhla. Aku tertarik karena sifatnya yang dingin dan cuek padaku," ungkap Adelia.


"Mengapa?" tanya Fadhla.


"Entahlah. Mungkin karena kurasa dia memang menarik," jawab Adelia.


"Apakah kamu sudah mulai menyukai Eggy, Adelia?" tanya Fadhla penasaran.


"Bisa dibilang, iya. Tertarik berarti sudah memasuki fase rasa suka," jelas Adelia.


"Baiklah. Kalau begitu, aku akan menggagalkan tunanganmu," kata Fadhla.


Sontak Adelia terkejut dan menengok ke arah Fadhla. Apakah Fadhla benar-benar akan menggagalkan pertunangannya dengan Eggy? Atau kah hal itu hanya ancaman dan lelucon seperti sebelumnya?


Berganti ke sudut pandang yang lain. Terlihat ibu Eggy sedang memilah-memilih dekorasi pertunangan untuk Eggy dan juga Adelia. Dekorasinya banyak pilihan dan sangat bagus-bagus sekali. Sehingga membuat ibunya kebingungan ingin mengambil tema apa untuk pertunangan anaknya itu.


"Eggy, coba sini!" perintah ibunya. Eggy masih sibuk memainkan lap topnya dan hanya menjawab dengan berdehem saja kepada ibunya.


"Jangan hm-hm mulu, Eggy. Ayo sini ikutan. milih. Mau yang mana kamu?" tanya ibunya.


"Astaga, Mi. Aku sedang kerja," kata Eggy pada ibunya, mengatakan secara tidak. langsung bahwa dia menolak.


"Kamu harus lihat dulu, Eggy. Ayo kemari sini lihat dulu!" perintah ibunya yang tetap memaksa Eggy.


Eggy menghela napasnya kesal. "Iya, iya. Baiklah. Aku akan ke sana untuk melihatnya."


"Bagaimana, Mi?" tanya Eggy dengan malas.


"Coba lihat, sini! Kamu ingin yang mana, Eggy?" sahut ibunya sambil memberikan beberapa contoh foto dekorasi kepada Eggy.


"Yang mana saja, Mi. Gak masalah," sahut Eggy.


"Ih kamu kok gak bener sih, Eggy? Ayo dong pilih-pilih mau yang mana?" paksa ibunya.


"Ya ampun, Mi. Yasudahlah. Yang mana saja aku gak masalah. Yang penting Mami senang, aku pun ikut kemauan Mami," sahut Eggy pasrah. Dia gak mau banyak memilih untuk pertunangannya, menurutnya itu kurang penting dibandingkan dengan pekerjaannya di kantor. Namun karena permintaan orang tua yang memang susah untuk di tolak olehnya. Maka dari itu dengan terpaksa dia harus menuruti apa maunya.


"Kalau yang ini bagaimana?" tanya ibunya sambil menunjuk ke arah salah satu majalah dekorasi tersebut.


"Boleh. Aku ikut Mami saja," jawab Eggy singkat.


"Kamu ya, Eggy. Terserah terus bisanya. Gak ada pendapat sendiri, apa? Ini kan pertunanganmu, Eggy dengan Adelia. Seenggaknya kamu bisa berbangga diri dong dengan pertunanganmu kali ini. Jangan hanya pasrah dan menyerahkan semua ini kepada Mami. Kamu ini gimana sih? Kamu yang nikah, malah Mami yang repotnya. Aneh," ujar ibunya komplen terhadap sikap Eggy.


Eggy hanya terdiam mendengarkan sang ibu. Wajar saja. Pernikahan ini bukan keinginan dirinya. Karena pernikahan ini adalah suatu ke terpaksaan yang tidak semestinya, hanya karena masalah perusahaan yang anjlok dan pemasukannya pun memang sedang kurang, lalu perusahaan Eggy pun mengalami kebobolan yang entah siapa pelakunya. Sampe saat ini pun Eggy masih  berusaha mencari tahu dalang dibalik semua permasalahan ini. Hal ini benar-benar merugikan perusahaan. Bukan hanya itu, hal ini oun merugikan diri Eggy, pernikahan Eggy dengan Bulan, situasi yang terus menjadi rumit karena hal ini. Membuat dirinya merasa muak dan gregetan, karena ingin segera tahu penyusup yang berpura-pura menjadi karyawan atau pekerja di dalam kantornya itu.


"Sudah ya, Mi? Kalau sudah, aku mau lanjut kerja lagi. Masih ada file yang harus aku selesaikan saat ini juga. Takut gak keburu. Nanti bisa berabe dan keteteran. Sekarang aja sudah keteteran karena Adelia selalu mengganggu waktuku saat bekerja," kata Eggy, mencoba meminta perhatian dari ibunya.


"Yasudahlah, Eggy. Kalau begitu lanjutkan saja pekerjaanmu. Ingat! 3 hari lagi pertunanganmu. Mulai besok, rumah kita akan dihiasi sesuai dengan dekorasi yang Mami pilihkan. Karena kamu tidak ingin memilih sendiri, jadi mau tidak mau kamu harus menerima apapun dekorasinya, oke!" jelas ibunya.


"Baik,  Mami. Aku akan terima semua dekorasinya. Lagian hanya untuk pertunangan saja. Gak bakalan lama," kata Eggy menganggap enteng.


"Yasudah. Jangan sampai kamu mengeluh pada hari pergunanganmu. Itu hari yang sangat penting."


"Ya," sahut Eggy datar dan sesingkat mungkin.


"Adelia itu anak bos terkaya,  Eggy. Jangan malu-maluin keluarga. Kamu harus bersikap baik padanya. Karena hidup dan matinya peeusahaanmu, tergantung kepada keputusanmu nanti saat pernikahan. Ingat! Tidak ada orang yang berani membantu kita selain mereka. Jadi, sebisa mungkin kamu harus mengingat hal itu," kata ibunya.


"Iya, Mi. Iya. Aku paham dengan semua ini. Dan aku pun memang sudah bersedia untuk bersedia dengannya. Aku dan Adelia menikah karena urusan bisnis, bukan? Aku paham masalah ini, masalah seperti ini aku pernah mengalaminya. Jadi Mami tidak usah khawatir," sahut Eggy memberi penjelasan pada ibunya.


"Baiklah kalau begitu. Mami akan menelepon ke perusahaan dekorasi untuk acara pertunanganmu nanti. Acara ini tidak boleh ada kesalahan sedikit pun."


Ibjnya Eggy pun menutup buku majalah tersebut dan mulai melangkah pergi meninggalkan Eggy sambil membawa majalah tersebut.


Ketika ibunya tidak ada di sana lagi, Eggy mulai menghela napas panjang dan mengusap seluruh wajahnya.  Seakan dia merasa bingung dan stres memikirkan semua masalah yang dihadapinya. Memang sangat berat dan tidak mudah bagi dirinya untuk menghadapi semua dengan sendirian, namun Eggy memang harus menerima semua ini oleh dirinya sendiri. Siapa yang mau mempunyai masalah secara bertubi-tubi? Apalagi harus rela meninggalkan seseorang yang disayangi dan dicintai, sampai harus menyakitinya dan menodai pernikahannya sendiri secara terang-terangan karena paksaan? Tidak ada satu pun yang mau. Tidak ada.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback). Cerita terbaru "Pernikahan Rahasia", sudah dilihat 800ribu joy. Silakan di cek.


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.


Terima kasih, semuanya. :*