
Setelah Eggy kembali. ke rumah sakit, dia berjalan dengan terburu-buru dan langsung menghampiri ibunya dan juga Adelia.
"Maaf, jika terlalu lama menunggu."
Adelia hanya tersenyum.
"Eggy, kamu ini kenapa? Hal seperti ini tidak di beritahukan kepada kami. Ada apa denganmu?" omel ibunya.
"Tadi di telepon sudah dijelaskan, Mi. Masa harus Eggy jelaskan lagi?"
"Lain kali jangan diulang lagi, Eggy. Ibu tidak ingin ada hal seperti ini terjadi," katanya.
"Iya. Eggy janji."
"Apakah urusan di kantor sudah selesai?" tanya Adelia.
"Belum sepenuhnya. Namun aku dan adikku sedang berusaha menyelesaikannya kok. Agak terhambat karena banyaknya mata-mata dalam perusahaan. Apalagi sekarang kondisi perusahaan sedang turun," jawab eggy secara terang-terangan.
"Apakah tidak bisa dibantu dengan cara lain? Atau mencari jalan lain?" usul Adelia.
"Sepertinya tidak. Sempat mencari jalan lain, tapi gagal. Hal itu bocor ke telinga musuh," sahut Eggy.
"Kok bisa? Bagaimana caranya bisa sampai bocor seperti itu?" tanya Adelia mulai penasaran.
Eggy terdiam sejenak. Dia berpikir akan sesuatu. Eggy harus lebih hati-hati mengenai masalah perusahaan. Dia tidak boleh sembarangan memberitahukan hal ini kepada Adelia. Bukan karena tidak percaya, nsmun Eggy harus tetap menjaga rahasia perusahaannya kepada siapa pun yang tidak terlibat.
"Mungkin mereka pintar. Aku sendiri tidak tahu," jawab Eggy.
"Benarkah?" tanya Adelia.
"Ya"
"Memangnya ada masalah apa di perusahaanmu, Eggy?" tanya Ibunya.
"Ada seorang mata-mata. Dia pengintai. Namun jangan khawatir. Kita sedang mencarinya kok. Kita lebih hati-hati soal perusahaan," jawab Eggy.
"Oke. Jadi keadaan perusahaanmu sedang anjlok karena ada yang berkhianat?"
"Kurang lebih seperti itu."
"Pernikahan kalian harus segera dilaksanakan. Apakah kamu akan bsik-baik saja jika dibawa untuk menikah, Adelia?" tanya ibu Eggy.
Sontak Adelia sangat terkejut. "Eh, Mami. Sebenarnya pernikahan kita memang sebentar lagi, bukan?"
"Kita pajukan saja. Lebih cepat lebih baik."
"Mi, beberapa hari lagi lho. Tinggal menungguย hari H saja," kata Eggy.
"Beberapa hari butuh waktu beberapa jam. Dan itu memang sangat lama. Jadi, akan Mami pajukan agar pernikahan kalian segera berlangsung besok," ucapnya.
Gila. Besok? Adelia bahkan belum dinyatakan pulih oleh dokter. Namun ibunya Eggy bersi kukuh ubtuk segera melaksanakan pernikahan. Mungkinkah sang dokter mengizinkan Adelia untuk melaksanakan pernikahannya?
"Tapi ini gak bisa dibiarin gitu aja, Eggy. Lihat saja perbuatanmu. Adelia sampai kecelakaan gara-gara kamu. Setidaknya jika kamu sudah menikah dengan adelia, kamu akan lebih mementingkan Adelia di banding segalanya," kata ibunya.
"Termasuk ibu dan perusahaan?" tanya Eggy.
"Tanpa kecuali itu," jawab ibunya.
"Mami, sudah, ya. Adelia juga tidak masalah. Ini hanya kecelakaan. Siapa yang mau jika harus kecelakaan kan, Mi. Adelia pun tidak ingin hal ini terjadi. Untuk masalah menikah, kita bisa menunggu kok. Apalagi kesehatanku saat ini terganggu juga," jelas Adelia kepada ibunya Eggy.
"Tidak Adelia. Sepertinya kita memang harus segera melangsungkan pernikahan kalian."
"Mami. ..."
"Cukup, Eggy. Biar Mami saja yang urusa semuanya. Cepat sembuhlah Adelia. Nanti mami akan bicara kepada dpkter supaya dia setuju dengan usulan mami."
"Ya ampun, Mi."
"Mami, jmsabar aja dulu ya."
"Tidak. Bicaralah kalian berdua mengenai hal ini. Mami akan segera urus segalanya," ucapnya.
Kemudian langsung melangkah pergi meninggalkan Mereka.
"Mami mau ke mana?" tanya Eggy.
"Mempersiapkan segala kebutuhan untuk pernikahan kalian. Pokoknya besok harus siap segalanya," jawabnya. Dia pun pergi dan menghilang dari pandangan Eggy dan jug pandangan Adelia. kini mereka berdua hanya bisa pasrah dengan keputusan yang sudah di ambil oleh obunya Eggy. Adelia dan Eggy mulai merasa canggung setelah ibu Eggy pergi.
ใ
ใ
*****
PERHATIAN!
Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. ๐๐
Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.
ใ
ใ
Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)
Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.
Terima kasih, semuanya. :*