
Sepanjang perjalanan, Bulan menangis tanpa henti. Tak peduli dengan orang-orang yang melihatnya terheran-heran. Sesekali dia menabrakkan diri kepada seseorang yang berjalan berlawanan arah dengannya. Dia berjalan lemas tanpa tenaga, dengan penuh rasa kesakitan di hatinya. Sampai akhirnya dia menabrak seseorang yang membuatnya terjatuh ke jalanan. Menghentikan langkah kakinya.
"Bulan," panggilnya. Rupanya seseorang itu mengenal sosok Bulan. Bulan menengok ke arahnya dengan kondisi kedua mata yang bengkak dan masih mengeluarkan air mata.
"Eggy," sahutnya.
Kemudian Eggy membantu Bulan untuk bangun dan dia merangkul Bulan seraya mengajaknya pergi ke sesuatu tempat. Dia mengajak Bulan ke daerah taman kota, dan duduk di bangku yang di sediakan di sana. Bulan masih menangis tanpa henti. Lalu Eggy datang menghampiri sambil membawa air botol minum dan tisu untuk diberikan kepada Bulan.
"Minumlah, Bulan," perintah Eggy seraya memberikan air botol minumannya.
"Terima kasih, Kak." Bulan mengambil air botol tersebut dan meminumnya secara perlahan. Selepas itu, Eggy mengambil tisu dan dia gunakan untuk menghapus air mata Bulan.
"Mengapa kamu menangis?" tanya Eggy penasaran.
"Mengapa kamu berkeliaran?" tanya balik Bulan pada Eggy.
Eggy menghela napas. "Aku akan ke rumahmu, Bulan."
"Mengapa?" tanya Bulan terkejut.
"Karena kamu tidak ada di rumahmu. Aku ingin menemuimu," jawab Eggy.
"Kak, kamu tahu, kita baru saja mengumumkan perceraian kita di depan keluarga kita masing-masing. Apa tidak masalah jika kita berdua terlihat jalan bersama?" tanya Bulan ragu-ragu.
"Apakah itu salah?"
"Bukan kah mang salah?"
"Baiklah, lupakan. Sekarang jawab pertanyaanku tadi, Bulan. Mengapa kamu menangis?" kata Eggy kepada Bulan.
Sejenak Bulan terdiam. "Tidak apa-apa, Kak."
Bulan enggan menjawabnya. Karena dirinya tidak ingin Eggy tahu bahwa permasalahan terjadi di antara dirinya dan juga ayahnya.
"Aku serius, Bulan. Ada apa?" paksa Eggy untuk membuat Bulan berbicara.
"Baiklah. Hanya sedikit masalah di rumah, Kak. Pertengkaran antara ayah dan anak. Itu sangatlah wajar, Kak. Karena setiap permasalahan pasti lah ada," jawab Bulan.
"Apa itu masalah perceraian kita?" tanya Eggy.
"Bukan hanya itu, Kak. Tetapi yasudahlah. Lupakan saja, Kak," jawab Bulan dengan malas.
"Apakah kamu akan pulang? Aku merindukanmu."
"Mungkin besok, Kak," sahut Bulan. Kemudian dia ingat akan sesuatu. "Eh, gak harus menunggu besok. Karena sekarang aku akan pulang ke rumah saja. Aku tidak ingin pulang ke rumah ayahku, Kak."
"Baiklah. Jika kamu tidak ingin kembali ke rumah ayahmu, aku akan pulang bersamamu," kata Eggy sambil memegang tangan Bulan.
Bulan tersenyum ke arah Eggy. Tak lama kemudian, terdengar nada dering ponsel berasal dari ponsel Bulan.
"Ada yang menelepon, Bulan," kata Eggy memberitahu.
"Ah, iya. Sebentar, ya, Kak." Lantas Bulan melihat nama yang menelepon itu. Rupanya dia adalah Fadhla. Bulan hampir saja lupa dengan janjinya kepada Fadhla. Terpaksa dia harus membatalkan janjinya kepada Fadhla untuk pergi merayakan kembalinya dia ke rumah lama.
"Halo."
"Hei, Bulan. Kenapa kamu lama sekali? Apa kamu sedang berdebat dengan ayahmu untuk pergi ke luar?" tanya Fadhla marah-marah.
"Eh, bukan begitu. Tapi benar apa yang kamu bilang. aku dan ayahlu memang bertengkar. Dan saat ini aku tidak bisa pergi bersamamu, Fadhla. Karena dengan tak sengaja aku bertemu dengan seseorang di tengah jalan," jelas Bulan.
"Bertemu dengan siapa kamu, Bulan?" tanya Fadhla penasaran.
"Dengan kakakmu, Eggy."
"Ah, begitu, ya. Yaudah, deh. Kamu sama Eggy saja. Hati-hati. Kalian berdua baru kemarin umumkan cerai kepada keluarga masing-masing. Jangan sampe ketahuan, ya," ucap Fadhla.
"Baik. Terima kasih. Saat ini aku akan pulang bersama Kak Eggy kok."
"Baiklah. Hati-hati di jalan, Bulan. Kalau begitu, aku tutup teleponnya, ya."
"Iya, Fadhla. Silakan."
Fadhla menutup teleponnya terlebih dulu. Kemudian Bulan memasukan ponselnya ke dalam tas kembali.
"Siapa itu, Bulan?" tanya Eggy.
"Fadhla. Dia meneleponku," jawab Bulan.
"Ada apa dia meneleponmu?" Eggy makin penasaran.
"Dia ingin mengajakku pergi malam ini. Tetapi kita bertemu, jadi aku. membatalkannya," kata Bulan dengan amat jujur.
"Apa? Apa kalian berdua janjian?" tanya Eggy mengintrogasi.
"Iya, Kak. Namun hanya sebatas merayakan kembalinya aku ke rumah lama. Jadi dirayakan malam ini. Hanya saja, jika aku sudah bertemu dengan kakak, rasanya aku tidak ingin pergi dengan siapa pun," jelas Bulan secara perlahan kepada Eggy.
Eggy memutar bola matanya. Dia merasa bahwa ada hal yang kurang beres dengan adiknya. Masalahnya, Eggy dan Bulan memang berpura-pura cerai. Namun Fadhla juga mengetahui akan perceraian palsu itu. Seharusnya Fadhla tidak memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan perhatian Bulan yang masih berstatus istrinya secara sah. Ini tidak benar. Hanya saja, ini masih pikiran Eggy semata. Dia harus benar-benar mengetahui motif di balik adiknya itu. Eggy berpikir bahwa Fadhla memanfaatkan ini, dan mencoba untuk merebut hati Bulan. Ini tidaklah sepenuhnya benar, hanya opini diri sendiri dalam pikiran Eggy.
"Kalau begitu, malam ini kita akan pergi ke mana? Kamu punya rekomendasi?" tanya Eggy mencoba mengajaknya pergi.
"Ke tempat ramai dan di sana ada permainan yang bisa aku mainkan, Kak. Aku butuh sedikit hiburan."
"Benarkah?"
"Iya, Kak."
"Ayo kita cari mall."
"Jangan mall." Bulan mulai cemberut.
"Kenapa?" tanya Eggy keheranan.
"Kita pergi ke pasar malam, ya, ya, ya?" tawar Bulan memohon.
"Mm ... bagaimana, ya?" Eggy berpikir sejenak.
"Ayolah, Kak." Bulan semakin memelas kepada Eggy.
"Baiklah, baik. Ayo kita pergi ke pasar malam!" ajak Eggy sambil memegang tangan Bulan.
"Ayo, Kak." Bulan mulai tersenyum dengan ajakan Eggy. Dia pun berdiri dan mulai berjalan menuju mobil Eggy untuk pergi ke tempat tujuan mereka.
*****
Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊
Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update sehari 2x. Terima kasih sebelumnya, readers.
Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun ******* @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema' di *******. Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah.
Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga.
Terima kasih, semuanya. :*
Happy Reading, next!