The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
EPISODE 136



"Terima kasih sudah mau menemani saya, Bulan," kata Angga kepada Bulan.


Terlihat Angga dan Bulan sedang berjalan berduaan di jalanan kota dengan pemandangan malam yang menakjubkan. Banyak lampu-lampu malam berwarna-warni menghiasi malam. Bahkan bulan di langit pun terlihat sangatlah cerah.


Bulan tersenyum. "Tidak apa-apa, Pak. Bukan masalah. Aku merasa senang jika kehadoranku dapat membantu Bapak."


"Baiklah." Angga tersenyum simpul. "Malam ini sangat indah. Rasanya lebih indah dibanding hari-hari sebelumnya."


Bulan pun melihat ke arah sekitarnya. Dia pun merasakan hal yang sama dengan Angga.


"Benar sekali, Pak. Memang sangat indah," sahut Bulan tersenyum malu.


"Oh, iya, Bulan. Aku tidak tahu tentangmu. Bisa ceritakan sedikit kisahmu?" tanya Angga yang mulai penasaran dengan hal pribadinya.


Sejenak Bulan terdiam dan menundukkan kepalanya. "Kisahku sangat rumit, Pak."


"Serumit apa itu?"


"Sangat panjang ceritanya, Pak. Jika aku jelaskan sekarang, mungkin sampai minggu depan pun tidak akan pernah selesai," sahut Bulan terkekeh.


"Hahaha. Kamu memang lucu, Bulan." Angga tertawa mendengar hal itu. Dia berpikir bahwa Bulan memang sedang bercanda.


"Aku serius, Pak."


"Baiklah. Apakah statusmu saat ini, Bulan? Apa kamu masih sendiri?" tanya Angga penasaran.


"Mm ... sebenarnya aku sudah menikah, Pak," jawab Bulan apa adanya.


Jawaban tersebut membuat Angga tercengang dalam seketika. Pasalnya dia tidak percaya dengan apa yang sudah dilontarkan oleh Bulan. Niat Angga adalah untuk mendekati Bulan, karena dia sudah merasa tertarik terhadap Bulan sejak awal. Namun sayang sekali yang didengarnya membuat Angga merasa sangat kecewa.


"Benarkah?" tanya Angga memastikan.


"Ya, benar," jawab Bulan tersenyum.


Angga mengubah ekspresi wajahnya menjadi lemas. "Ah, maaf."


"Tidak perlu meminta maaf, Pak. Lagian aku sudah bercerai," kata Bulan terpaksa berbicara seperti itu. Sebenarnya dia tidak ingin berbohong kepada Angga. Namun dia harus memikirkan ini dengan matang-matang. Jika dirinya menjawab bahwa dia masih status istri Eggy, dia mengkhawatirkan bahwa hal tersebut akan menjadi masalah untuk ke depannya. Secara dia dan Eggy sudah memutuskan perceraian mereka berdua. Dia mencari aman dan menghindari resiko besar itu. Bagaimana pun juga, sandiwara ini tidak boleh terbongkar oleh siapa pun juga.


"A-apa? Kamu sudah bercerai? Berarti kamu seorang janda, Bulan?" tanya Angga.


"Ya, begitulah. Memangnya kenapa, Pak? Apakah ada yang salah dengan status jandaku?" tanya Bulan kepada Angga.


"Tidak ada masalah, Bulan. Hanya terkejut saja mendengar statusmu saat ini," jawab Eggy kepada Bulan.


"Benarkah?"


"Yup. Aku tidak menyangka bahwa kamu sudah menikah. Aku lihat kamu masih begitu muda, Bulan. Apa kamu menikah muda?" tanya Angga makin penasaran dengan pribadi yang dimiliki oleh Bulan.


"Kurasa iya, Kak. Aku tidak begitu ingat kejadiannya," jelas Bulan tersenyum simpul.


"Lho, kenapa tidak ingat? Ini benar-benar aneh," kata Angga terkekeh.


"Sebenarnya aku mengalami amnesia, Pak. Kenangan 5 tahun ke belakang aku tidak begitu ingat," kata Bulan tersenyum.


"Apa? Serius?" tanya Angga tidak percaya.


"Aku serius," jawab Bulan dengan singkat.


"Benar-benar serius?" tanya Angga sekali lagi.


"Maaf, Bulan. Tetapi kenapa kamu sampai amnesia?"


"Yang aku ingat adalah kecelakaan, Pak. Aku bertengkar dengan pacarku. Kemudian aku tertabrak oleh sebuah mobil dan ... ya, begitulah. Saat terbangun aku menyadari bahwa aku sudah menikah dengan pria lain," ungkap Bulan terkekeh. "Ini benar-benar aneh. Namun aku dapat memahaminya. Bahkan aku ingin mengingat memori yang hilang itu. Namun rasanya setelah mendengar sedikit demi sedikit fakta yang sebenarnya, rasanya aku tidak sanggup untuk mengingat semua hal itu dan menerima kenyataan semua itu," lanjut Bulan bercerita dengan mirisnya.


"Mm ... a-pakah k-kamu bercerai dengan mantan suamimu gara-gara kamu tidak dapat mengingatnya dan tidak menerima kenyataan?" tanya Angga makin penasaran. Dia tahu bahwa pembahasan ini sangatlah pribadi bagi Bulan. Namun Angga tidak bisa menahan diri untuk bertanya sesuatu tentang masa lalu Bulan. Dirinya benar-benar sangat merasa penasaran dengan masa lalu Bulan. Mungkin ini adalah hal privasi, tetapi rasa penasaran yang dimiliki oleh Angga sangatlah besar dan berdampak pada batin Bulan.


"Salah satunya itu, Pak. Seperti itulah," jawab Bulan seraya menelan ludahnya sendiri. Dia merasa bahwa masa lalunya memanglah menyakitkan. Apalagi mengingat hal buruk tentang skandal yang pernah dilakukan oleh Bulan dan juga Raihan. Sampai saat ini Bulan ingin mengingat kejadian itu, mengapa hubungan dirinya dengan Raihan disebut skandal, sedangkan sebelum hilang ingatan, Raihan adalah kekasihnya sejak lama. Namun untuk saat ini, Bulan tidak berfokus kepada masa lalunya. Melainkan dia hanya akan fokus pada masa depannya saja. Itulah hal terpenting bagi kehidupannya saat ini.


"Mm ... maaf. Saya terlalu banyak bertanya soal pribadimu, Bulan," kata Angga pada Bulan.


Bulan tersenyum. "Bukan masalah, Pak. Itu masa laluku. Dan bahkan aku mulai lupa dengan masalah masa laluku, Pak. Mungkin karena saking sibuknya bekerja dan tidak pernah mengosongkan pikiran, maka dari itu aku melupakan semuanya," jelas Bulan.


"Ya. Bisa saja seperti itu, Bulan."


"Terima kasih sudah mengingatkanku akan masa lalu, Pak. Mungkin aku harus berbenah diri menjadi yang lebih baik."


"Ah, saya jadi merasa tidak enak, Bulan. Sekali lagi saya minta maaf, ya," kata Angga.


"Tidak apa-apa, Pak. Aku senang dapat berbagi kisah ini. Membuatku merasa sedikit lega."


Angga pun tersenyum kepada Bulan. Begitu pun dengan Bulan yang membalas senyumannya. Kini Angga mengetahui masa lalu Bulan, tetapi hanya sebagian saja. Dan sebenarnya Angga ingin mengetahui semua kisah Bulan tanpa ada yang tersisa. Angga merasa semakin penasaran dengan sosok Bulan pada saat ini. Mungkin Angga akan lebih menghabiskan banyak waktu dengan Bulan, agar dapat mengenalnya lebih dekat lagi.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback).


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga.


Terima kasih, semuanya. :*


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback).


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga.


Terima kasih, semuanya. :*