The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Episode 140



Bulan menundukkan kepalanya. Dia menyadari kesalahannya kepada Eggy. Bulan tidak boleh merasa egois dan terus membela dirinya sendiri di hadapan Eggy. Karena memang Bulan melakukan kesalahan itu, tidak meminta izin kepada Eggy dan memutuskan untuk bekerja secara sepihak tanpa memberitahu Eggy.


"Baiklah, Kak. Aku sudah meminta maaf pada Kakak. Mohon maafkan saya. Saya tidak akan mengulanginya lagi."


Eggy mendelik malas ke arah Bulan. Lalu dia pun pergi meninggalkan Bulan sendirian di sana. Bulan berdiri dan menangis sejadi-jadinya. Dia tidak bisa lagi berkata-kata. Kemudian, tak lama kemudian Eggy berjalan menghampiri Bulan dan langsung memeluknya.


"Maafkan aku, Bulan. Maafkan aku! Maaf jika aku sudah berkata kasar padamu dan membetakmu, Bulan. Aku sedang lelah pada hari ini, Bulan. Entah mengapa rasanya aku ingin marah-marah, dan sialnya aku malah melampiaskan semua itu padamu, Bulan. Maafkan aku, Sayang." Eggy mengelus rambut Bulan dengan lembut. Namun mendengar semua itu, Bulan malah makin menangis di pelukannya.


"Lho, kenapa kamu malah semakin menangis, Bulan? Ada apa?" tanya Eggy kembali. Lalu dia melepaskan pelukannya. "Sudah, sudah. Jangan menangis lagi, ya. Maafkan aku."


Eggy mengusap air mata Bulan dengan lembut. Kemudian dia tersenyum kepada Bulan dan memeluknya kembali seraya mengusap-usap punggung dan rambut Bulan.


"Sudah dong! Jangan nangis lagi, ya. Jangan nangis. Nanti wajahmu berubah jadi jelek lho, Sayang." Eggy mencoba menggoda kepada Bulan.


"T-tidak apa-apa, Kak. Aku lebih baik menjadi jelek daja, dibandingkan cantik," sahut Bulan.


"Eh, eh. Kenapa? Kenapa ingin disebut jelek, Bulan?" tanya Eggy kepada Bulan.


"Tidak apa-apa," jawab Bulan dengan singkat. Kemudian Bulan melepaskan pelukan Eggy.


"Ayo dong! Jangan menangis lagi, ya, ya, ya? Sebagai gantinya, besok kita pergi. Ke mana yang kamu mau. Terserah," kata Eggy mencoba untuk menenangkan Bulan.


"Baiklah, Kak. Aku akan berhenti menangis. Tapi aku tidak ingin ke mana-mana. Karena besok, aku harus bekerja di restoran, Kak," sahut Bulan kepada Eggy.


"Ambil cuti lah, hanya sehari ini. Untuk bersamaku," Eggy memohon kepada Bulan.


"Tidak bisa, Kak. Aku pegawai baru. Mana bisa seenaknya mengambil cuti begitu saja. Aku harus tetap bekerja," sahut Bulan.


"Apa pekerjaanmu tidak ada liburnya?" tanya Eggy.


"Aku lupa tidak bertanya kepada manager di restoran itu tentang hari liburku. Mungkin besok aku akan menanyakannya, Kak," kata Bulan kepada Eggy.


"Baiklah. Aku akan mengalah padamu untuk kali ini. Aku akan membiarkanmu bmtetap bekerja. Tetapi setiap kamu pergi di luar jam kerja, kamu harus memberitahuku terlebih dulu sebelum pergi," pinta Eggy kepada Bulan.


"Baik, Kak. Aku akan mengingat akan hal itu," sahut Bulan kelada Eggy.


"Janji, ya?"


"Gak janji juga, Kak. Karena aku terkadang lupa. Hehe." Bulan cengengesan menatap Eggy.


"Iya, iya, iya. Terserah kamu saja deh." Eggy mulai pasrah. "Yasudah. Ayo kuta tidur. Kamu capek, bukan?" tanya Eggy.


"Iya, Kak. Aku lelah. Mau istirahat," jawab Bulan kepada Eggy.


"Yasudah, ayo kita pergi ke kamar!" ajak Eggy.


Bulan mulai mengingat sesuatu. "Apa Kakak akan menginap di sini lagi?" tanya Bulan terheran-heran.


"Ya. Terpaksa aku menginap di sini. Karena hari sudah malam, lalu tidak mungkin aku pun pulang ke rumah, maka dari itu aku harus menginap di sini, Bulan. Memangnya kenapa?"


Bulan menghelakan napasnya. "Tidak apa-apa, Kak," jawab Bulan.


Ketika di kamar, Bulan dan Eggy masih berbincang-bincang. Dia memeluk Bulan dari arah belakang tubuhnya. Eggy menceritakan tentang masa lalu yang terjadi dengannya. Kemudian Bulan mulai fokus dan berusaha mengingat semua itu.


"Benarkah? Apakah aku seperti seorang gadis polos pada masa itu?" tanya Bulan kepada Eggy.


"Sangat! Sangat polos. Aku menyukainya," jawab Eggy terkekeh.


"Kamu pasti sering menggodaku pada masa lalu. Benar, 'kan?" tanya Bulan kepada Eggy.


"Bukan menggoda lagi. Namun itu sudah menjadi hobiku untuk selalu menggodamu, Sayang," sahut Eggy mencium pundak Bulan dengan perlahan. Kemudian Eggy mulai merambat mencium setiap inci pundaknya sampai menuju lehernya. Membuat tubuh Bulan mulai berdesir-desir manja dengan sentuhan bibirnya.


"Kakak," panggil Bulan mendesah.


"Kenapa, Bulan?" tanya Eggy seraya masih menggoda hasrat Bulan. Bulan terkekeh dengan desiran itu.


"Kenapa kamu malah tertawa?" tanya Eggy. Bulan membalikan badannya karena tangan Eggy mulai terasa longgar di tubuhnya.


"Aku merasa sangat geli, Kak. Kamu mulai menggodaku terus," sahut Bulan.


"Aku suka," kata Eggy.


"Jika kamu inginkan aku malam ini, baiklah!"


Bulan langsung memeluk Eggy dengan erat, menyalurkan perasaan bahagia sekaligus melepas rindu. Karena mungkin ini adalah satu cara agar Bulan memanfaatkan eaktu sebaik-baiknya ketika dirinya bersama Eggy. Tanpa terasa air mata mengalir begitu saja, ikut mengiringi kebahagiaan Bulan. Entah tangisan apa yang keluar dari matanya. Mungkinkah bahagia, haru, atau takut kehilangan Eggy? Karena Bulan tahu tak lama lagi Eggy akan menikah dengan wanita lain.


Eggy pun membalas pelukan Bulan. Ia sedikit mengangkat tubuh mungilnya dalam dekapan Eggy. Ia menghirup dalam-dalam aroma tubuh Bulan yang baru saja mandi saat dia masuk ke dalam kamar. Kali ini Bulan benar-benar bisa merasakan hal bahagia itu. Sebelum hal ini terjadi dia sempat bertengkar dengan Eggy karena kesalah pahaman masing-masing.Kurangnya komunikasi, membuat Bulan dan Eggy harus bertengkar. Namun karena perasaan yang kuat, sehingga Eggy dan Bulan kembali baikan lagi. Dirinya pun tak menyangka bahwa dia dan Eggy dapat bersikap seromantis ini lagi. Bulan merasakan bagaimana indahnya malam-malam bersama seseorang yang dicintai. Apakah Bulan mulai menerima Eggy dengan sepenuhnya? Namun dia baru saja ingat, apakah dirinya benar-benar mencintai Eggy? Sampai saat ini, Bulan masih belum mengingat kejadian bersama dengan Eggy pada masa lalu. Namun itu bukan masalah bagi Bulan untuk menjalani sebuah hubungan dengan Eggy kembali. Dia akan mencoba mengingat semuanya, agar dia dapat mengetahui ala yang terjadi selama ini dan bagaimana rasanya jika dia mengingat semuanya.


Lanjut ke cerita berikutnya.


Perlahan Eggy mendekatkan wajahnya kewajah Bulan. Lalu dengan selembut mungkin mulai menempelkan bibirnya di atas bibir pink milik Bulan. Ia mengecup, menggigit bahkan mengeksploitasi bibir di mulutnya. Bulan mulai terhanyut ke dalam permainannya dan waktu itu pun berlalu ....


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback). Silakan di cek.


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.


Terima kasih, semuanya. :*