The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Episode 147



Terlihat Adelia sedang duduk di caffe seraya meminum secangkir kopi. Lalu sesekali pun dia menyantap roti bakar yang sudah dia pesan sedari tadi. Dia sering melirik ke arah jarum jam yang ada pergelangan tangannya. Tak henti dia menyantap makanan sambil memantau waktu, seberapa lama dia berada di sana. Rupanya dia sedang menunggu seseorang datang menemuinya. Lalu tak lama setelah itu, akhirnya seseorang yang dia tunggu-tunggu pun tiba. Dia langsung duduk di hadapan Adelia tanpa keraguan.


"Apakah lama menungguku, Adelia?" tanya seseorang itu pada Adelia.


"Akhirnya kamu datang juga," sahut Adelia tanpa menjawab pertanyaannya.


"Ada apa memanggilku kemari?" tanyanya lagi.


"Aku ingin membicarakan tentang kakakmu," jawab Adelia Pada orang tersebut.


Rupanya Adelia sedang menunggu Fadhla, adik dari Eggy. Adelia sengaja memanggil Fadhla untuk mencari tahu sesuatu yang belum pernah dia ketahui. Karena dirinya tidak begitu akrab dan mengenal. Eggy, maka dari itu Adelia berniat untuk mencari tahu tentang Eggy dari Fadhla.


"Ada apa? Ada apa dengan Eggy?" tanya Fadhla penasaran.


"Dia baru saja bercerai, bukan?" tanya Adelia.


"Ya," jawab Fadhla dengan singkat.


"Apakah Eggy selama menikah dengan mantan istrinya dia mempunyai perasaan? Semacam hal-hal mesra gitu. Ada perasaan satu sama lain?" tanya Adelia mulai cemas.


Sejenak Fadhla terdiam. Dia mulai bingung untuk menjawabnya. Namun bagaimana pun, dia harus lebih pintar berbohong kepada Adelia demi menyembunyikan sandiwaranya dengan Bulan. Fadhla tahu bahwa ini tak akan pernah berakhir. Tapi setidaknya, Fadhla dapat mengulur waktu sampai akhirnya sandiwara itu diketahui.


"Mengapa bertanya seperti itu?" tanya Fadhla.


"Hanya penasaran saja. Karena kupikir, Eggy mulai mencintainya," jawab Adelia.


"Mengapa kamu berpikir seperti itu?" tanya Fadhla pura-pura penasaran.


"Mereka menikah sudah 3 tahun, bukan? Namun selama 2 tahun, Eggy meninggalkan dia untuk bekerja. Saat kembali, Eggy malah mendapatkan banyak masalah karena tingkah laku mantan istrinya," jelas Adelia.


"Tahu dari mana jika Eggy mendapatkan masalah?"


"Kamu tidak tahu, Fadhla? Aku mendengar kisahnya. Banyak gosip yang mengatakan bahwa mantan istrinya selingkuh. Skandal antara mananger dan istri direktur," jawab Adelia.


Fadhla terkekeh. "Apakah kamu tahu sejarah mantan istri Eggy?" tanya balik kepada Adelia.


"Sejarah apa? Bukankah mereka memang berselingkuh?" tanya Adelia tetap kukuh dengan apa yang diketahuinya.


"Dulunya, sang manager adalah kekasih dari mantan istri Eggy. Namun Eggy memilih menikah dengannya. Akhirnya dengan terpaksa, dia harus memutuskan hubungan dia bersama kekasihnya itu untuk menikah dengan Eggy," jelas Fadhla berniat untuk membela.


"Aku tahu. Hal itu demi uang, bukan? Karena alasannya uang, maka dari itu dia memutuskan untuk menikah dengan Eggy dan meninggalkan kekasihnya. Lalj saat menikah, dia bebas selingkuh di belakang Eggy. Aku sangat kasih kepada Eggy. Dia pria yang baik, namun dia mendapatkan gadis yang kurang baik," ujar Adelia kesal sendiri.


Mendengar kalimat yang diungkapkan oleh Adelia, membuat Fadhla merasa sangat geram.


"Apa maksud kamu? Mengapa kamu menjelekkan mantan istrinya? Apa masalahmu, Adelia?" tanya Fadhla mengintrogasi.


"Aku hanya berbicara fakta, Fadhla. Bahwa hal itu adalah nyata. Memang fakta, bukan?" jelas Adelia.


"Kisah tentang mantan istrinya bukan seperti itu, Adelia. Asal kamu tahu, dia wanita baik. Dia tisak memiliki skandal apa pun dengan mantan kekasihnya. Itu hanya gosip. Kamu tahu sendiri, bahwa gosip sering kali cepat menyebar tanpa tahu fakta yang sebenarnya," sahut Fadhla membela.


"Mengapa, Fadhla? Mengapa kamu membela mentan istri kakakmu, seakan kamu merada tidak suka aku membicarakannya seperti itu? Apakah kamu menyukainya?" tanya Adelia menebak.


Kalimat itu membuat Fadhla terdiam. Adelia mencurigai sesuatu darinya. Karena Fadhla terus membela dan mengelak dengan apa yang sudah diketahui oleh Adelia. Fafhla seakan tidak suka mendengar hal buruk tentang mantan istri dari kakaknya, yaitu Bulan. Karena bagaimana pun, Bulan masih menjadi istri dari kakaknya.


"Jangan menjelekkan seseorang, jika kamu sendiri tidak mengetahui apa-apa dan tidak tahu tentang faktanya," sahut Fadhla.


"Oke. Baiklah. Aku tidak akan membahas tentang mantan istri Eggy lagi. Jika hal itu membuatmu marah, aku rasa aku harus mensudahi pembahasa tentangnya. Kurasa aku curiga padamu bahwa kamu menaruh perasaan kepada mantan istri kakakmu sendiri, Fadhla, " ungkap Adelia secara terang-terangan. Kemudian dia menyeruput kopi yang masih tersisa itu begitu nikmatnya.


"Itu adalah pemikiranmu, Adelia," kata Fadhla.


"Baiklah. Lupakan doal persoalan tadi. Lalu, apakah kakakmu sering bersikap dingin seperti itu? Rasanya dia benar-benar pria yang cuek," kata Adelia penasaran.


"Iya. Itu adalah sifatnya. Kamu harus terbiasa jika ingin dia menjadi suamimu. Kecuali jika kamu ingin bersamaku, aku tidak akan bersikap dingin dan cuek padamu," jelas Fadhla mencoba menggoda Adelia.


"Haha. Apa kamu menggoda calon kakak iparmu sendiri, Fadhla?" tanya Adelia.


"Bukan masalah. Selama kamu belum menikah, aku berhak menggoda siapa pun," jawab Fadhla dengan percaya dirinya.


"Wow, wow, wow, Fadhla. Rupanya kamu tipikal pria yang nekad juga ya."


"Itu namanya lelaki sejati," kata Fadhla.


"Lalu apakah jika aku menyukaimu, kamu akan nekad menikahiku?" tanya Adelia mengetes.


"Seharusnya aku yang bertanya itu padamu. Apakah jika aku menyukaimu, kamu akan bersedia menikah denganku?" Fadhla berbalik tanya kepada Adelia.


"Anak pintar. Bisa-bisanya kamu membalikkan pertanyaan seperti itu," kata Adelia terkekeh dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Sudah jelas. Karena jika tidak begitu, bukan laki-laki sejati namanya," ujar Fadhla.


"Baiklah, jika begitu aku menikah denganmu saja. Bagaimana?" tawar Adelia.


Mendengar kalimat itu, membuat Fadhla terkejut dan terdiam menatap Adelia. Dia mulai kebingungan dengan jawaban ala yang harus dia berikan kepada Adelia. Fadhla tahu bahwa pertanyaan itu adalah persoalan lelucon kecil di amtara mereka. Namun jika pun benar, Fadhla harus berbuat apa?


"Yakin?" tanya Fadhla.


"Yakin," jawab Adelia.


Tanpa berpikir lama, Fadhla mulai memutuskan sesuatu.


"Baiklah. Jika memang kamu mau, aku bersedia menikahimu, Adelia," jawab Fadhla sambil saling melempar tatapan dengan Adelia.


Jika dirinya dan Adelia menikah, itu tandanya pernikahan Bulan dan Eggy masih bisa terselamatkan tanpa adanya orang ketiga di antara mereka berdua. Hal ini adalah suatu kesempatan yang sangat bagus bagi kakaknya dan juga istrinya. Walaupun Fadhla harus menikah dengan seseorang yang bukan wanita dicintainya, tetapi itu bukanlah masalah besar. Karena perasaan akan datang karena terbiasa bersamanya. Bukan kah memang seperti itu pada hakikatnya? Benar?


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback). Cerita terbaru "Pernikahan Rahasia", sudah dilihat 700ribu joy. Silakan di cek.


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.


Terima kasih, semuanya. :*