
Matahari bersinar begitu sangat cerah. Hari ini Bulan masih semangat untuk pergi bekerja lagi. Dia bercermin dan mulai mengikat rambutnya dengan model kuncir satu di tengah.
"Oke. Hari ini harus semangat 45," gumamnya kepada bayangan dirinya di cermin.
Sekilas dirinya memangingat kejadian pada hari kemarin. Di mana dia berpapasan dengan Eggy dan melihatnya berdua dengan gadis lain. Bahkan pada saat itu, dia sempat berbalas pesan dengannya yang isinya cukup. mesra. Ini benar-benar terasa sangat sakit. Sangat sakit Bulan rasakan. Seakan dirinya berperan sebagai selingkuhan atau simpanan dari seorang pemilik perusahaan. Sangat konyol jika diingat-ingat seperti itu.
"Huft." Bulan menghela napas panjang mengeluh. "Istri sah, tapi rasa selingkuhan. Istri sah, tapi rasa wanita simpanan."
Bulan terkekeh dan menggelengkan kepalanya sendiri. Kemudian dia langsung bergegas pergi ke tempat kerja.
Waktu berlalu. Bulan sampai di tempat kerja. Seperti biasanya dia datang sangat tepat waktu dan ketika beberape pegawai tak banyak yang datang. Dia termasuk pegawai yang rajin jika dalam hal datang ke restoran.
Sebagai partisipasi, Bulan membantu pegawai yang lain memberekskan barang-barang yang harus dihias di meja. Bulan pun menurun-nurunkan kursi yang masih tertata rapi di atas meja. Setelah semuanya sudah tersusun rapi dan terlihat rapi semua, Bulan mulai istirahat sejenak di belakang.
"Kerjamu sangat bagus, Bulan," ucap Angga yang tiba-tiba datang menghampiri Bulan.
"Ah, Pak Angga. Terima kasih atas pujiannya, Pak. Tetapi aku tidak begitu banyak bekerja. Hanya membantu pegawai lain saja," kata Bulan.
Angga duduk di samping Bulan. "Walau begitu, kamu tetap mengerjakan semuanya dengan baik, Bulan."
"Ah, jangan belebihan, Pak. Aku tidak sebaik yang bapak pikirkan kok. Hehe." Bulan merasa sangat sungkan.
"Aku serius lho, Bulan. Kamu pegawai baru, tetapi sangat rajin. Datang tidak terlambat. Bahkan sebelum jam yang seharusnya masuk, kamu sudah berada di sini duluan," kata Angga.
"Masih ada pegawai lain yang datang terlebih dulu, Pak," sahut Bulan tidak ingin merasa GR.
"Itu yang piket dan bagiannya masuk pagi. Kamu kan belum."
Bulan pun mulai lupa akan hal itu. Memang benar, bahwa dirinya belum dimasukan ke daftar piket di tempat kerjanya.
"Ah, bapa benar juga. Aku lupa. Tetapi meringankan yang piket tidak masalah, Pak. Aku senang kok. Dari pada datang pagi ke sini, tetai cuma diam saja dan menatap yang lain kerja, rasanya terasa sangat egois sekali," kata Bulan dengan panjang lebar.
"Kamu ada benarnya, Bulan. Memang tidak salah jika aku. memperkerjakan kamu di sini."
"Jangan berlebihan, Pak. Saya suka malu."
"Tidak usah malu. Karena memang itu faktanya."
"Ah, bapak bisa saja." Bulan tersenyum.
"Aku jadi senang ada kamu. kerja di sini, Bulan. Rasanya suasana restoran di sini semakin berbeda dari biasanya. Bahkan sudah berbeda lagi," sahut Angga tersenyum.
"Bedanya apa, Pak?" tanya Bulan penasaran.
"Jadi lebih ceria, lebih cerah, lebih ramai, dan seakan restoran ini hidup kembali," jawab Angga.
"Memangnya sebelumnya tidak rame, ya, Pak? Tidak cerah dan sepi? Seakan mati?" tanya Bulan kebingungan.
"Lalu apa?" Bulan semakin kebingungan.
"Maksudnya itu ... ah, intinya hal yang aku ucapkan itu seumpamanya saja. Bukan berarti kenyataannya, Bulan," jelas Angga yang membuat Bulan makin merasa kebingungan.
"Ah, aku bingung. Gak kepikiran sampe sana. Kayaknya otakku belum nyampe, Pak, untuk mendapatkan sebuah jawaban dari Bapak," kata Bulan terkekeh malu. Lalu dia menyeringai.
"Kamu ini, ada-ada saja, Bulan. Lucu sekali." Angga pun tersenyum dan tertawa melihat tingkah laku Bulan yang mengemaskan. Mereka pun kembali membahas hal-hal lain sembari menunggu jam waktu restoran buka.
Melihat ke akraban Bulan dan Angga, membuat para pegawai lain saling berbisik-bisik. Mereka menggosipkan tentang kedekatan Bulan dan Angga selama 3 hari ini Kedekatannya terlihat tidak. begitu wajar, karena sering kali Angga mendekati Bulan dan mengajaknya bicara untuk membahas sesuatu. Entah itu pekerjaan atau masalah yang lainnya.
Pegawai lain merasa bahwa manager mereka agak berbeda sikap ketika berbincang terhadap mereka dan juga dengan Bulan. Seakan mereka merasa bahwa Angga men-spesialkan diri Bulan di tempat kerja mereka. Angga tumben-tumbennya sering menyapa Bulan. Bahkan bukan hanya itu. Angga pun sengaja menghampiri Bulan untuk sekadar menanyakan pekerjaannya. Para pegawai di sana mulai. menaruh curiga terhadap Bulan dan juga Angga. Nakun mereka hanya bisa diam dan melihat dengan apa yang mereka lakukan saja. Bertindak pun untuk apa? Itu bukan hal mereka.
*****
PERHATIAN!
Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊
Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers.
Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback).
Jika ingin mengenalku lebih de
kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)
Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga.
Terima kasih, semuanya. :*
PERHATIAN!
Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊
Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers.
Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback).
Jika ingin mengenalku lebih de
kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)
Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga.
Terima kasih, semuanya. :*