The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
EPISODE 126



Terlihat Bulan sedang beres-beres untuk bersiap pulang. Dia menyimpan barang-barang kecil yang terpajang di meja atas untuk dimasukan ke dalam lemari. Kemudian setelah selesai, dia langsung berpamitan kepada yang lain untuk pulang terlebih dulu.


"Aku pulang dulu, ya."


"Oh, iya, silakan," kata salah satu pekerja yang lain.


"Hati-hati, Bulan," kata Melda


"Maaf keduluan, ya." Bulan merasa tidak enak.


"Tidak apa, Bulan. Silakan pulang terlebih dulu," sahut seseorang di sana.


"Terima kasih semuanya. Sampai jumpa besok, ya!" pamit Bulan.


"Ya."


"Oke."


Bulan pun mulai pergi dari restoran tersebut. Sebelum keluar restoran, dia melihat ada Angga yang duduk di sana sambil memainkan laptop miliknya.


"Pak Angga. Saya pamit pulang," kata Bulan padanya.


Angga menengok dan dia tersenyum. "Ah, iya. Silakan Bulan. Hati-hati di jalan, ya."


"Baik, Pak. terima kasih banyak."


"Iya. Gak masalah. Silakan." Angga tersenyum ramah.


Bulan pun membalas senyumannya dan lekas keluar dari restoran. Angga hanya menatap Bulan punggu Bulan sampai akhirnya dia tidak dapat melihat sosok Bulan lagi pada saat itu. Setelah itu, Angga melanjutlan pekerjaannya kembali dengan menainkan laptop miliknya.


Di tengah perjalanan, Bulan bertemu agi dengan tukang gorengan itu. Sepertinya dia akan bertemu dengan pedagang gorengan tersebut setiap hari. Mungkin lambat laun, tubuh Bulan akan naik drastis dan buncit karena dirinya memakan gorengan terus. Namun itu bukan masalah besar bagi dirinya. Selama ini dia tidak banyak memakan jajanan pinggir jalan. Kebanyakan makanan yang ada di mall atau restoran berkelas bersama Eggy. Namun Eggy pun bukan pria yang pilih-pilih soal makan. Di mana saja dia akan tetap memakan apa pun. Selama tempat tersebut masih bisa menjaga kebersihannya.


"Pak. Halo. Saya ingin gorengannya lagi dong. 10.000 saja, ya, Pak."


"Eh, Neng. Baik, Neng. Tunggu sebentar. Yang anget apa yang panas?" tanya pedagang itu.


"Yang panas dong, Pak," jawab Bulan.


"Baik, Neng. Ini sebentar lagi saya angkat dan tiriskan dari minyaknya."


"Baik, Pak. Santai saja. Saya akan tetap menunggu kok."


"Baik, Neng."


Tak lama kemudian, pedagang itu mengangkat gorengan ymtersebut ke saringan. Kemudian setelah ditiriskan sebentar, dia langsung memasukan gorengan tersebut ke dalam bungkus kertas dan setelah selesai dibungkus, dia langsung masukan ke dalam kantong kresek.


"Ini, Neng. Sudah selesai. Silakan dinikmati, ya, Neng.


"Terima kasih banyak, ya, Pak."


"Baik, Neng."


"Ini uangnya, Pak." Bulan memberikan uang yang pas kepada pedagang tersebut.


"Terima kasih, Neng."


"Iya sama-sama, Pak. Kembali kasih" Bulan tersenyum.


Bulan pun kembali berjalan untuk kembali pulang. Dia berjalan kaki tanpa menggunakan kendaraan apa pun. Kemudian, dsri arah berlawanan, tiba-tiba dia bertabrakan dengan seseorang sehingga makanan gorengan tersbeut terjatuh ke jalanan.


"Eh, maaf. Aku tidak sengaja," ucap seseorang itu kepada Bulan.


"Ah, iya. Aku juga minta maaf, ya."


"Maaf. Makananmu jadi terjatuh dan terbuang begitu saja. Aku akan menggantinya. Mau dengan uang kembali atau makanan lagi? Biar aku bayar," tawarnya.


"Ah, tidak usah. Ini salahku juga karena aku tidak hati-hati. Aku pun menabrak tubuhmu," kata Bulan dengan sungkan.


"Eh, aku serius. Aku akan. menggantinya."


"Ah, tidak usah, Mba. Aku tidak apa-apa kok. Bukan masalah besar."


"Benarkah?"


"Iya, Mba. Jangan khawatirkan itu. Bukan masalah. Aku gak apa-apa kok. Lagian aku sudah memakannya satu," kata Bulan tersenyum.


"Ah, masa? Cuma satu itu. Sisanya masih banyak."


"Jangan khawatir. Itu tidak masalah kok, Mba. Mungkin kamu sedang tergesa-gesa. Jadi tidak begitu fokus pada jalanan," jelas Bulan mencoba untuk memahami.


"Ya. Benar. Aku memang sedang tergesa-gesa. Jadi cara jalanku tidak fokus pada araj sekitar," sahutnya.


"Kalau begitu, silakan lanjutkan perjalanan kamu. Nanti kalau terlambat bisa-bisa menjadi buruk. Jangan sampai seperti itu."


"Ah, kamu memang pengertian. Kalau begitu aku pergi terlebih dulu, ya," pamitnya.


"Iya, silakan."


"Oh, iya. Jika aku bertemu denganmu lagi nanti, aku akan membayar makananmu. Aku akan mengajakmu makan bersamaku atau belanja pun tidak masalah. Aku akan membayarkannya untukmu," ucapnya dengan lembut.


"Ah, tidak perlu. Tidak usah. Ini sangat merepotkan.


"Tidak apa-apa. Ini sebagai balasan karena aku telah menabrak dan membuat makananmy terbuang sia-sia." Dia tersneyum ramah.


Bulan tersenyum simpul. "Baiklah. Terserah kamu saja. Namun aku tetap tidak mengharapkan ganti rugi apa pun padamu."


"Ini keinginanku sendiri. Jadi, maaf, ya, aku tinggal dulu. Aku harus segera bergegas," ucapnya.


"Baik. Silakan. Sampai jumpa lagi."


"Ya. Sampai jumpa lagi."


Orang itu pun langsung pergi meninggalkan Bulan sendirian. Bulan hanya menatapnya dan pergi dan setelah dirinya pergi, juga tidak terlihat lagi, Bulan menatap ke arah gorengan miliknya yang berserakan di jalanan. Dia menghela napas panjang dan seakan kecewa karena makanannya terjatuh begitu saja.


"Yah. Padahal lagi pengen. Mau beli lagi udah cukup jauh. Yasudahlah. Besok aku akan beli lagi gorengannya," gumam Bulan dengan kecewa.


Terlintas dalam pikirannya dia penasaran dengan sosok yang menyenggol dirinya sampai makananya dapat terjatuh ke jalanan. Dia berusaha berpikir positif. Mana mungkin jika dia memang sengaja kepadanya. Kenal juga tidak, bertemu pun baru kali ini saja. Namun dirinya tidak ingin berpikir panjang tentang itu. Dia pun mengabaikan segalanya dan bergegas pulang saja tanpa memikirkan kejadian barusan.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin. Terima kasih sebelumnya, readers.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback).


Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan satu sama lain juga.


Terima kasih, semuanya. :*