The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Temani Aku



Nampak Bulan sudah merasa sangat tenang, lalu dirinya mulai keluar dari kamar dan melihat ada Eggy dan juga Fadhla sedang duduk saling berhadapan sambil membahas sesuatu. Mereka tidak menyadari bahwa ada Bulan di sana yang memperhatikan mereka berdua. Lalu dia pun langsung menghampiri mereka berdua yang sedang berbincang serius itu.


"Mm, maaf ganggu. Aku ingin di temani pergi ke makan anakku. Aku ingin mendoakannya," ucap Bulan langsung pada intinya.


Sontak Eggy dan Fadhla menengok ke arah Bulan.


"Aku akan menemanimu," sahut Eggy yang langsung berdiri dari duduknya.


"Aku juga. Aku akan ikut bersama kalian berdua," kata Fadhla.


"Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan membersihkan wajahku terlebih dulu, mataku mulai sembab. Mungkin sudah sembab," kata Bulan sambil meraba-raba kedua matanya.


"Mau aku temani mencuci wajah juga?" tawar Eggy kepada Bulan. Seketika Fadhla menyenggol tanganmu. Dia bermaksud untuk mengingatkan Eggy bahwa apa yang sudah di katakannya itu tidaklah baik. Namun memang tak ada salahnya, karena dia memang suaminya. Hanya saja penawaran yang di lakukan oleh Eggy itu tidak tepat pada tempatnya saja.


Bulan menatap sejenak. "Tidak perlu, Kak. Aku sendiri saja. Cukup temani saat ke makam anakku saja," sahutnya.


"Baiklah, Bulan. Silakan gunakan waktumu sebaik mungkin," kata Eggy mempersilakannya.


"Terima kasih, Kak."


Bulan pun langsung kembali menuju kamarnya dan segera ke wastafel untuk sekadar mencuci wajahnya.


"Apa yang harus aku lakukan pada saat ini? Aku tak bisa berpikir dengan tenang ataupun berpikir dengan jernih. Aku benar-benar kesulitan untuk menerima kenyataan ini. Bagaimana aku harus menghadapi mereka berdua? Apakah aku harus memilih merelakan mereka berdua dan lebih baik pergi dari sini, meninggalkan semua kenangan yang ada di sini? Apakah aku harus memilih salah satu di antara mereka? Bagaimana ini Tuhan?" gumam Bulan melihat bayangannya sendiri di dalam cermin sambil berharap ada suatu jawaban yang pasti yang datang padanya. Kemudian setelah selesai melakukannya, dia pun langsung kembali menghampiri mereka berdua.


"Apakah kamu sudah selesai mencuci wajahmu, Bulan?" tanya Fadhla.


"Mau aku ambilkan air? Kamu mau minum?" Tawar eggy, Bulan mengangguk. "Oke, baiklah. Tunggu sebentar, ya. Akan aku ambilkan," tambah Eggy kepada Bulan.


eggy pun mengambil air minum untuk Bulan di dapur. Lalu setelah dia sudah mendapatkan airnya, dia pun langsung memberikannya kepada Bulan.


"Ini minumlah terlebih dulu," kata Eggy sambil memberikan gelas berisi air tersebut.


"Jangan berterima kasih seperti itu. Aku kan suamimu, jadi apa pun yang ku lakukan untukmu adalah suatu kewajiban bagiku," ucap Eggy sambil mengelus pipinya Bulan.


Bulan pun membalasnya dengan senyuman. "Aku menyayangimu, Kak."


"Aku pun sama. Sayang padamu juga. Jangan marah-marah lagi, ya!" ucap Eggy dengan nada yang lembut.


"Iya, Kak." Bulan tersenyum manis padanya.


"Ayo, Bulan kita masuk ke mobil. Langsung pergi untuk mendoakan anak kita," ajak Eggy kepadanya.


"Ayo, Kak," sahut Bulan.


Eggy pun merangkul pundak Bulan. Kemudian Bulan ikut merangkul pinggang Eggy pula. Keadaan situasi yang di alami oleh Eggy dan Bulan, kini sudah agak membaik. Ini bisa menjadi sebuah kesempatan bagus untuk Eggy. Namun tidak bagi Fadhla.


Fadhla yang melihat ke mesraan mereka berdua di hadapannya, mulai merasa cemburu. Seharusnya ini tidak terjadi kepada Fadhla, tetapi setelah mendapatkan status dengan Bulan, dia menjadi lebih sensitif dan sering mudah cemburu. Padahal dirinya tahu bahwa tidak baik jika dia merasa cemburu kepada kakaknya sendiri dan iparnya sendiri. lebih tepatnya, 'Iparku adalah istriku'. Macam judul ftv yang sering tanyang di tv logo ikan itu. Kebetulan sekali sangat menarik. Namun Fadhla pun sadar diri akan posisinya. Dia hanyalah suami pengganti bagi Bulan, karena Bulan tengah mengandung anak Eggy. Tetapi saat ini Bulan sudah kehilangan anaknya. Lalu bagaimana dengan nasib dirinya? Apakah Fadhla harus tetap menceraikan Bulan saat ini juga? Atau kah dirinya akan terus bertahan dengan status suami siri bagi Bulan?


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.


Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti pasti aku masukan kok. Jangan khawatir! :)


Terima kasih, semuanya. :*