
Di meja makan. Tedlihat aku dan Eggy duduk saling berhadapan satu sama lain. Di meja ada beberapa makanan, ada nasi goreng, ada kerupuknya, ada salad juga untuk mempercantik makanannya, mungkin masakan Eggy memang berbeda dari yang lain deh. Rasanya aku sangat menyukai masakannya.
"Apa kamu membuatkan semua ini untuk sarapan kita?" tanyaku pada Eggy
"Iya," jawabnya singkat sambil memainkan ponselnya. Mungkin ada info penting yang dikirim lewat ponsel Eggy. Tidak masalah sih. aku gak masalah.
"Terima kasih, Kak. Kau tidak perlu repot seperti itu. Maafkan aku karena aku tidak bangun pagi dan melayanimu dengan baik. Aku memang istri yang buruk, Kak," ucapku merendahkan nada dan menundukkan kepalaku. Jujur saja. Ini bukan kali pertamanya aku diperlakukan seperti ini. Namun sering. Sangat sering.
"Tak usah di pikirkan. Aku terbiasa mandiri kok, jadi kalau sekadar memasak tidak masalah," sahutnya padaku. Membuatku tersinggung dan merasa semakin tak berguna saja. Apakah aku tidak mandiri?
Aku pun memakan nasi goreng yang sudah ia buatkan untuk sarapanku dengannya.
"Kamu pandai memasak juga ya?" pujiku padanya sambil mencicipinya. "Enak lho! Kenapa kamu tidak menjadi cheff saja?" lanjutku bertanya pada Eggy.
Mendengar ucapanku seperti itu membuat Eggy menghentikan suapannya dan menyimpan sendok di piringnya. Ia pun menatap tajam ke arahku.
"Apa aku berbicara salah?" tanyaku padanya. Apakah Eggy mulai beralih? Prilakunya menjadi sedikit berbeda. Apakah dia punya masalah?
"Tidak, maaf. Aku saat ini ada urusan. Aku harus segera ke kantor untuk mengurus sesuatu," ucapnya.
"Memangnya kenapa? Ada apa?"
Kenapa? Apa ada masalah besar lagi? Aku merasa perasaanku merasakan hal yang berbeda tentang ini. Ada apa?
Tanpa berpikir panjang, aku pun langsung menghabiskan makananku dan segera memberekan makanan yang ada di meja. Kemudian setelah itu, aku kembali ke dalam kamar untuk merenungkan sesuatu.
Eh, tapi enggak sih. Mungkin aku akan mengisi waktu dengan menonton film saja. Film apa ya cocoknya? Apa horor saja? Masih pagi sih, tetapi tidak masalah deh jika masih pagi juga. Bukan masalah.
Toh aku emang selalu tertarik dengan cerita horor. Sering kali aku banyak mendengar cerita-cerita mistis dan sering banget diceritain sama orang yang ngalamin langsung. Rata-rata merupakan orang yang aku kenal baik jadi kecil kemungkinan kalo mereka mengada-ada. Akhirnya aku menjadi pemburu film hantu deh. Untuk itu, aku pun mulai duduk di sofa dan menyetel film horor dari ponselku yang ditransfer untuk dilihat di TV. Setelah itu aku mengambil beberapa camilan untuk menjadi teman nontonku. Setelah itu, aku mulai memutar film tersebut dan menontonya.
*****
Note:
Part selanjutnya aku akan menceritakan tentang kisah serem nih. Horor. Sebuah cerpen untuk kalian baca. Semoga kalian suka, anggap saja ini adalah bonus dari kisah Eggy. Karena aku mulai mentok memikirkan alur cerita ini. Sebenarnya bukan memikirkan alur sih. Tetapi lebih ke memikirkan adegan dan scene yang akan aku buat dalam cerita ini. Jadi, aku akan kasih bonus salah satu cerpenku, ya. Semoga kalian suka. Oh, iya. Jika kalian punya pengalaman seram, kalian bisa baca novel hororku judul 'NERROR'. Di sana aku akan menulis cerpen horor sesuai dengan pengalaman kalian.
Jika kalian komen di sana, insyaallah aku akan buatkan cerpen secara bertahap. So, baca, ya. Lalu komen.
PENGALAMANMU, AKAN MENJADI CERITA.