The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Episode 149



Terlihat Bulan sangat sibuk dengan pekerjaannya di restoran. Kebetulan hari ini adalah weekend. Jadi di restoran lumayan ramai pengunjung dan pegawai di sana sangatlah sibuk. Sehingga sang manager, Angga pun turun tangan untuk membantu para pegawainya dalam bekerja. Mereka semua benar-benar sangat giat, sampai mereka tak dapat duduk walau hanya sebentar saja.


Kali ini, Bulan sedang memasak saur spagetti dengan ukuran api yang sedang. Dia mengaduk-aduk secara perlahan sambil memperhatikan kompor yang lainnya. Karena tenaga kerja yang kurang, maka pegawai di restoran tersebut harus pandai memasak. Setidaknya gesit dalam bekerja, agar semua pesanan makanan itu terkendali dengan cepat.


"Bulan, apakah sausnya sudah beres?" tanya Angga kepada Bulan yang sedang meracik bumbu di piring kaca berwarna putih tersebut.


"Sebentar, Pak. Ini masih cair dan belum kental. Saya sedang berusaha untuk mengaduknya terus menerus, Pak," sahut Bulan yang sibuk tak karuan.


Sebenarnya dia sendiri sangat kebingungan dengan apa yang sedang di lakukannya. Dia benar-benar tidak tahu mana yang harus diselesaikan terlebih dulu. Mengaduk saos spagetti sampai mengental, atau kah harus berfokus pada kompor lain yang sedang. memasak masakan lain. Dia masih mengerjakan keduanya secara bersamaan. Sedangkan pegawai lain, sibuk dengan memotong-motong bahan, meracik minuman, mengantarkan pesanan para pelanggan, dan sibuk di kasir.


"Baiklah, Bulan. Jangan sampai gosong, ya. Ini sudah terlalu lama," kata Angga kepada Bulan.


"Iya, Pak. Jangan khawatir. Sebentar lagi mohon bersabar. Aku sendiri sibuk dan kebingungan," ujar Bulan yang mulai stres dengan pekerjaannya.


"Saya akan mengantarkan makanan ini terlebih dulu. Nanti kamu kerjaan yang lain, biar saya yang menggantikan posisi kamu, Bulan," kata Angga padanya.


Bulan menganggukkan kepala. "Baik, Pak. Terima kasih. Saya ikut Bapak saja. Gimana baiknya, saya akan lakukan." katanya.


"Baik. Tunggu sebentar!" sahutnya.


Kemudian Angga pun bergegas pergi mengantarkna sebuah pesanan pelanggan yang lain. Sedangkan Bulan mulai beres dengan masak saosnya. Kemudian Bulan mengambil mangkuk anti panas, lalu dia tuangkan semua saus tersebut ke dalam mangkuk tersebut. Dia berniat untuk membuat saus yang baru, karena saus yang dia buat cukup sedikit dan mungkin beberapa porsi spagetti pun bakalan habis kembali sausnya.


Setelah dia menuangkan semuanya, Dia pun langsung berfokus pada kompor yang lain dan memasak di kompor tersebut. Tiba-tiba Melda menghampiri Bulan dan meminta sesuatu.


"Hei, Bulan! Saus itu sudah beres, bukan? Ini ada pesan 3 spagetti. Mudah-mudahan sausnya cukup," kata Melda sambil membawa nampan berisikan 3 porsi makanan spagetti.


"Kalau hanya 3 cukup kok. Pasti masijlh ada sisanya kok," jawab Bulan.


"Oke, sini kasih ke aku!" pinta Melda. Bulan pun memberikan mangkuk tersebut kepada Melda.


"Hati-hati, Melda. Itu masih panas. Baru saja aku tuangkan," kata Bulan mengingatkan.


"Oke. Aku akan hati-hati. Kalem aja. Ayo cepat. Biar aku langsung beri pesanan ini ke orangnya," ujar Melda.


"Ya."


Melda pun membawa mangkuk tersebut dengan hati-hati. Kemudian dia tuangkan sedikit demi sedikit ke dalam mie spagetti tersebut. Kamudian dia pun pergi mengantarkan pesanan tersebut ke meja pelanggan.


"Awas makananmu. Perhatikan masakanmu, Bulan," ujar Melda sebelum pergi mewanti-wanti padanya.


"Oke. Terima kasih," balas Bulan pada Melda.


Tak lama kemudian, Angga kembali datang ke dapur. Dia menghampiri Bulan dan dia pun menyuruh Bulan untuk segera bertukar pekerjaan dengannya.


"Bulan, sekarang kita gantian, ya," kata Angga kepada Bulan.


"Baik, Pak. Hati-hati dengan masakannya. Itu mudah gosong," kata Bulan mengingatkan.


"Iya. Saya tahu," jawab Angga.


Wajar memang jika saling berganti pekerjaan di dapur dan di luar dapur. Hal seperti ini sudah sering Angga lakukan kepada pegawai-pegawai yang lainnya. Dia sering bertukar pekerjaan karena agar semua pegawainya tidak terlalu merasa capek harus terus memasak, menghadapi panasnya kompor dan hawa masakan di dapur, lalu tidak terlalu capek terus jalan-jalan, bolak-balik mencari meja makan pesanan para pelanggan di sana sampai keringat bercucuran dan menetes ke tubuhnya, bahkan ke lantai karena terlihat seperti olah raga jalan cepat. Atau hanya terus duduk di tempat kasir dan menerima pembayaran, penerima pesanan makanan, terus seperti itu dan yang lain harus capek berdiri bahkan berjalan ke sana-kemari.


Beberapa waktu telah terlewati, akhirnya para pelanggan mulai keluar satu persatu meninggalkan restoran. Hari sudah menjelang waktu malam dan pekerjaan Bulan beserta para pegawai lainnya sudah mulai terlihat santai. Angga, Bulan, Melda dan pegawai lainnya, akhirnya bisa duduk. istirahat dengan tenang dan merebahkan segala hal yang membuat mereka terasa capek dan lelah.


"Akhirnya aku dapat beristirahat juga. Sungguh lelahnya," kata Melda sambil mengipas-ngipas diri dengan piring plastik di dapur.


"Iya. Benar-benar melelahkan, memang," sahut Bulan yang ikut-ikutan mengipaskan diri dengan piring plastik lainnya.


"Bersyukurlah kalian semua karena saat ini para pelanggan sudah mulai berkurang. Dan aku punya sesuatu untuk kalian semua nih. Memang hal ini tidak terlihat mewah dan juga terkesan sangat mahal. Hal ini sangat lah biasa-biasa. Saya harap, kalian dapat senang dengan pemberian dari saya," kata Angga kepada semua pegawai.


"Apa itu, Pak? Kasih tahu dong!" kata seorang pegawai yang lain.


"Iya, kasih tahu dong, Pak!" kata Melda yang ikut-ikutan.


Disusul oleh Bulan. "Apa, Pak?" tanya Bulan dengan penasaran.


"Kalian semua boleh makan menu yang ada di restoran ini. Asalkan harus di makan di sini, jangan di bawa ke rumah atau di bungkus, oke? Bagaimana?" tawar Angga kepada yang lain.


"Setuju, Pak. Aku setuju," kata Melda dengan antusiasnya.


"Ya aku juga setuju," kata pegawai yang lainnya juga.


"Baiklah. Kalau begitu silakan memasak sesuka kalian. Ini adalah bonus lembur kalian karena di hari weekend kita, restoran sangat ramai pengunjung. Kalian pasti lelah dan capek. Sebagai ganti rasa lelah itu, saya kasih bonus makan gratis di sini. Semoga kalian suka dengan tawaran saya," ucap Angga tersenyum.


"Saya sangat berterima kasih, Pak. Bapak baik sekali," kata Bulan pada Angga.


"Bukan masalah, Bulan. Ayo, kamu juga buat sesuatu untuk makan malam saat ini. Jangan biarkan perutmu kosong dan tenagamu sampai habis karena lelah. Walaupun sudah makan, kamu harus tetap mengisi perutmu, Bulan," kata Angga kepada Bulan.


"Baik, Pak. Saya akan segera buat," sahut Bulan kepada Angga.


Angga pun berbalas senyuman kepada Bulan. Para pegawai di sana pun, termasuk Bulan dan Melda membuat sesuatu yang belum pernah mereka makan sebelumnya. Walaupun sebagai gantinya tidak seberapa, tetapi hal ini patut dihargai karena bagaimana pun Angga sudah menghargai tenaga para pegawainya sendiri. Jika pun Angga adalah orang kaya dan. membuka restoran yang sanhat besar, Angga pun tidak mungkin memberikan hal kecil seperti kepada para pegawainya. Karena keadaan Angga memang segini adanya, jadi Angga berusaha untuk mencoba menjadi atasan dan bos yang baik untuk para pegawainya. Agar mereka semua merasa sangat betah menjadi pekerja di restosan yang Angga jalani. Bulan pun sesekali menatap ke arah Angga. Dia merasa ada sedikit rasa bangga terhadap Angga. Mungkin karena saat ini Bulan dan Angga mulai dekat, sehingga dirinya menjadi lebih tahu bagaimana sifat Angga yang sebenarnya.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback). Cerita terbaru "Pernikahan Rahasia", sudah dilihat 800ribu joy. Silakan di cek.


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.


Terima kasih, semuanya. :*