
Karena tadi pagi Eggy menyuruhku untuk berkunjung ke rumah teman, kupikir aku memang harus mengunjunginya. Sekalian bertanya-tanya tentang ingatan selama tiga tahun yang hilang itu. Setelah dipikir kembali, sebaiknya aku pergi sambil olah raga lari. Aku tidak ingin menyia-nyiakan hal bagus ini. Aku langsung saja mengganti pakaianku dengan kaos dan celana pendek. Lalu setelah itu aku membawa botol dan handuk yang kupasangkan di leher. Setelah itu, saatnya untuk pergi.
"Kamu mau ke mana?" tanya Eggy tiba-tiba menghentikan langkahku.
"Ke rumah teman, sambil olah raga," jawabku cengengesan.
"Kamu ingin datang bertamu dengan tubuh yang basah dan bau keringat seperti itu?" tanya Eggy.
"Lalu apa salahnya? Kan tidak salah juga jika mengunjungi seorang teman."
"Memang tidak salah mengunjunginya, yang salah adalah kamu sendiri." Eggy pun pergi begitu saja selepas berbicara seperti itu. Aku masih heran dengan tingkah lakunya. Namun aku tak ingin memperpanjang masalah ini, aku langsung saja pergi ke luar rumah untuk melanjutkan aktivitas dan tujuanku.
Di bawah teriknya matahari, lagi-lagi aku merasa malas untuk berolah raga. Tetapi demi menurunkan berat badanku, aku rela mengubah kulit tubuhnya menjadi sedikit lebih gelap dari sebelumnya. Lalu, aku mulai langsung berlari di bawah teriknya matahari. Pancaran cahayanya menyengar ke setiap kulitku. Jalan yang aku lewati, begitu banyak polusi udara. Membuatku seketika terbatuk-batuk ketika menghisapnya. Namun aku tetap terus berlari melewati itu, walaupun banyak godaan es doger, es kelapa, es jeruk, es teh, es lainnya, aku tetap tak ingin berhenti berlari.
Keringat pun sudah terlihat keouar dari pori-pori kulitku. Rasa lelah dan lemas sudah aku rasakan. Rupanya olah raga di siang hari dengan teriknya matahari, mudah cepat capek dibanding pada pagi hari. Dan aku menyesalinya saat ini. Menyesal karena tidak melanjutkan olah ragaku saat pagi tadi. Namun akhirnya Perjalananku sudah mencapai pada tujuannya, aku sudah sampai ke rumah temanku. Aku benar-benar merasa sangat lelah hari ini. Aku pun terduduk sambil terengah-engah dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya. Lalu aku memanggil seorang temanku.
Tok... Tok... Tok...
3 ketukan pintu aku lakukan. Kemudian dia membukanya.
"Bulan," panggilnya terkejut.
"Halo, Susi."
Aku tersenyum simpul dengan napas yang tidak teratur. Lalu dia mempersilakanku masuk ke dalam rumahnya. Dia pun memberikan segelas air minum untukku.
"Minumlah!" perintahnya.
Lantas aku meminumnya begitu saja sampai berceceran, mengalir ke bajuku.
"Habis olah raga, ya? Siang-siang gini? Di panasnya terik matahari? Kayaknya kamu capek banget deh."
Aku pun selesai meminum semua air itu sampai habis tak menyisakan setetes pun.
"Ah, iya. Aku habis olah raga. Mungkin saat matahari terik kek gini, aku akan cepat turun badan," kataku menjawab dengan opiniku sendiri.
"Ya ampun, Bulan. Untuk apa kamu diet? Kamu sudah kurus begini kok."
"Eggy bilang aku gemukan. Aku gak mau dibilang gitu. Rasanya tuh stres kalau misalkan ada orang yang bilang aku mulai gemukan," eluhku.
"Dia bercanda kali, Bul. Jangan serius gitu deh."
"Bukan bercanda. Tapi aku juga lihat diriku sendiri di cermin, dan pipiku ini mulai tembem. Terus lenganku juga agak gede. Aku agak geli lihatnya. Nanti semua pakaianku gak muat dipake," jelasku.
"Ya ampun! Jangan diet berlebihan. Nanti kamu bisa sakit."
"Olah ragaku baru hari kemarin sih dimulainya."
"Eh, tapi kok tumben kamu datang kemari. Padahal sudah lama kamu gak pernah ke sini lho!" kata Susi padaku.
"Benarkah? Apa sudah lama? Kurasa baru beberapa waktu lalu kita bertemu. Raihan kan melamarku."
"Apa? Raihan melamarmu lagi? Apa dia gila?" tanyanya terkejut.
"Maksudmu apa?" tanyaku kebingungan.
"Kamu sudah menikah, Bulan. Raihan berani-beraninya melamar istri orang," jawabnya.
Tunggu! Rupanya aku lupa bahwa aku hilang ingatan. Aku lupa pernikahanku, aku lupa perpisahanku, aku lupa segalanya tentang kenangan selama tiga tahun terakhir.
"Maaf, aku lupa. Aku hilang ingatan," ujarku.
"Oh, iya. Aku ingat. Waktu lalu juga aku dapat kabar bahwa kamu kena musibah. Maaf, aku tidak menjengukmu pada waktu itu," sesal Susi.
"Tidak apa-apa. Santai saja, Sus. Untung yang hilang hanya ingatanku. Bukan nyawaku."
"Kamu benar."
Tak lama kemudian, terdengar suara seorang anak kecil berjalan sambil memanggil;
"Mama ... Mama ...."
Susi menengok ke arahnya.
"Halo, Sayang. Sini, Nak!" sahut Susi.
Aku mulai bingung dengan keadaan ini. Setahuku Susi baru saja menikah. Namun ... Astaga. Ingatan ini hilang. Yang benar saja. Pantas sekarang anak Susi bisa berjalan dan memanggil dirinya dengan sebutan 'Mama'. Aku merasa iri padanya.
"Kenalan dulu ya sama Tante Bulan. Ini teman Mama. Namanya Tante Bulan, ayo kenalan dulu, Sayang. Halo, Tante!" kata Susi sambil mengajari anaknya untuk berjabat tangan denganku.
Aku tersenyum pada anaknya. "Halo, Cantik. Aku Bulan. Namamu siapa?"
"Namamu siapa, Sayang? Heum?" tanya Susi sambil mencium pipinya. Aku yang melihatnya merasa sangat gemas dan greget, ingin mempunyai anak juga sepertinya.
"Namaku Putri." Susi menjawabnya untuk mewakili anaknya. Anak balita seperti itu, memang sulit paham dengan apa yang diucapkan oleh orang dewasa. Cara bicaranya pun belum begitu jelas terdengar.
"Ah, Putri. Cantik sekali ya, sama cantiknya kayak Tante," ucapku menggodanya. Anak kecil mana ngerti!
Hari itu pun, aku banyak berbincang dengan Susi dan juga mengajak main anaknya, Putri. Aku merasa seperti punya keluarga baru di sini, rasanya tidak ingin pulang. Betah melihat kebahagiaan keluarga teman lamaku. Sungguh menyenangkan jika menikah dengan seseorang yang benar-benar saling mencintai. Kuharap, aku adan Raihan akan merasakan kebahagiaan ini suatu saat. Semoga saja.
*****
Note: Jangan lupa baca cerita terbaruku yang berjudul SECRET MARRIAGE TO STUDY ya. Terima kasih. :)
Semoga kalian masih suka dengan ceritaku tentang Eggy dan Bulan ini. Jujur saja, aku mulai stuck untuk melanjutkan cerita ini. Tetapi aku tidak ingin kehilangan kalian untuk yang ke sekian kalinya, maka dari itu, aku tetap melanjutkan cerita ini dan update setiap hari untuk kalian.
I love you, readers-ku. :*