
Perkelahian itu terus berlangsung. Sampai akhirnya ada beberapa penjaga yang melerai perkelahian mereka.
"Berhenti berkelahi. Ini rumah sakit, buka ajang MMA!" ucap salah satu security yang menahan tubuh Eggy.
Terlihat rauh wajah mereka masih menyimpan rasa amarah yang tertahankan.
"Lepaskan!" kata Raihan sambil menarik tangannya yang sedang di pegang oleh security.
"Jika ingin melanjutkan berkelahi, sebaiknya di kantor polisi saja. Atau pergi mendaftar sebagai peserta tinju. Di sana kalian bebas berkelahi," tambah security tersebut.
Tak lama kemudian, tiba-tiba seorang dokter pun keluar dari ruangan ICU.
"Ada disini ada keluarga pasien kecelakaan yang bernama Bulan?" tanya Dokter.
"Saya kekasihnya," jawab Raihan.
"Saya suaminya!" jawab Eggy.
Serentak Dokter dan para penjaga pun menatap mereka. Seketika ambigu dengan pengakuan mereka.
"Lebih baik, suaminya saja," ucap Dokter.
"Baik, saya sendiri," sahut Eggy.
"Mari ikut ke ruangan saya!" ajaknya. "Yang lainnya mohon tenang dan tunggu di sini!" tambahnya kepada Raihan.
Dokter dan Eggy pun pergi.
Setelah sampai di ruangan Dokter, lantas Eggy duduk dan Dokter mulai berbicara tentang keadaanku.
"Pemeriksaan telah usai, penanganan khusus sudah kami lakukan. Tetapi benturan yang telah di alaminya, membuatnya sedikit mengalami gangguan dengan ingatannya," jelas Dokter.
"Maksudnya, Dok, dia hilang ingatan?" tanya Eggy.
"Bisa do sebut begitu. Namun ini ringan. Hanya sebagian yang dia tak ingat, sebagian lagi dia dapat mengingatnya," jawab Dokter menjelaskan kembali.
Mendengar bahwa aku hilang ingatan, membuat Eggy merasa takut dan sedih. Lalu kebenciannya terhadap Raihan, semakin bertambah besar dengan keadaanku yang hilang ingatan.
Memang dulu aku sempat ingin hilang ingatan karena masalahku, namun saat ini apakah keinginanku terkabul? Ya. Aku memang telah di kabulkan untuk hilang ingatan.
"Mungkin anda harus mencoba untuk terus bersama bersamanya dan mengembalikan ingatan yang telah hilang," ujar Dokter.
"Baik, Dok. Terima kasih sudah memberi tahu saya," sahut Eggy.
"Pasien bisa di temui ketika sudah berganti ruangan."
Eggy pun berdiri dan langsung meninggalkan ruangan Dokter. Ia merasa bersalah, namun ia berpikir apa yang harus ia salahkan? Seharusnya memang Raihanlah yang pantas disalahkan.
Sampai ia pergi ke ruangan VIP, lalu bertemu dengan Raihan di ruanganku yang sudah pihak rumah sakit pindahkan, Eggy mulai merasakan amarah yang membara di dalam tubuhnya. Ingin sekali rasanya ia meluapkan rasa amarah dan kebenciannya itu, namun ia sadar bahwa amarah tidak akan dapat menyelesaikan apa pun.
Ia sudah pasrah dengan keadaanku, kini yang harus Eggy lakukan adalah membantuku untuk dapat mengingat semuanya.
"Pergi kau dari sini!" kata Eggy dengan lemas.
"Tidak. Aku masih mengkhawatirkannya."
"Aku suaminya dan kau bukanlah siapa-siapa. Aku berhak mengusirmu," tegas Eggy.
"Kau memang suaminya. Tetapi dia lebih memilihku di bandingkan denganmu. Sebentar lagi kau akan bercerai dan aku akan segera menikahinya," ucap Raihan.
Mendengar kata-kata seperti itu, membuat amarahnya semakin memuncak. Ia terus mengepalkan tangannya semakin erat. Kalimat yang dilontarkan Raihan kepada Eggy memang sangatlah keterlaluan dan berlebihan. Sehingga Eggy menyadari, aku memang tidak memilihnya. Bukan untuk saat ini.
"Yang kau katakan memang benar. Dia memang memilihmu, tapi untuk saat ini dia masih milikku. Kau harus menyadari bahwa derajat suami lebih tinggi di bandingkan simpanan sepertimu!" tegas Eggy.
Mendengar kata simpanan di telinga Raihan, membuatnya merasa direndahkan. Ia tersinggung dengan apa yang telah Eggy ucapkan. Ia pun tak bisa menahan amarahnya, lalu ia pun meluapkan emosinya dengan memukul wajah Eggy dan mengajaknya kembali berkelahi.
Namun, Eggy berhasil menahan pukulan tersebut.
"Apa kau tidak mengerti? Ini adalah rumah sakit!" kata Eggy sambil melepaskan kepalan tangan Raihan dengan kasar.
"Jika nanti aku bertemu kau di luar sana, aku akan segera memukulmu, Eggy," kata Raihan.
"Terserah apa yang kau katakan. Yang pasti kenyataannya aku masih berstatus sebagai suaminya," ujar Eggy. Lalu ia pun duduk di sampingku dan langsung memegang tanganku. Kemudian ia mencium tangan lemahku.
"Sialan!" ucap Raihan dengan perlahan.
Tak tahan dengan kenyataan pahit yang sudah Raihan alami, ia pun pergi dari ruanganku tanpa menunggu aku sadar kembali. Ia tahu bahwa Eggy memng atasannya dalam pekerjaan. Namun masalah cinta antara aku, Raihan dan Eggy, itu adalah masalah di luar pekerjaan. Ia tidak takut untuk dipecat. Karena pada awalnya ia tahu itu pasti akan terjadi pada dirinya.
Maka dari itu, harapan Raihan bergantung padaku dan harapan Eggy pun sama dengannya, yaitu bergantung pada pilihan hatiku.
*NOTE:
SEASON 1 SELESAI.
Untuk cerita The Moon Of Love With You Seoson 1 sudah selesai ya. Hehehe. Gimana komentar kalian tentang ini? Semoga kalian masih suka dengan cerita ya. Bocoran sedikit, untuk Season 2 nanti akan ada banyak drama. Semoga kalian makin greget sama pasangan ini. Amin.
Sampai jumpa di cerita The Moon Of Love With You Season 2.
See You.