
Pesanan kopi itu selesai dibuatnya. Kemudian Bulan kembali. menawarkan jasanya untuk mengantarkan kopi tersebut kepada Eggy.
"Mel, ayo dong! Biar aku saja, ya. Please!" kata Bulan sambil memohon.
"Memangnya kenapa, sih? Memangnya kamu kenal sama dia? Apa kamu ada urusan sama dia?" tanya Melda mulai kepo.
"Sebenarnya ada," jawab Bulan terpaksa harus terus terang padanya.
"Apa? Kamu beneran kenal sama dia?" Melda tak percaya.
"Ya. Aku kenal dengannya," kata Bulan. "Mm ... hanya sebatas kenal doang kok. Gak deket. Dia kan orang terpandang. Siapa yang gak kenal, coba?" tambah Bulan sebagai alasannya.
"Orang terpandang? Kok aku gak kenal dia?" tanyanya sendiri.
"Ya udahlah, ya. Lupain aja. Intinya biar aku saja yang anter minuman ini ke dia. Oke!"
Lantas Bulan langsung mengambil minuman itu dari tangan Melda dan dia langsung mengantarkannya ke meja Eggy.
"Kak, ini pesanannya," ucap Bulan.
Sontak Eggy menatap ke arah Bulan dan dia tersenyum padanya. "Hei, Sayang."
"Jangan panggil itu di sini, Kak. Kak, kalau bisa kakak jangan diam di sini terus. aku gak enak sama yang lain, Kak. Apalagi temenku si Melda udah curiga banget. Dia penasaran sama Kakak. Aku terpaksa bilang bahwa aku kenal Kakak. tapi cuma sebatas kenal doang, gak deket," jelas Bulan padanya.
"Lalu apa masalahnya?" tanya Eggy.
"Aku risi, Kak. Aku sedang bekerja. Jika mereka tahu tujuan kakak duduk di sini selama berjam-jam, mereka akan berpikir apa tentang kakak? tentang aku juga?" jawab Bulan cemas.
"Itu bukan urusan Mereka. biarkan saja mereka mau berbicara apa, itu bukan masalah."
"Bukan masalah itunya, gak. Tapi kakak gak boleh egois juga kali. Apalagi sebentar lagi kakak akan segera melaksanakan pernikahan dengan Adelia. Aku tidak ingin dipandang buruk sebagai mantan seorang istri dari kakak," jelas Bulan.
"Baik. Lalu?"
"Kakak nih. Jangan buat aku jengkel dong!" kata Bulan kesal.
"Baiklah. Selesai ini aku akan menunggumu di dalam mobil saja. Bukan di dalam restoran lagi," kata Eggy kepada Bulan sambil menyeruput sisa kopi sebelumnya yang sudah dingin itu.
"Ya ampun, Kak. Bukan seperti itu maksudku," ucap Bulan.
Tak lama kemudian, tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka berdua yang sedang bertengkar itu.
"Permisi, maaf. Apakah ada masalah dengan pesanan Anda, Pak?" tanya Angga kepada Eggy. Namun Eggy hanya menatap Angga tanpa menjawabnya. "Ah, maaf. Perkenalkan, saya Angga. Saya yang mengurus restoran ini. Salam kenal, nama saya Angga."
Angga memberikan tangan kanannya. Lalu Eggy beranjak dan berjabat tangan dengannya.
"Eggy," sahut Eggy dengan sangat singkat.
"Ah, tidak. Bukan apa-apa kok," jawab Eggy menggeleng.
"Tidak, Pak Angga. Saya mengenalnya. Saya hanya mengajak beliau untuk mengobrol saja," sahut Bulan.
"Ah, kalian sudah saling mengenal, ya. Baiklah. Maafkan saya, Pak. Silakan lanjutkan kembali percakapannya. Maaf sudah mengganggu," kata Angga merasa sungkan.
"Tidak, terima kasih. Biarkan Bulan kembali bekerja saja. Sepertinya sangat ramai," ujarnya.
"Ah, begitu."
"Kalau begitu, saya permisi kembali bekerja," pamit Bulan.
"Aku akan meneleponmu!" kata Eggy sebelum Bulan kelangkah jauh.
"Eh, iya. Silakan." Bulan pun lekas pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kalau begitu silakan menikmati kopinya, Pak. Saya ikut permisi juga."
Angga pun pergi meninggalkan Eggy sendirian.
Egghy kembali duduk dan mengambil secangkir kopi tersebut. Dia meniupnya dan menyeruput kopi tersebut dengan sangat hati-hati. Kemudian, dia langsung menarik napas dan membuangnya kasar.
*****
PERHATIAN!
Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊
Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.
Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)
Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.
Terima kasih, semuanya. :*