The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
EPISODE 135



"Apa yang kalian bicarakan? Sepertinya sangat asyik sekali, ya," kata seorang pria di sana yang berdiri di dekat dinding pintu keluar.


"Eh, maaf, Pak. Kami tidak membicarakan apa pun. Hanya bergosip tentang tetangga," sahut Melda kepada Angga.


"Maaf, Pak," sambung Bulan tersenyum. "Aku akan melanjutkan pekerjaanku."


Bulan pun lekas menyalakan air keran dan melanjutkan pekerjaannya kembali.


"Ah, aku juga akan membereskan meja di depan, Pak," kata Melda kepada Angga. Kemudian dia pun pergi meninggalkan Bulan juga Angga.


Angga dan Bulan saling terdiam satu sama lain. Mereka berdua terlihat sangat lah canggung. Lalu Bulan mulai tersenyum simpul pada Angga.


"Pembahasan kalian sepertinya asyik, ya," kata Angga kepada Bulan. Mendengar pertanyaan itu, membuat jantungnya semakin berdetak cepat. Dia mulai gugup dan takut akan menjawabnya. Di dalam pikirannya terlintas, bagaimana jika Angga mengetahui bahwa dirinya dan Melda membicarakan sesuatu tentang Angga. Bahkan pembicaraan mereka tidak ada bukti apa pun mengenai Angga, sang manager restoran. Kini Bulan merasa tertangkap basah, karena tiba-tiba ada Angga memergoki mereka berdua. Bulan merasa takut bahwa Angga mendengar semua percakapan dirinya bersama Melda. Ini memang kesalahan Melda, karena sudah menggosipkan Angga di restoran miliknya sendiri.


"Maaf, Pak. Aku tidak bergosip yang. macam-macam kok. Hanya sekadar berbagi cerita saja dengan Melda," kata Bulan ragu-ragu.


"Tidak apa-apa, Bulan. Saya mengerti kok. Lalu apa yang kalian bicarakan? Sepertinya pembahasan kalian menarik," sahut Angga.


"Ah, tidak ada apa-apa kok. Hehe. Kami tidak banyak membahas apa pun," sahut Bulan kepada Angga.


"Benarkah?"


"Iya, Pak."


Bulan pun langsung menyalakan kerannya kembali. "Maaf, Pak. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku terlebih dulu. Maaf jika pekerjaanku sangat lelet. Mungkin karena aku terlalu banyak berbicara dengan Melda."


"Itu bagus untukmu, Bulan. Kamu bisa mempunyai teman dekat pada awal pekerjaanmu. Tidak banyak yang seperti ini. Bahkan saya pribadi pun tidak begitu sangat dekat dengan para pegawai di sini. Entah kenapa, Rasanya memang tidak bisa dekat," ungkap Angga kepada Bulan.


Bulan tersenyum. "Mungkin karena beda ruangan, Pak. Jadinya tidak terlalu banyak berbicara dan berbincang. Apalagi Bapak sendiri kan sangat sibuk mengerjakan ini dan itu. Maka dari itu Bapak tidak terlalu dekat dengan pegawai Bapak sendiri," jelas Bulan.


"Kamu ada benarnya juga sih."


Bulan menanggapinya dengan senyuman.


"Oh, iya. Apa nanti sepulang bekerja kamu ada waktu?" tanya Angga.


Bulan tidak memahami dengan yang dimaksud oleh Angga.


"Maksudnya bagaimana, Pak? Aku kurang paham."


"Baiklah. Sehabis pulang kerja, kamu mau ke mana?" tanya Angga langsung pada intinya.


"Mm... mungkin aku akan segera pulang, Pak," jawab Bulan. "Memangnya kenapa, Pak?"


"Bagaimana, ya?" tanyanya sendiri sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Bagaimana apanya, Pak?" tanya Bulan semakin kebingungan.


"Oke deh. Apa kamu bisa menemaniku sehabis pulang kerja?" ajak Angga kepada Bulan.


"A-apa? Me-menemani Bapak?" Bulan sangat terkejut dengan ajakannya.


"Ya."


"Mm ... ke mana, Pak?"


"Ke sesuatu tempat. Tidak jauh kok. Bagaimana?" tanya Angga kepada Bulan. Sejenak Bulan terdiam. Dia berpikir harus mengambil keputusan apa yang seharusnya dia pilih. Haruskan menerima ajakannya, atau menolak ajakannya?


"Bagaimana, ya, Pak?" Bulan kebingungan.


"Begini, jika kamu tidak capek itu juga. Tetapi jika kamu tidak mau pun, tidak masalah. Aku tidak akan memaksamu." Angga tersenyum dan merasa malu-malu selepas berbicara seperti itu.


"Apa perlu aku membayar lebih sebagai ganti rugi kerja lemburmu, Bulan?" tanya Angga kepada Bulan.


Bulan mematikan keran air itu. "Apa, Pak? Bagaimana?"


"Haha. Lupakanlah. Aku hanya bercanda."


Bulan terkekeh. "Ahaha. Baiklah, Pak."


"Sehabis kamu selesai bekerja, ya. Aku akan. menunggumu."


"Baik, Pak. Jangan khawatir. Aku akan mengingatnya."


"Baiklah. Sampai jumpa nanti, Bulan," ucap Angga kepada Bulan.


"Iya, Pak." Bulan tersenyum.


"Selamat melanjutkan pekerjaanmu."


"Terima kasih, Pak."


Angga pun pergi dari sana dan Bulan pun kembali mengerjakan pekerjaannya mencuci piring-piring kotor di sana.


Akhirnya Bulan menerima tawaran dari Angga untuk menemaninya. Namun, mengapa Angga begitu ingin akrab dan semakin dekat dengan Bulan? Ada apa? Lalu, ke mana Angga akan mengajak Bulan saat pulang nanti? Apakah Bulan mulai membuka hati kepada pria lain? Lalu bagaimana dengan hubungannya dan Eggy? Akan kah semuanya masih bisa membaik tanpa adanya sebuah masalah? Semoga saja hubungan mereka terus baik-baik saja, tanpa ada masalah.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback).


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga.


Terima kasih, semuanya. :*


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback).


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga.


Terima kasih, semuanya. :*