The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Episode 32



Tok... Tok... Tok...


Irani mengetuk pintu untuk memberi tahukan bahwa dirinya sudah tiba, lalu ia pun masuk kembali ke dalam ruangan.


"Selamat siang. Ini Pak Direktur minumannya," kata Irani sambil menyimpan baki berisikan tiga gelas minuman di meja Eggy.


"Ini tehnya, ini kopi yang ada pesan, dan juga ini ada susu hangat untuk anda," lanjut Irani sambil memberikan semua minuman yang sudah dia bawa.


"Aku ingin susu dingin. Bukan hangat," sahutnya.


Irani terkejut "Oh, tapi anda tidak memberitahuku."


"Maka dari itu kau harus bertanya dulu!" ujar Eggy.


"Baiklah, maafkan saya. Akan saya buatkan lagi."


Irani pun mengambil kembali minuman yang sudah ia sajikan.


"Capek-capek bikin minuman juga, malah salah bikin. Sialan!" gumam Irani dalam hati. Ia pun mulai berjalan pergi meninggalkan ruangan Eggy.


"Tunggu!" tahan Eggy.


"Ya. Ada apa, pak?" tanya Irani.


"Aku tidak suka kopi. Jadi kopi itu untukmu saja," jawab Eggy.


"Ah, gitu ya? Baiklah. Terima kasih!" ujar Irani.


Eggy hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa tersenyum atau mengekspresikan wajah lain selain ekspresi yang datar dan dingin seperti itu kepada Irani. Membuat Irani sedikit sebal dan kesal terhadap Eggy.


"Kenapa aku yang bilang terima kasih? Kan harusnya dia. Dasar bodoh!" ucap Irani dalam hati.


Setelah Irani keluar dari ruangan Eggy, ia menggerutu sepanjang jalan tanpa henti. Membuat para karyawan di sana melihat tingkah konyol Irani, sampai ia kembali bertemu dengan Raihan.


"Sekretaris Irani, kenapa itu di bawa lagi?" tanya Raihan penasaran.


"Kau benar, Manager. Eggy tidak suka kopi. Dia menyuruhku untuk meminumnya. Dia juga inginkan susu yang dingin. Lalu teh nya? Ah, akan aku buat yang hangat dan dingin. Agar dia tidak benyak bicara lagi padaku. Menyesal sudah menawarinya," jawab Irani panjang lebar dengan perasaan yang kesal dan memasang raut wajah yang cemberut.


"Aku bilang juga apa. Dia tidak suka kopi. Yasudah kau minum saja semuanya. Agar kau dapat tenang," ujar Raihan.


"Sialan!" umpatnya, lalu ia pun menyeruput kopi yang sudah di buatnya. Tiba-tiba iapun memuntahkannya kembali.


"Hahahaha ...." Raihan tertawa ketika melihat ekspresi wajah Irani yang sedang merasakan pahit asinnya kopi yang sudah di buatnya.


"Asin?" tanya nya sendiri.


"Kau tadi salah memasukan gula. Gula yang kau masukan itu garam," kata Raihan.


"Seharusnya tadi dia yang minum, kalau dia yang minum, mungkin kutakan sekesal ini padanya." ujar Irani.


"Baiklah. Aku pergi dulu, nanti saja curhatnya ya. Aku sibuk!" kata Raihan terkekeh, lalu ia pun berjalan pergi.


"Ih ...."


*Bulan POV


Tak terasa waktu telah berlalu.


Di bawah cahaya bulan, terlihat aku sedang duduk di bangku taman sambil menunggu seseorang. Aku meremang kedinginan menahan dinginnya angin malam. Dalam bayanganku, aku teringat sesuatu. Ada hal yang membuatku sangat rindu pada malam ini. Entah apa itu, aku tidak tahu. Yang kutahu, aku hanya sekadar rindu.


Lalu tak lama setelah itu, seseorang yang sedang aku tunggu-tunggu telah tiba.


"Hai, maaf telah membuatmu menunggumu terlalu lama," kata Raihan.


"Tidak apa-apa!" sahutku tersenyum.


"Ada apa? Tumben mau ngobrol di taman. Mau ngobrol di rumahku?" tawarnya.


"Entahlah. Aku merasa bingung," jawabku.


"Maksudmu?" tanya Raihan.


"Eggy tahu hubungan kita," jawabku.


"Aku bicara jujur padanya. Bahwa aku masih berhubungan denganmu."


"Apa aku akan di pecat?" tanya Raihan.


"Kau masih memikirkan pekerjaan?" tanyaku balik.


"Bukan begitu!" jawabnya.


"Lalu?"


"Iya, lalu bagaimana dengannya?"


"Dia biasa saja. Kupikir aku akan di usir. Namun dia tidak bicara apa pun lagi." jawabku.


"Aku akan malu jika bertemu dengannya," ucap Raihan.


"Bukan kau saja. Tetapi aku juga," kataku sambil menaikan nada suaraku.


"Apa dia akan segera menceraikanmu?" tanya Raihan.


"Ku pikir iya. Karena kini dia sudah tahu semuanya, jadi aku tidak perlu berbohong apa pun padanya," jawabku.


"Ini seperti skandal yang terang-terangan!" ujar Raihan sambil berpikir.


"Aku merasa khawatir padanya. Aku tidak enak dengan perasaannya,"ungkapku pada Raihan, bahwa aku memang merasa bersalah telah berbuat curang di belakangnya.


"Kau tak perlu merasa bersalah seperti itu. Itu memang resikonya karena dia merebutmu dariku. Itu juga resiko dia kalau kamu tidak bisa mencintainya juga."


"Aku tahu."


"Apa kau mencintainya?" tanya Raihan.


Pertanyaan itu membuatku terdiam dan menatap dalam-dalam matanya. Entah apa yang akan aku katakan padanya, perasaanku mulai dilema.


"Kenapa bertanya seperti itu?"


"Tidak. Hanya saja aku sangat khawatir," kata Raihan merendahkan nada suaranya.


"Aku memang menyukainya," jujurku dengan perasaan yang ragu dan jantung yang berdebar-debar. Akhirnya aku bisa mengatakan itu.


"Apa?" tanya Raihan.


"Aku memang menyukai kak Eggy. Tapi mungkin rasa suka itu karena aku kagum padanya. Atau bahkan bukan seperti itu," jelasku.


"Maksudnya?"


"Kau pasti tahu sendiri, tinggal satu atap, satu kamar dengan perbedaan jenis kelamin itu, setidaknya membuat perasaan orang dapat berubah."


"Apa kau lebih memilih pria itu dibanding aku yang sudah mengenalmu bertahun-tahun lamanya?" tanya Raihan.


"A-aku ...," kataku terpotong karena aku harus berpikir dengan keras.


"Jawab aku!" teriaknya ke arahku.


Seketika aku memejamkan mata karena mendengar teriakannya. Membuatku merasa takut dan tertekan. Kenapa? Kenapa semuanya jadi begini?  Apa yang harus aku lakukan?


*****


**Note:


Pertama, aku ingin meminta maaf kepada kalian karena sudah menggantung cerita ini terlalu lama. Aku tahu, kalian pasti kesal sampai mengumpat, bahkan ada juga yang benci. Hehe. Namun memang itu sepenuhnya kesalahanku, jadi aku paham akan hal ini. Terima kasih kepada readers yang setia menungguku sampai aku up lagi. Apalagi ada beberapa orang yang WA, sampai messenger ke inbox untuk menanyakan cerita ini. Aku benar-benar senang dengan antusiasnya untuk kepoin cerita ini. Dan mereka terus mendesakku supaya up lebih cepat. Aku seperti harapan kalian, jadinya. Hehehhe. Terima kasih untuk kalian. :")


Oh, iya. Jangan lupa mampir di cerita baruku yang berjudul "PERNIKAHAN RAHASIA UNTUK BELAJAR" launching hari ini bebarengan dengan novel THE MOON OF LOVE WITH YOU.


Untuk menebus kesalahanku di waktu lalu maka, cerita PERNIKAHAN RAHASIA UNTUK BELAJAR dan THE MOON OF LOVE WITH YOU, insyaallah akan update SETIAP HARI.


Bisik-bisik, The Moon Of Love With You bentar lagi masuk Season 2 lho!


So, baca ya. Bantu dengan mendukungku untuk dapat banyak semangat dari kalian.


I love You. Muuuuaaaaccchh**... :*