
Dalam berjalannya Fadhla menuju ke ruang tengah, dia berpapasan dengan Eggy yang berjalan ke arah kamar Bulan. Sejenak mereka berdua saling menatap satu sama lain dan memancarkan pandangan saling serius. Lalu ketika Egghy akan melangkah melewatinya, dia dicegah oleh Fadhla.
"Jangan ganggu Bulan. Biarkan dia sendirian," ucap Fadhla.
"Jangan halangi aku!" ucap Eggy seraya menangkis tangan Fadhla.
"Kamu harus dengarkan aku, Eggy," kata Fadhla.
"Tidak! mengapa aku harus mendengarkanmu?" tanya Eggy.
"Dia ingin sendiri. Apa kamu tidak paham? Seharusnya kamu pikir, Eggy. Kamu pikir bagaimana perasaan Bulan saat ini. Dia merasa sangat sedih. Apa lagi saat tahu kehilangan janinnya, calon anaknya dan anak kamu. Kamu malah enak-enakan dengan wanita itu," tukas Fadhla.
"Sudah aku bilang, aku tidak tahu masalah itu," kata Eggy membela dirinya.
"Sudahlah. Aku malas berdebar denganmu. Lagian tidak berguna juga bicara sama kamu. Kamu sudah egois, Eggy! Kamu sudah menjadi orang lain," ucap Fadhla.
"Tunggu! Apa yang kamu maksud sebagai sudah menjadi orang lain?" tanya Eggy.
"Lupakan saja," jawab Fadhla dengan malas. Lalu dia mulai melangkahkan kaki.
"Hei! Jawab dulu! Atau aku akan memukulmu," ancam Eggy.
Fadhla berbalik dan mengernyitkan dahinya. Rupanya Eggy tidak kunjung mengerti dengan keadaannya saat ini. "Kamu kenapa, sih? Padahal sudah aku bilang berkali-kali bahwa saat ini kondisi Bulan sedang tidak baik. Kamu harus paham, itu," jelas Fadhla.
"Aku harus menjelaskan semuanya," kata Eggy.
"Jelaskan apa lagi?" tanya Fadhla.
"Mengenai kemarin malam, saat malam pernikahan itu," jawab Eggy.
"Oh, kamu ingin menjelaskan bahwa kamu khilaf telah melakukan malam peetama dengan Adelia, kamu khilaf bahwa kamu tidak sengaja telah menyentuhnya samai lupa tidak mengangkat teleponnya dan datang di saat Bulan membutuhkanmu, karena kamu tertarik kepada Adelia dan tidak sengaja menjamahnya, gitu? Iya?" tanya Fadhla menjelaskan sekaligus menyindir Eggy.
Eggy yang mendengarkan kalimat dari Fadhla merasa tersindir dan marah. Dia pun memukul pipi adiknya itu sampai jatuh tersungkur.
"Kurang ajar!"
Fadhla langsung memegangi bibirnya. Terlihat ada noda darah di samping bibirmya. Fadhla terkekeh. "Kenapa? Kenapa memukulku, Eggy? Apa semua kalimatku benar? Iya, 'kan?" tanya Fadhla kepada Eggy.
"Diam kamu!" kata Eggy geram.
"Sepertinya benar. Kamu sampai marah dan tidak terima aku berbicara seperti itu. Kamu memukulku karena tidak terima dengan kenyataan bahwa kamu mengkhianati perjanjian kamu sendiri," jeas Fadhla sambil bangkit kembali.
"Baik. Aku tidak akan bicara lagi. Tapi aku mohon ... sangat memohon pada kamu bahwa jangan sakiti Bulan. Jika kamu masih menyanginya, masih mencintainya, tetaplah berada di samping dia. Dia membutuhkan perhatian lebih dan dukungan dari kamy, Eggy. Dia di rundung pilu," ucap Fadhla dengan nada yang tenang.
"aaku tahu apa yang harus aku lakukan. Kamu tidak usah sok ajari orang," tukas Eggy.
Fadhla terkekeh. "Aku sangat kecewa padamu, Kak."
Fadhla mengubah cara bicaranya. Kini dia berbicara sebagai adik dan kakak, bukan sebagai partner kerja atau sebagai suami dari Bulan. Dia berbicara sebagai saudara.
"Kak, aku sangat ingat akan masa lalu. Di mana kita pernah sama-sama menyukai orang yang sama. Waktu zaman sekolah. Kejadiannya sama seperti saat ini. Namun kamu melangkah lebih cepat dan melangkah di depan dari posisiku. Kamu mendapatkan gadis itu dan aku mencoba menghikhlaskannya untuk kamu. Namun tiba-tiba kamu meninggalkannya dan mengacuhkannya. Dia menangis dalam pelukanku dan membicarakan tentang kamu padaku. Kejadian ini terjadi lagi kepada Bulan. Dia menangis dalam pelukanku juga, Kak. Dia bercerita tentang kamu. Seharusnya kamu bersyukur bahwa Bulan begitu sangat sabar menghadapi rasa egomu. Kamu sudah buat, Kak. Kamu sudah di butakan oleh akan ketakutan. Takut kebangkrutan terjadi pada perusahaanmu, sehingga kamu merelakan dan mengorbankan pernikahanmu, mengorbankan perasaan istrimu," jelas Fadhla yang sangat merasa kecewa kepada kakaknya itu.
"Aku memang sadar, Fadhla. Aku telah salah. Dan aku ingin memperbaiki semua ini," sahut Eggy yang mulai merasa tenang.
"Kamu kini sudah tahu, aku menyukai Bulan. Namun aku tidak ingin memaksakan kehendaknya. Aku sudah bicara padanya bahwa aku tidak ingin menceraikannya. Dia memang tidak menerima itu, dan aku pun akan menerima segala resikonya. Jika dia memintaku untuk menceraikannya dengan segera, dan dia memintaku untuk berpisah dan mengakhiri semua ini, aku akan melakukannya. Namun dengan syarat, kamu harus menceraikan Adelia dan kembali kepada Bulan," jelas Fadhla kepada Eggy.
"Aku akan memikirman semuanya,Fadhla. Aku harus memikirkan bagaimana caranya agar keluar dari jalur ini," sahut Eggy.
"Persetan dengan perusahaan, Eggy. Aku akan membantumu," ucap Fadhla.
"Terima kasih sudah memberitahuku," sahut Eggy sambil menepuk pundak Fadhla.
"Oke. Datanglah ke kamar Bulan beberapa jam lagi. Biarkan dia istirahat dulu," sahut Fadhla.
"Oke deh."
Akhirnya Eggy mendengarkan apa yang di katakan oleh adiknya itu. Eggy kini mengalah untuk kebaikan Bulan dan rumah tangganya kini. Kini dia harus benar-benar bersikap adil untuk Bulan. Bagaimana pun, ini adalah masalah Eggy dan dia yang harus bertanggung jawab sepenuhnya atas itu. Maka, Eggy harus memperbaiki segalanya sama seperti sejak awal dia bertemu dengan Bulan dan menjalin kehidupan dengannya.
*****
PERHATIAN!
Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊
Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.
Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)
Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti pasti aku masukan kok. Jangan khawatir! :)
Terima kasih, semuanya. :*