The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Menikah



Eggy telah mempermalukan keluarga Andalas dengan pernikahan Fadhla dengan Bulan. Ini benar-benar sebuah aib yang besar bagi keluarga Andalas. Ibunya pun sontak menghampiri Eggy dan berbicara dengan nada perlahan, tetapi terkesan sangat tegas dan menekankan setiap kata.


"Apa yang kamu lakukan Eggy, hah? Menikahkan adikmu dengan wanita itu? Kamu sudah gila?" tanya ibunya. Membuat Adelia kebingungan dan merasa heran. Sebenarnya ada apa yang terjadi? Apa yang tidak diketahui oleh Adelia?


"Fadhla menginginkannya."


"Kamu sudah gila! Bukan Fadhla yang menginginkan dia, tapi wanita itu yang ingin menguasai keluarga kita. Kamu telah salah, Eggy. Ini kesalahan yang sulit untuk di maafkan. Kamu seakan mengkhianati keluargamu sendiri dengan mempersatukannya kembali dalam ikatan pernikahan," jelas ibunya. kemudian dia pergi meninggalkan acara pernikahan.


"Kepada calon pengantin baru, silakan maju ke depan untuk segera melakukan akad nikah," ucap MC di sana.


Bulan dan Fadhla saling memandang satu sama lain. Perasaannya terasa campur aduk. Bahkan dirinya mulai gugup dengan keadaan ini. Rasanya seperti dia ingin benar-benar melaksanakan pernikahan. Mereka pun berada di tempat akad nikah. Mereka berdua duduk saling berdampingan.


"Tolobg tuliskan nama mu dan nama calon istrimu di kertas ini. Agar pernikahan dapat berlangsung dengan cepat," ucap penghulu.


Fadhla pun menuliskan namanya dan juga nama Bulan di sana. Setelah itu dia langsung memberikannya kepada penghulu.


"Ini, Pak." Fadhla menyerahkan kertasnya.


"Apakah akad sudah siap dilaksanakan?" tanyanya.


"Ya. Saya siap," jawab Fadhla menatap Bulan. Bulan hanya dapat diam.


Sesaat, penghulu memulai laksanakan akad nikah, Fadhla pun merasa tegang dan semakin tegang.


Ijab kabul kembali dilangsungkan. Fadhla menikahi Bulan dan di saksikan oleh Eggy beserta Adelia, istri barunya dan juga para tamu undangan di sana. Mereka diberi selembar kertas bukti pernikahan yang di lakukan oleh Fadhla dan juga Bulan. Ini artinya, pernikahan yang mereka lakukan memang sudah sah secara agama. Ini bukan main-main. Bulan benar-benar menikah dengan Fadhla dan kini dia mempunyai dua suami yang sah. Ini di luar dugaannya.


Acara pernikahan pun berakhir.


"Ya, Tuhan! Apa yang telah aku lakukan?" tanya Bulan dalam batinnya.


Fadhla biasa lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di kantor, atau tidak di tempat yang lain. Sedangkan Eggy adalah laki-laki yang sibuk harus bolak-balik ke sana kemari mengurusi perusahaan dan mengecek sahamnya.


Namun kali ini mereka berdua berbeda. Di mana saat mereka berdua berdiri saling berdampingan dengan pasangan mereka masing-masing, semua orang memandang mereka takjub.  Adelia yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan menggandeng tangan Eggy dan mengucapkan kata cinta ke arahnya.


"Aku menyayangimu. Semoga kamu menjadi suami terakhirku. I love you!"


Kalimat itu terdengar oleh telinga Bulan dan juga Fadhla. Bulan hanya menunduk dan sedikit melangkah mundur dari mereka.


Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Eggy pun menarik Adelia untuk pergi dan masuk ke dalam mobil yang akan membawa mereka pergi berbulan madu ke salah satu apartemennya. Namun sepertinya Bulan tidak akan ikut ke dalam mobil mereka. Alhasil, Bulan ikut ke dalam Fadhla. Dia duduk di samping Fadhla sambil memegangi sebuah kertas bukti atas pernikahan dadakan itu.


"Kamu kenapa?" tanya Fadhla yang melihat Bulan terdiam dan melamun.


Bulan membuka selembar kertas tersebut. Dia membacanya sekali lagi dan kali ini dia membaca dengan jeli.


Ada satu kalimat yang terlintas yang membuat Bulan sulit untuk menerimanya. Yaitu, 'Bukti surat ini menyatakan bahwa saudara Fadhla Andalas dan Bulan sah sebagai pasangan suami dan istri secara agama.'


Kalimat itu membuat batin Bulan terasa sesak. Kebodohan apa lagi yang sudah diperbuat? Begitu pikirnya.


"Kamu menyesal?" tanya Fadhla.


Bulan menengok. "Kita sudah sah secara agama, Fadhla. Apa ini bermasalah?"


"Bermasalah? Maksudnya?"


"Aku wanita bersuami. Namun menikah dengan pria lain."


"Kamu tahu sendiri kan alasan kita apa?" sahut Fadhla.


Bulan kembali terdiam. "Aku tahu."


"Baiklah. Aku pikir ini hanya main-main. Rupanya kita melakukan pernikahan dengan benar. Untuk itu, aku harus melakukannya dengan benar sebagai suamimu yang baru," kata Fadhla.


Bulan mulai mengerti maksud dari semua itu. Mungkin saja Tuhan benar-benar mengasihinya dan memberikan dia cobaan. Keluarga Andalas pun menginginkan Bulan menderita karena sudah berani menerima masuk kembali ke dalam keluarga Andalas dan berurusan dengan mereka. Bulan menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Dirinya hamil anak eggy dan dia membutuhkan biaya yang dan peran suami untuk itu. Kemudian Fadhla datang menawari bantuan dengan syarat dia ingin menikahi Bulan


Sempat Eggy menolak. Namun tiada hasil. Bulan pun sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan Fadhla memang masuk akal. Dan itu membuat Bulan dan Eggy terpaksa menerima usulan darinya.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.


Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.


Terima kasih, semuanya. :*