The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Kantor



Terlihat Eggy sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Di dengar dari pembicaraannya, begitu sangat serius, sehingga dirinya sesekali melihat ke arah luar kaca jendela ruangannya dengan sangat hati-hati. Dia berbicara seputar seseorang yang sangat mencurigakan, dan di duga bahwa dia adalah seorang mata-mata yang menyamar jadi karyawannya.


"Aku sudah bilang, perhatikan baik-baik. Jangan sampai dia mencurigai kita," kata Eggy kepada seseorang di telepon itu.


"Saya akan sangat berhati-hati, Pak. Tenang saja. Jangan khawatir akan masalah itu," sahut seseorang itu.


"Cari alamat rumah dia dan cari juga data riwayat hidup dia. Lalu kirimkan ke meja saya. Cepat!" perintah Eggy.


"Baik, Pak. Saya akan carikan."


"Hati-hati. Jangan sampai ada yang curiga," kata Eggy mengingatkan.


"Baik, Pak. Serahkan semuanya padaku."


Lantas Eggy menutup teleponnya. Dia langsung meminum air yang tengah tersedia di meja sana. Kemudian dirinya langsung memainkan ponsel.


Tak lama setelah itu, terdengar seseorang mengetuk pintu ruangan Eggy.


Tok ... tok... tok...


"Masuk!" teriak Eggy.


Pintu ruangannya mulai terbuka. Eggy terkejut dengan orangh yang baru saja datang ke ruangannya. Dia melihat orang itu dengan tatapan yang sinis dan tajam. Lalu orang tersebut langsung mengjampiri Eggy dan duduk berhadapan dengannya.


"Apa kabar, Eggy?" tanya dia.


"Baik," jawab Eggy dengan singkat. "Bagaimana denganmu?" tanya Eggy.


"Sama dengan jawabanmu, Eggy," sahutnya.


"Apa yang membuatmu kembali Raihan?" tanya Eggy kepadanya.


Ya. Dia Raihan, seorang pria yang pernah menjadi kekasih dari istrinya. Sudah lama dirinya tidak terlihat dan kini dia sekarang muncul lagi di hadapan Eggy. Ada apakah?


"Aku sudah mendengar perceraianmu dengan Bulan, Eggy. Kamu juga beberapa hari lagi akan bertunangan, bukan? Jadi, niatku ke sini adalah aku ingin menikahi Bulan. Tapi jangan khawatir. Kamu gak usah khawatir. Aku akan menunggu masa idah Bulan bercerai denganmu. Bahkan aku dan Bulan sebelumnya sudah membicarakan tentang hal ini. Dan dia sudah setuju akan hal itu," jelas Raihan kepada Eggy.


Kalimat pernyataan yang di keluarkan oleh Raihan, membuat Eggy menjadi marah. Pasalnya dia tidak terima jika Bulan harus menikah dengan orang lain. Bagaimana bisa dia lakukan hal itu?


"Apa maksudmu? Bulan tidak akan menikah denganmu," kata Eggy.


"Kenapa? Apakah kamu masih ada perasaan dengannya? Kamu ingin rujuk dengan Bulan? Ingat, Eggy. Kamu tidak bisa rujuk dengannya," kata Raihan kepada Eggy.


"Kenapa? Aku bisa membuat Bulan menjadi milikku lagi," sahut Eggy.


"Asal kamu tahu, kamu belum tentu dapat menikahi Bulan. Dia tidak akan menikahimu," kata Eggy.


"Kita lihat saja nanti. Apakah dia mau menikahiku, atau tidak. Dia tidak mungkin bersama denganmu yang sebentar lagi akan menikahi gadis lain. Sangat bodoh jika Bulan masih memilih lelaki sepertimu, Eggy. Karena kamu meninggalkannya hanya demi uang dan karirmu," kata Raihan dengan jelas.


Kalimat itu membuat Eggy sangat marah. Akhirnya Eggy memukul meja kerjanya dan mulai meluapkan emosi kepada Raihan.


Brak...


"Jaga omonganmu, Raihan! Aku tidak meninggalkan Bulan. Dia masih bisa bersamaku. Asal kamu tahu, aku tidak meninggalkannya demi uang dan perusahaan," jelas Eggy.


"Lalu apa? Apa alasannya? Sayang sekali. Hidup Bulan menjadi berantakann dan penuh derita semenjak menikahimu," kata Raihan yang terus memancing emosi Eggy.


"Kurang ajar, kamu!" umpat Eggy. Dia pun langsung berjalan menghampiri Raihan dan memukul wajah Raihan, sehingga ada bekas luka di samping bibirnya.


"Dasar pengecut! Sudah benar kamu menceraikan Bulan. kamu memang tidak pantas menjadi pendamping hidup Bulan. Selain tidak bisa menjaga status pernikahannya sendiri, kamu juga memilih jalan yang instan untuk menyelesaikan masalahmu," kata Raihan sambil menyusut darah di bibirnya. Kemudian dia pun mendorong badan Eggy menjauhkannya dan dia langsung pergi meninggalkan ruangan kerja Eggy dengan menutup pintu sangat keras.


Eggy terdiam. Dia masih sangat emosi terhadapnya. Lalu dia pun berteriak.


"Aaaaaarrrggghhh...."


Sontak Eggy langsung memukul dinding karena kesal.


"Sial! Sialan! Brengs3k!" umpatnya. Lalu. Eggy memukul dinding kantornya kembali.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi ******* dengan akun (comeback). Cerita terbaru "Pernikahan Rahasia", sudah dilihat 1-M joy. Silakan di cek.


Ada cerita kisah nyata tentang masa mudaku di aplikasi Kwikku berjudul Labil (plin-plan). Novel itu kisah nyata tentang masa mudaku di sekolah.


Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.


Terima kasih, semuanya. :*