
Di kantor, Eggy sudah melaksanakan rapat bersama pegawainya yang lain. Kemudian dia duduk di kursi dan sejenak memijat-mijat keningnya. Dia merasa pusing dan stres memikirkan masalah ini. Untuk menghilangkan kepusingannya, dia pun berniat untuk pergi keluar. Sesaat dirinya berdiri, dia melihat ada seorang wanita yang berdiri di dekat pintu. Penampilannya menarik, tubuhnya proporsional, san memakai mini dress berwarna cokelat pastel.
"Hai, Eggy," sapa seorang wanita itu.
"Kamu ...." Eggy menggantungkan kalimatnya.
"Saya Adelia. Anak dari keluarga Howel," sahut Adelia.
"Apa?" Eggy terkejut mendengar jawaban darinya.
"Salam kenal Eggy. Kita harus berkenalan terlebih dulu sebelum hari pertunangan kita, benar?" Adelia berjalan menghampiri Eggy.
"B-baiklah. Ini pertama kalinya kita bertemu."
"Mm ... aku ingin kita pergi bersama untuk lebih mengenal satu sama lain. Apa kamu tidak keberatan?" tanya Adelia.
"Tidak sama sekali," jawab Eggy dengan singkat.
"Kamu juga sepertinya kurang hiburan. Jangan terlalu banyak berpikir masalah perusahaan. Ayahku pasti membantumu kok."
Eggy hanya tersenyum simpul. Kemudian dia berdiri dan menghampiri Adelia.
"Ayo. Kamu ingin pergi ke mana? Aku akan mengantarkanmu," kata Eggy.
"Ke mall. lalu makan-makan, dan kita keliling sekitaran saja. Bagaimana?" tawar Adelia kepada Eggy.
"Sepertinya tidak akan keburu waktu. Ini sudah hampir malam, Adelia," kata Eggy mengingatkan.
"Ah, iya. benar juga, ya. Jadi bagaimana? Apa kamu sudah makan?" tanyanya.
"Sampai saat ini belum," jawabnya.
"Baiklah. Kita pergi makan dulu. Ayo!" Adelia berjalan terlebih dulu menuju keluar dari ruangan rapat. Para karyawan di sana memperhatikan mereka berdua. Tak banyak orang di sana menyapa Eggy dan juga Adelia.
"Selamat sore, Pak."
"Ya. Sore kembali," sahut Eggy.
Karyawan tersebut menatap mereka berdua sampai akhirnya Eggy dan Adelia keluar dari kantor.
"Mau pakai mobil siapa?" tanya Adelia kepada Eggy.
"Siapa saja," jawab Eggy singkat.
"Baiklah. Mobilku saja," sahut Adelia. Kemudian dia mengeluarkan kunci mobil dari dalam tasnya dan diberikan kepada Eggy. "Ini kuncinya. Kamu yang bawa saja."
"Oke."
Eggy pun mematikan alarm mobilnya dan lekas membuka pintu mobilnya.
"Hei, tunggu!" tahan Adelia.
"Ya, apa lagi?" tanya Eggy kebingungan.
"Apa kamu tidak membukakan pintu mobil untukku?" tanya Adelia.
"Hah? Apa tidak bisa dibuka sendiri?" sahut Eggy bertanya.
Adelia mendelik heran. "Rupanya kamu tidak begitu romantis, ya."
"Apa kamu ingin aku romantis?" tanya Eggy datar.
"Jelas," jawab Adelia. "Bukankah semua wanita menyukai pria romantis?"
"Tidak."
"Mengapa?" tanya Adelia penasaran.
"Karena kamu memintaku untuk menikahimu. Berarti kamu salah satu wanita yang tidak menyukai pria romantis," jawab Eggy.
Adelia dibuat bungkam olehnya. Kemudian Adelia terkekeh mendengar jawaban darinya.
"Kamu benar. Pintar juga," sahut Adelia.
Terpaksa Adelia membuka pintu mobilnya sendiri dan masuk ke dalam sana.
"Kamu. menarik, Eggy," kata Adelia mengawali percakapan di tengah perjalanan mereka.
Eggy menengok. "Terserah."
"Itu yang membuat aku tertarik padamu, Eggy," sahut Adelia.
Eggy tidak menjawab. Dia hanya fokus pada jalanan.
"Jadi, apakah kamu benar-benar bersedia menikah denganku?" tanya Adelia penasaran.
"Tidak," jawabnya singkat.
"Haha. Aku tahu. Alasanmu menikah denganku karena perusahaanmu anjlok. Aku paham. Sebenarnya kita saling menguntungkan jika masalah bisnis."
"Aku tahu."
"Jelas kamu pasti tahu, dan apakah kamu melakukan ini benar-benar terpaksa?" tanya Adelia.
"Terdengar seperti merendahkan. Namun itu fakta. Jika kamu bertanya untuk memojokkanku, aku akan bilang bahwa pada saat ini aku memang terlihat rendahan," sahut Eggy.
"Hei, hei. Apa itu, hah? Siapa yang merendahkanmu? Aku tidak merendahkanmu, Eggy. Aku hanya bertanya padamu saja. Jika tidak suka, tidak apa. Aku tidak memaksamu untuk menjawab pertanyaanku kok," kata Adelia.
"Baiklah."
"Jangan terlalu sensitif seperti itu."
Eggy menengok sejenak, lalu dia kembali fokus ke jalanan.
"Baiklah. Sepertinya kamu tidak ingin berbicara denganku. Oke. Aku tidak masalah. Baiklah," kata Adelia melipatkan kedua tangannya.
Adelia melihat ada sebuah restoran seafood di ujung jalan sana, dia pun memberitahukan itu pada Eggy.
"Restoean seafood di depan, ya. Kita makan di sana," kata Adelia.
"Oke."
"Apakah kamu menyukai makanan seafood?" tanya Adelia.
"Terserah."
"Terserah mulu jawabannya. Yasudahlah. Aku anggap bahwa kamu menyetujuinya dan menyukai makanan itu. Jangan komplen apa pun. Kamu harus makan juga."
"Gimana nanti saja."
"Harus, pokoknya."
Eggy menghela napas. "Terserah."
Eggy dan Adelia pun pergi menuju restoran seafood. Eggy mulai menaikkan kecepatan mobilnya agar segera sampai tujuan.
*****
PERHATIAN!
Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊
Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers.
Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback).
Jika ingin mengenalku lebih de
kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)
Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga.
Terima kasih, semuanya. :*