The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Dia



"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Fadhla kepada Eggy. karena merasa penasaran.


"Ini tidak mungkin," jawab Eggy tidak mewakili pertanyaannya. Dia terus memaju mundurkan rekaman CCTV tersebut. Berkali-kali dia menjeda rekaman tersebut untuk melihat lebih jelas wajah dari orang tersebut.


"Apanya? Apa maksud kamu?" Fadhla semakin tidak mengerti dengan pemikiran Eggy.


"Yang kamu curigai siapa, Fadhla?" tanya Eggy. lagi-lagi mengabaikan pertanyaan dari Fadhla. Fadhla memutar rekaman itu kembali dan menjedanya di menit tertentu dan memperlihatkan sosok seseorang yang dicurigainya.


"Dia," jawab Fadhla menunjuk pada gambar di monitor.


"Apakah memang benar dia orangnya?" tanya Eggy kepada Fadhla untuk memastikan bahwa dia orang yang mereka cari-cari selama ini.


"Aku hanya menduganya, Eggy. Aku tidak tahu pasti bahwa dia orang yang menyamar di perusahaan kita," jelasnya.


"Benar juga. Kita tidak tahu dengan apa yang dia lakukan. Kita gak ada bukti untuk hal itu," ucap Eggy berpikir baik-baik.


"Tapi bagaimana kamu curiga dengan dia? Apa yang kamu temukan dari dia?" tanya Eggy penasaran.


"Aku pernah memergoki dia masuk ke dalam ruanganmu," jawabnya.


"Apa? Kapan? Kenapa kamu gak bilang?" Eggy terkejut.


"Aku tidak bilang karena aku menunggu bukti lainnya dan harus memastikan siapa orang yang yang menjadi musuh kita dan berpura-pura bekerja dengan kita."


"Lalu apa lagi?"


"Dari gerak-gerik dalam rekaman ini, terlihat jelas bahwa dia orang yang patut dicurigai."


Sejenak Eggy berpikir. "Tunggu! Hal ini memang masuk akal."


"Harus kamu tahu, bahwa aku sering memperhatikan dia sering mengobrol di telepon secara diam-diam," kata Fadhla membuka fakta lainnya.


"Aku tidak tahu akan hal itu, Fadhla."


"Wajar saja jika kamu tidak tahu, karena kamu selalu berada di ruanganmu dan kadang sibuk rapat sana-sini, juga sering melakukan pertemuan luar dalam kantor," ujar Fadhla kepada Eggy.


"Ya. Kamu benar," sahut Eggy seraya menganggukkan kepalanya. "Aku memang sering berada di luar."


"Lalu, siapa yang kamu curigai? Apakah dia?" tanya Fafhla kepada Eggy sambil menunjuk orang yang lain di monitor.


Eggy menatap monitor itu dengan dalam. "Sepertinya iya. Aku benar-benar mencurigainya."


"Apa kamu tidak melihat, cara dia berjalan dan was-was terhadap daerah sekelilingnya?" ujar Eggy. menjawab pertanyaan dari Fadhla. Eggy mulai memainkan kembali rekaman tersebut. "Lihat, Fadhla. Dia sepertinya mencari waktu yang pas untuk mengerjakan sesuatu," kata Eggy menjelaskannya.


"Kamu benar," sahut Fadhla. Lalu dia melihat gerakan yang lebih mencurigakan lagi. "Eh, bukannya dia berjalan menuju ruang rapat, ya?" tanya Fadhla yang melihat lanjutan rekaman tersebut.


"Masa sih? Biar aku ulang lagi dan ingat-ingat jalannya," kata Eggy.


Fadhla menatap sinis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Gedek dengan kalimat Eggy, karena pasalnya Eggy memang sudah lama berada di kantor dibandingkan dengan dirinya. Namun Eggy bersikap seakan bahwa dirinya baru saja berada di kantor asing.


"Coba perhatikan koridor kantor kita."


"Kantorku!" tegas Eggy memperjelas kata yang tengah dia ucapkan.


"Oke. Kantormu," sahut Fadhla mengalah. Lebih baik memang mengalah dibanding harus sama-sama bersikap keras kepala.


"Ini ... benar-benar aneh. Jalan ini buntu dan hanya ruangan rapat saja. Tidak mungkin jika dia berjalan ke arah yang tidak ada tujuannya, kecuali mendesak dan mengganggu waktu rapat," jelas Eggy mengingat-ingat.


"Thats right."


"Ini memang janggal."


"Ya. Memang benar. Lalu?" tanya Fadhla.


"Selama kita rapat. Rapat kita selalu lancar tanpa ada gangguannya," jawab Eggy yang sudah mengingat dengan jelas.


"Itu artinya ...." Fadhla sengaja mengantung kalimatnya.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.


Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.


Terima kasih, semuanya. :*