
Orang yang ditunggu-tunggu oleh Bulan pun datang. Kini Eggy tiba di rumah Bulan sendirian. Dia masuk ke dalam rumah dan melihat Fadhla sedang mengemil makanan ringan dan menonton TV. Eggy yang mepihat itu pun merasa sangat malas. Lalu Eggy masuk tanpa menyapanya sedikit pun. Dia melewati Fadhla begitu saja untuk menuju ke kamar Bulan.
"Masuk sembarangan, ada orang kagak di sapa. Gak ada akhlak," gumama Fadhla merasa kesal sendiri.
Eggy melangkah menuju kamar Bulan. Setelah sampai di sana, dia langsung masuk secara perlahan dan melihat Bulan tertidur di sana. Eggy pun diam-diam masuk dan menghampiri Bulan. Dia duduk di sampingnya dan mulai membelai rambut Bulan dengan lembut.
"Maafkan aku, Sayang. Aku tidak berniat mengabaikanmu. Aku masih menyayangimu. Aku masih mencintaimu. Selalu. Maafkan aku juga. Aku melakukan suatu kesalahan besar padamu. Semoga kamu memaafkanku."
Tak sengaja Eggy melihat ada bingkisan kado di meja sana. Kemudian dia mendekati bingkisan itu dan dia melihat ada sebuah surat yang tergulung di sana. Dia pun mengambil surat tersebut dan membukanya, membaca isi tulisan yang ada di dalam sana.
"Romantis sekali kamu, Bulan. Ada bingkisan yang lengkap bersama sebuah surat." Eggy terkekeh meihat itu.
Isi kartu tersebut:
Selamat ulang tahun, Suamiku. Sayang tahukah kamu? Kebahagiaan dan kesetiaanmu merupakan salah satu cita-cita yang terbesar dalam hidupku. Berkat adanya kamu, diriku menjadi lebih tahu banyak hal tentang hidup, tentang cinta, tentang kesetiaan, tentang berjuang dan tentang arti sabar dan syukur. Kebahagiaan dan kesedihan telah aku jalani bersamamu, ku nikmati semua itu hingga aku menyadari betapa indah dan bahagianya kehidupanku saat ini. Terima kasih sayang. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, tahun berganti tahun, dan akan terus berjalan. Saat aku bersamamu, senang dan sedih kita lalui bersama dan menghadapi segala macam rintangan dalam tali kesetiaan. Aku tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk mengungkapkan seluruh rasa sayangku dan rasa cintaku kepadamu. Mungkin dengan selalu berada di sampingmu dan menemanimu, itu dapat membuktikan betapa besarnya cintaku padamu. Sekian lama kita menikah dan hidup bersama, kita selalui lalui segala macam rintangan dan cobaan berdua. Bahagia dan sedih kita lalui bersama. Aku ucapkan terima kasih karena telah hadir dalam hidupku. Tidak ada seorang pun yang dapat menggantikanmu di dalam hidupku. Aku sangat bangga memiliki suami sepertimu, istri dari seorang suami yang patut untuk dibanggakan. Aku sangat menyayangimu. Selamat ulang tahun suamiku, semoga selalu diberikan kesehatan dan panjang umur.
"Sungguh panjang sekali dengan apa yang kamu tulis, Bulan. Kamu bisa-bisanya menuliskan kalimat itu." Eggy menggelengkan kepalanya. Dia merasa senang dengan hadiah yang diberikan oleh Bulan. Dia langsung mencium kening Bulan secara perlahan.
Setelah membaca sebuah surat itu, Eggy tersenyum kecil karenanya. Kemudian dia menggulungnya kembali dan menyimpan surat tersebut di samping bingkisan itu. Lalu Eggy mengambil bingkisan itu dan membukanya. Setelah dia buka, rupanya dia melihat ada kue yang bertuliskan Selamat ulang tahun untuk dirinya. Lalu di sana terselip sebuah amplop kecil berwarna putih dan ada tulisannya juga. "Buka amplop ini!". Sesuai dengan tulisannya, Eggy pun membuka amplop tersebut.
Betapa sangat terkejutnya Eggy ketika melihat isi amplop tersebut. Di sana terdapat sebuah test pack yang sudah terpakai. Dilihat oleh Eggy ada dua garis merah yang terpampang di sana. Eggy benar-benar paham dengan tanda itu. Dirinya tidak menyangka bahwa Bulan akan mengandung anaknya. Kini Eggy mulai merasa sangat bingunh dengan kejadian ini.
Terlihat Fadhla bersiri di tengah-tengah pintu. Dia menyilangkan kedua tangan dan melihat Eggy yang panik akan kabar itu.
"Diamlah!" sahut Eggy dengan nada suara berbisik.
Sontak Eggy langsung menyimpan barang itu dan menutup bingkisan kue ulang tahun miliknya. Setelah itu dia simpan kembali di meja.
Eggy berjalan menghampiri Fadhla. Dia tidak ingin Bulan sampai terbangun dari tidurnya. Alhasil Eggy mengajak Fadhla untuk pergi dari kamar Bulan. Dia menutup pintu kamarnya. Eggy dan Fadhla berbicara secara intim di ruang tamu.
*****
PERHATIAN!
Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊
Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.
Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)
Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.
Terima kasih, semuanya. :*